Bukti Media Elektronik Adalah Propaganda Terbaik

Selain peran media yang bisa membuat viral, media juga punya peran kuat menyebarkan berita yang bisa mengubah mindset atau cara pandang bagi orang yang menyaksikannya.

Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:03 WIB
0
53
Bukti Media Elektronik Adalah Propaganda Terbaik
Sumber gambar : https://hi.umy.ac.id/pengetahuan-apa-itu-propaganda/

Dengan seiring berkembangnya media sosial dan berbagai platform elektronik bisa menarasikan baik buruk atau memviralkan sesuai keinginan sang Pemilik Media, seorang pahlawan pun bisa dibuat menjadi penjahat dan juga sebaliknya dengan narasi-narasi propaganda dan fake news yang disebarkan terus menerus, seperti yang dikatakan Joseph Goebbles, menteri penerangan Hitler, "Kebohongan yang dikatakan berulang kali akan menjadi suatu kebenaran."

Selain propaganda, fungsi dari platform media sosial juga bisa membuat terkenal suatu peristiwa, sosok atau kejadian apapun sehingga diingat masyarakat disebar di medsos atau dibicarakan terus menerus oleh orang atau akun-akun medsos, baru-baru ini ramai peristiwa Citayam Fashion Week yang mana hanya berjalan catwalk di zebra cross tapi ramai karena media yang sebarkan di medsos, penulis sendiri sering membuka instagram dan banyak sekali akun-akun instagram bertebaran dalam pencarian yang menunjukan kegiatan fashion show dadakan itu dan jadi terngiang terus dikepala akan kejadian itu, itu dari segi medsos.

Dari segi sosok ada Pesulap Merah yang baru-baru ini viral karena membongkar sulap recehan yang dilakukan oleh dukun berkedok baju agama, menunjukan seolah-olah dukun tersebut sakti tapi dalih dalih sakti hanya menggunakan trik sulap sehingga seolah-olah semua perbuatannya karena karunia Tuhan padahal ujung-ujungnya duit dengan alasan pembersihan diri dari santet dan kawan-kawannya.

Juga yang baru-baru ini ramai adalah Tewasnya Brigadir J yang kabarnya dibunuh di rumah  Irjen FS, jujur penulis tidak mau terlalu masuk ke dalam kasus tersebut karena belum terlalu banyak baca tentang kasus tersebut, namun yang penulis soroti adalah peran media yang membuat kasus ini menjadi besar, mungkin pembaca masih ingat kasus kopi bersianida yang membunuh Alm. M yang dilakukan oleh J, penulis masih ingat saat menonton tv, pasti statsiun tv yang berfokus menayangkan berita  pasti menayangkan kasus itu secara live sampai berjam-jam lamanya dan Pengacara J, suami dan ayah almarhum seolah-olah menjadi sosok viral dan menaikan nama orang tersebut, mungkin banyak kasus pembunuhan tapi karena media tidak menyoroti kasus tersebut secara masif, sehingga kasus tersebut tidak seviral kasus tewasnya Brigadir J atau kasus kopi bersianida

Peran media sangat kuat mengangkat dan menghembuskan berita-berita diatas, sehingga dari mungkin hanya dari gosip di kalangan orang terdekat saja sampai menjadi bahan konsumsi nasional.

Selain peran media yang bisa membuat viral, media juga punya peran kuat menyebarkan berita yang bisa mengubah mindset atau cara pandang bagi orang yang menyaksikannya, kita kadang sebagai penikmat berita hanya melihat dari apa yang disajikan, tapi kebenaran dibalik itu siapa yang tahu?

Berita atau media bisa membuat pahlawan menjadi penjahat dengan narasi yang dibuat berulang-ulang dan menayangkan fitnah atau tag line yang menyudutkan orang tersebut, contoh: Perang Rusia Ukraina seolah-olah banyak media dari barat yang mengibaratkan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah next Hitler yang bisa membuat Perang Dunai 3, walau dia hanya mempertahankan kepentingan nasional negaranya. Berita palsu dan fitnah yang disemburkan itu bisa menjadi kenyataan yang dipercaya orang walau itu sebuah kebohongan.

Big lie/kebohongan yang diceritakan berulang kali, Fire house of false/Semburan Dusta, Fake news/Hoax adalah senjata dan taktik dan Viral adalah hasilnya, baik atau buruk tergantung narasinya, kalau dulu kertas yang disebarkan, koran yang dicetak dan radio yang disiarkan, sekarang ada banyak media buatan dan platform medsos instagram dan twitter yang disebar untuk konten video.

***