JAKARTA - Stimulus dan program belanja selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H/2026 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan konsumsi masyarakat. Hal ini tercermin dari meningkatnya transaksi domestik serta aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 menjadi salah satu pendorong utama konsumsi masyarakat.
“Program ini menargetkan transaksi sekitar Rp53,38 triliun atau meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Airlangga, konsistensi pelaksanaan program tersebut mampu menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ekonomi domestik, khususnya pada periode hari besar keagamaan.
Sejalan dengan itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat adanya lonjakan konsumsi rumah tangga selama libur Lebaran. Peningkatannya diperkirakan berada pada kisaran 10% hingga 15%, yang turut mendorong perputaran uang di masyarakat.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menilai peningkatan konsumsi tersebut menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.
“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idul Fitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%-15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% sampai 5,5%,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimisme tersebut juga didukung oleh rangkaian momentum konsumsi sejak awal tahun, mulai dari libur Natal dan Tahun Baru hingga perayaan Imlek.
“Maka kami sangat optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,” ucapnya.
Di sisi lain, kalangan akademisi menilai konsumsi rumah tangga memang memiliki kontribusi dominan terhadap perekonomian nasional.
Peneliti Senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menyebut peran konsumsi sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Jadi ketika momen Lebaran konsumsi meningkat, dampaknya sangat signifikan,” ujarnya.
Joko juga menyoroti peningkatan aktivitas di sektor transportasi dan distribusi barang yang ikut menggerakkan ekonomi.
“Di momen Lebaran sektor transportasi biasanya meningkat karena mobilitas masyarakat tinggi. Selain itu pergudangan dan distribusi barang juga ikut naik,” ucapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga akibat tingginya aktivitas ekonomi. Karena itu, peran pemerintah dalam menjaga stabilitas menjadi krusial.
“Pemerintah perlu memastikan bahan pangan aman, harga tetap stabil, dan transportasi tetap lancar agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ucapnya.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews