Di Tangan Menteri dari Gerindra, Isu Tiongkok Tak Lagi Menohok

Penolakan terkait isu Tiongkok bagi Jokowi bisa menimbulan sentimen negatif, tapi bagi Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto tidak menimbulkan sentimen negatif atau penolakan.

Senin, 4 November 2019 | 07:55 WIB
0
275
Di Tangan Menteri dari Gerindra, Isu Tiongkok Tak Lagi Menohok
Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo (Foto: detik.com)

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo yang baru dilantik oleh presiden Jokowi dan menggantikan menteri sebelumnya yaitu Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa Indonesia perlu belajar cara atau teknik budidaya udang kepada Tiongkok atau Cina. Karena, Tiongkok mempunyai teknologi yang canggih terkait budidaya udang dan mempunyai penangkal penyebaran virus atau penyakit udang yang dihadapi oleh budidaya udang lokal.

Pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanakan tersebut  disampaikan acara saat menerima kunjungan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian, Jumat (1/11/2019).

Inilah menariknya, selama ini kata Tingkok, khususnya istilah Cina, mempunyai dampak negatif atau menimbulkan resitensi atau penolakan sebagaian masyarakat tanah air, yang begitu anti Cina. Apalagi terhadap pemerintahan Jokowi yang begitu masif menghadapi tuduhan atau serangan terkait investasi Tiongkok.

Namun demikian, ketika yang menjadi menteri Kelautan dan Perikanan dari partai Gerindra, kerjasama dengan Tingkok dalam budidaya udang tidak menimbulkan resitensi atau penolakan oleh sebagian masyarakat yang selama ini begitu alergi dengan negara Tiongkok atau Cina.

Seandaianya kerjasama dengan Tingkok  dalam budaya udang dilakukan oleh menteri Jokowi dan partai Gerindra tidak masuk dalam koalisi Jokowi, niscaya akan menimbulkan sentimen negatif atau penolakan oleh sebagian masyarakat kita. Dan hujan kritikan akan tertuju pada pemerintahan Jokowi.

Tapi syukur alhamdulilah, yang menjalin kerjasama tersebut menteri yang berasal dari partai Gerindra dan sentimen negatif atau resitensi tersebut nyaris tidak ada. Padahal sebelum pilpres isue anti Cina begitu masif dan sampai membuat pemerintah kalang kabut untuk membantah isue tersebut tidak benar. Bahkan menurunkan elektabilitas Jokowi wakti itu.

Begitulah resitensi atau penolakan terkait isue Tiongkok, bagi Jokowi bisa menimbulan sentimen negatif tapi bagi Edhy Prabowo dan Prabowo Subianto tidak menimbulkan sentimen negatif atau penolakan.

Aneh bukan? Obyeknya sama, masyarakatnya juga sama. Tapi bisa menimbulakan dampak atau sentimen yang berbeda.

***