Tanda Bukti Kita Benar-benar Mencinta Allah adalah Shalat Tahajud

Orang-orang yang berjuang mengerjakan Shalat Tahajud di setiap malam hari adalah manusia-manusia yang super istimewa dan jumlahnya sangat sedikit.

Sabtu, 27 Juni 2020 | 06:59 WIB
0
97
Tanda Bukti Kita Benar-benar Mencinta Allah adalah Shalat Tahajud
Ilustrasi mencintai Allah (Foto: daaruttauhiid.org)

Hari ini kita terus mempelajari ilmu tentang Shalat Tahajud yaitu jalan yang harus ditempuh dan dilewati untuk mencapai suatu kedudukan yang mulia, di dunia dan di akherat. Itu artinya, kalau kita hidup di dunia ini saja, kita tidak sanggup dan tidak dapat mencapai posisi kehidupan yang mulia, apalagi nanti kita hidup di alam akherat.

Kalau ada orang, ketika hidup di dunia ini, orang tersebut hidup dalam keadaan tidak mulia, maka nanti di kemudian hari, ketika hidup di alam akherat, orang tersebut tentu hidup dalam keadaan tidak mulia juga. Sebab, kehidupan di akherat itu merupakan kelanjutan dari kehidupan di dunia ini.

Itulah arti pentingnya, kita harus rutin mendirikan Shalat Tahajud di setiap malam hari. Kita harus Tekun dan Gigih mendirikan Shalat Tahajud di sebagian malam hari, supaya hidup kita di dunia ini berada pada kedudukan yang mulia dan terhormat.

Shalat Tahajud itu satu-satunya jalan yang harus dilalui, yang harus dilewati, supaya kita pasti sampai pada kedudukan yang mulia, yang terpuji, tidak hidup dalam keadaan terhina, tidak hidup dalam keadaan sengsara dan penuh kesedihan. Kehidupan seperti itu merupakan sorga bagi orang tersebut. Itu artinya, di dunia ini saja, sorga tersebut sudah ada.

Sebagai bukti nyata, siapa pun orangnya, jika orang tersebut TIDAK RUTIN mendirikan Shalat Tahajud di setiap malam hari, maka dapat DIPASTIKAN bahwa orang tersebut di kemudian hari sampai pada KEDUDUKAN YANG TIDAK MULIA. Orang tersebut pasti dimasukkan oleh ALLAH SWT ke dalam kehidupan yang sangat buruk, kehidupan yang penuh dengan kesedihan dan kesengsaraan, kehidupan yang tidak menyenangkan.

Kehidupan yang sangat buruk dan begitu penuh kesengsaraan itulah yang disebut neraka. Itu artinya, di dunia ini saja sudah ada neraka. Kalau ketika hidup di dunia ini saja, orang tersebut hidup di neraka, apalagi nanti di kemudian hari,                     di kehidupan di akherat, orang tersebut tentu hidup di neraka juga. Itulah sebabnya, kalau kita mau hidup di sorga di alam akherat nanti, buktikan dulu bahwa di alam dunia ini kita juga dapat hidup di sorga.

Hari ini kita membaca AL-QURAN Surat ALI IMRAN (3) Ayat ke 31 dan 32: "Sampaikanlah (katakanlah, wahai Muhammad), Jika kamu benar-benar mencintai ALLAH, ikutilah aku (maksudnya Nabi Muhammad SAW), niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu (semua perbuatan kamu yang salah). ALLAH itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sampaikanlah (Katakanlah Muhammad): Taatilah ALLAH dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa ALLAH itu TIDAK menyukai orang-orang kafir (tidak percaya kepada ayat-ayat ALLAH)".

Nabi Muhammad SAW itu tidak pernah meninggalkan Shalat TAHAJUD di setiap malam hari. Oleh karena itu, kita diminta mengikuti Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW itu panutan kita, makanya kita juga harus berTAHAJUD di setiap malam hari. Nabi Muhammad SAW sudah berpesan, ikutilah aku. Tentu saja, kita harus mengikuti Nabi Muhammad SAW yang di setiap malam selalu mendirikan Shalat Tahajud.

Jika kita sudah rutin mendirikan Shalat Tahajud di setiap malam hari, tentu ALLAH SWT akan mengasihi kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Nah, perhatikanlah dengan cermat, kalau ada orang yang sudah diampuni semua dosa-dosanya oleh ALLAH SWT, itu artinya semua dosa orang tersebut sudah dihapus oleh ALLAH SWT.

Orang tersebut tidak mempunyai dosa-dosa lagi, sudah bersih dari segala dosa. Pada saat itulah, orang tersebut berhak masuk sorga. Sorga diberikan kepada orang yang sudah diampuni dosa-dosanya oleh ALLAH SWT.

Kita disuruh taat kepada apa saja Perintah ALLAH SWT. Salah satu Perintah ALLAH SWT itu adalah Perintah untuk mendirikan Shalat Tahajud di sebagian malam hari, di setiap malam hari. Nabi Muhammad SAW juga berpesan: "Ikutilah aku". Artinya, Nabi Muhammad SAW sendiri sudah memberikan contoh dan teladan bahwa Nabi kita itu juga rutin mendirikan Shalat Tahajud di setiap malam hari. Oleh karena itu, kita harus mengikuti Nabi Muhammad SAW tersebut.

Jika kamu berpaling dari Perintah ALLAH SWT berupa perintah untuk mendirikan Shalat TAHAJUD di setiap malam hari, maka konsekuensinya ALLAH SWT itu tidak menyukai kita. Kalau ALLAH SWT sampai tidak menyukai kita, maka doa- doa kita tentu menjadi doa-doa yang tidak dikabulkan oleh ALLAH SWT.

Jangan sampai doa-doa kita tidak dikabulkan oleh ALLAH SWT.  Itu artinya, kita harus rutin, kita harus tekun dan gigih, mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari. Kita harus terus memotivasi diri kita untuk terus bertahajud selama kita hidup di dunia ini.

Itulah pelajaran kita tentang Shalat Tahajud pada hari ini yang disampaikan oleh HAKATINDO (Himpunan Keluarga Tahajud Indonesia), MOTIVATOR SHALAT TAHAJUD NO. 1 DI INDONESIA. Semoga kita menjadi orang-orang yang benar-benar mencintai ALLAH SWT.  Jutaan manusia di setiap malam hari lebih memilih tidur berlama-lama sampai pagi hari, melupakan kewajiban mendirikan Shalat Tahajud, melupakan ALLAH SWT Tuhan Bagi Seluruh Alam Semesta. 

Orang-orang yang berjuang mengerjakan Shalat Tahajud di setiap malam hari adalah manusia-manusia yang super istimewa dan jumlahnya sangat sedikit.  Sebagian besar manusia menolak dan tidak mau mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari.  

Dr. Noorchamid Ustadi, MSi., Motivator Shalat Tahajud No. 1 di Indonesia 

***