Jakarta - Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional dengan menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor hilir minyak dan gas bumi sebagai prioritas strategis. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan menuju kedaulatan energi nasional di tengah dinamika transisi energi global.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan komitmennya dalam membangun kompetensi SDM hilir migas secara terintegrasi melalui kolaborasi antara regulator, badan usaha, dan institusi pendidikan. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa SDM memegang peran sentral sebagai penggerak utama sektor energi nasional.
“SDM bukan sekadar aset tetap, melainkan penggerak utama yang mampu memimpin Indonesia mencapai kedaulatan energi,” ujar Wahyudi dalam keterangan pers di Jakarta.
Ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda untuk terlibat aktif di sektor hilir migas melalui penguatan kapasitas akademik dan keterampilan praktis. “Sangat penting menjadi generasi muda yang secara akademik cukup dan layak untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di lingkungan kerja, termasuk di hilir migas,” lanjutnya.
Menurut Wahyudi, pengembangan SDM perlu ditopang kurikulum berbasis kebutuhan riil di lapangan, dengan pendekatan studi kasus dan pemanfaatan teknologi informasi. Ia juga mendorong badan usaha hilir migas berperan aktif melalui program magang, beasiswa, serta penyerapan lulusan secara lebih luas dan terstruktur.
Sejalan dengan itu, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama menyoroti bahwa sektor migas saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari transisi energi ramah lingkungan, pemeliharaan fasilitas lama, hingga disrupsi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Karena itu, ia menilai kompetensi SDM hilir harus diperluas, tidak hanya pada aspek teknis operasional, tetapi juga kemampuan adaptasi regulasi, literasi digital, dan kepemimpinan.
“Transformasi SDM bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat secara energi di tengah perubahan zaman,” kata Rachmat.
Dari sisi pendidikan vokasi, Direktur PEM Akamigas Erdilla Indriani menegaskan komitmen lembaganya dalam menyiapkan lulusan siap industri melalui kurikulum berbasis capstone project dan sertifikasi kompetensi. Pihaknya juga membuka ruang besar bagi dosen praktisi dari industri untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
“Kami membutuhkan dosen praktisi untuk berbagi pengetahuan, baik secara daring maupun luring. Kami ingin mahasiswa belajar dari mereka yang berkecimpung langsung di industri migas,” ujarnya.
Penguatan SDM hilir ini menjadi bagian penting strategi nasional, agar sektor energi tidak hanya kuat dari sisi infrastruktur, tetapi juga unggul dalam kapasitas manusia pengelolanya.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews