Europe Day 2022 dan Solidaritas untuk Ukraina

Pengunjung dapat masuk dan menonton langsung bagaimana parlemen Eropa bersidang, melihat bagaimana mekanisme sidang, dimana ada lebih dari 20 bahasa digunakan.

Selasa, 10 Mei 2022 | 07:28 WIB
0
31
Europe Day 2022 dan Solidaritas untuk Ukraina
Suasana Eropa (Foto: dok. pribadi)

Tanggal 9 Mei diperingati sebagai “Hari Eropa” di banyak negara di benua Eropa. Berbeda dari perayaan 9 Mei di Rusia, bagi negara–negara Uni Eropa, 9 Mei adalah hari “ Perdamaian dan Persatuan Eropa”. Tanggal 9 Mei merupakan tanggal di mana pada tahun 1950, Robert Schuman, Menlu Perancis mendeklarasikan “Deklarasi Schuman”.

Tujuan dari Deklarasi Schuman adalah untuk memprakarsai kerja sama antar negara – negara Eropa, terutama dalam bidang ekonomi (diawali dengan kerja sama antara Perancis dan Jerman Barat) serta untuk mencegah terjadinya perang di antara negara – negara Eropa.

Deklarasi Schuman diikuti dengan pembentukan European Coal and Steel Community, yang kemudian berubah menjadi Masyarakat Ekonomi Eropa dan akhirnya menjadi Uni Eropa sejak tahun 1992. Untuk bisa menjadi anggota Uni Eropa, negara yang mengajukan diri harus memenuhi berbagai persyaratan dan standar yang tinggi.

Tahun ini, dengan adanya invasi tanpa provokasi yang dilancarkan Russia terhadap Ukraina, peringatan hari Eropa menjadi momen penegasan kembali komitmen Eropa untuk perdamaian.

Dalam peringatan hari Eropa yang diadakan selama semingguan di berbagai kota di Eropa, disediakan tempat dan even khusus bagi Ukraina, misalnya untuk menyatakan dukungan, baik penyelenggara maupun pengunjung, pertunjukan seni maupun sosialisasi cara – cara untuk memberikan dukungan pada bangsa Ukraina secara langsung.

Pengunjung juga mendapatkan informasi mengenai apa saja yang sudah dilakukan Uni Eropa untuk mendukung Ukraina.

Uni Eropa memberikan dukungan kepada Ukraina karena memiliki nilai – nilai bersama, yaitu “kebebasan dan demokrasi dalam aturan berbasis tatanan global”. Saat ini, Ukraina sedang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dengan gagah berani.

Dalam kesempatan ini, pengunjung juga dapat berkenalan langsung dengan komunitas Ukraina, baik expatriate di Belgia maupun para pengungsi yang turut datang. Kemarin, saya berkenalan dengan Tanya dan adiknya yang merupakan pengungsi dari Irpin. Mereka bercerita bagaimana Russia menembaki apartemen mereka, serta bagaimana mereka sekarang harus kuliah dan bersekolah secara online dari Belgia.

Banyak dari pengunjung acara Europe Day 2022 yang terinspirasi dari keberanian bangsa Ukraina. Mereka menyadari bahwa saat ini Ukraina tidak hanya berperang bagi kemerdekaan dan kedaulatannya, tapi juga berperang bagi kelangsungan demokrasi dan kebebasan yang dinikmati negara – negara bebas lainnya.

Ketika saya pulang bersama Tanya dan rombongannya, sesekali saya mendengar orang – orang berseru pada mereka “Slava Ukraini!” yang dibalas dengan “Heroiam slava!” dan senyuman dari Tanya dan teman – temannya.

Untuk perayaan Europe Day tanggal 7 kemarin, diadakan “open doors day”. Siapa saja yang berminat dapat berkunjung ke European Parliament (EP), Council of the European Union, European Commission (EC), European Economic and Social Committee (EESC) dan The European Committee of the Regions (CoR).

Pengunjung dapat masuk dan menonton langsung bagaimana parlemen Eropa bersidang, melihat bagaimana mekanisme sidang, dimana ada lebih dari 20 bahasa digunakan. Pengunjung juga mendapatkan sosialisasi tentang program – program Uni Eropa yang saat ini goalnya adalah menciptakan Eropa yang lebih aman, lebih hijau, lebih sehat dan lebih digital untuk generasi masa depan. Acara ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang – orang dewasa, namun juga bagi para pemuda, remaja dan anak – anak.

Ada beragam aktivitas bagi anak – anak, misalnya untuk mengajari agar mereka peduli lingkungan sejak usia muda. Ada banyak souvenir yang dibagikan bagi pengunjung. Salah satu yang paling berkesan adalah tempat minum plastic yang mana bahan dasar plastiknya dari tebu, sehingga dapat disebut sebagai plastic dengan “CO2 negative footprint”.

Sebetulnya, 8 tahun lalu saya sudah pernah berkunjung ke “markas antikris”  eh, markas Uni Eropa ini pada even yang sama, yaitu Europe Open Doors Day 2014. Saat itu saya punya prasangka yang buruk terhadap Uni Eropa, bersumber dari pengajaran yang saya dapat sejak remaja. Kunjungan 8 tahun lalu adalah saat dimana saya mulai mendapatkan informasi mengenai Uni Eropa, dari sumbernya langsung, tentang program – programnya, tujuannya.

Dan itu adalah saat dimana saya mulai meninjau ulang apakah prasangka saya itu benar adanya. Dan saya mulai menyadari bahwa ada beberapa fakta sejarah yang keliru dari pengajaran yang saya dapatkan. Sejauh ini program – program dari Uni Eropa dimaksudkan bagi kebaikan umat manusia, terutama di Eropa.

***