Otsus Papua telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya pemuda di Papua. Dengan adanya program tersebut, banyak generasi muda Papua melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Perkembangan zaman terus berjalan, termasuk di dalamnya terdapat otoritas daerah yang juga ikut berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Tiap-tiap pemerintah daerah terus berupaya untuk memberikan dan menjadikan daerah tempat mereka mengabdi turut ikut didalamnya.
Sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap pembangunan di tiap daerah, yang mematokkan anggaran khusus untuk setiap perkembangan yang terjadi.
Kaum muda yang berdiri atas nama Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia, menyatakan bahwa mereka sepenuhnya mendukung dan solid terhadap AMMPI (Aliansi Mahasiswa dan Milenial Papua Indonesia) yang sedang menuntut pemerintah untuk melanjutkan pemekaran dan Otsus yang terjadi di Papua.
Dukungan tersebut bukan berarti tanpa alasan. Melihat perkembangan yang kini terjadi di Papua juga tidak begitu saja berkembang bila tidak adanya tuntutan dari AMMPI. Yang merasa bahwa pemerintah belum sepenuhnya fokus terhadap kesejahteraan masyarakat Papua.
Karena kaum muda tidak mungkin serta merta berunjuk rasa begitu saja bila tidak ada faktor utama.
Ali Kabiay, ketua dari AMMPI bersama rekan hanya menuntut pemerintah pusat untuk tidak berhenti begitu saja setelah terjadi Otsus pertama. Karena bagaimana juga dampak yang sudah terjadi dari adanya otoritas khusus tersebut sudah dirasakan oleh masyarakat Papua.
Sedangkan bila melihat wilayah Papua itu sendiri tidak hanya melingkupi pada satu kota saja, tetapi juga masih ada banyak daerah-daerah lainnya yang juga harus turut merasakan adanya Otsus dan pemekaran tersebut.
Sebagai kaum muda yang lahir dan tumbuh di Papua, Ali Kabiay menganggap bahwa dengan adanya Otsus tersebut, itu berarti pemerintah sudah mulai memberikan perhatian terhadap pulau yang sudah terkenal kurang aman tersebut. Ia ingin agar pulau tempatnya lahir dan tumbuh tersebut dapat menjadi pulau yang aman dan sejahtera.
Namun sayangnya pemerintah hanya fokus pada beberapa daerah saja, padahal ruang lingkup dari Papua seperti yang sudah dijelaskan di atas masih ada banyak daerah yang belum tersentuh oleh pemerintah. Pemekaran terhadap daerah-daerah otonomi baru wajib untuk dilaksanakan, agar prakarsa dan keberlanjutan akan pembangunan yang terjadi dapat berjalan dengan cepat.
Selain menuntut Otsus dan pemekaran atas daerah-daerah otonomi baru, AMMPI juga mengangkat poin-poin lainnya yang akan mereka lanjutkan kepada beberapa instansi, yakni Komisi 1 DPR RI, Menkopolhukam, DPR Papua serta Polda Papua.
Namun fokus utama mereka tetap pada kedua hal tersebut saja, karena sudah mampu untuk merangsang kemajuan yang sudah terjadi di berbagai daerah di Papua.
Maka tidak heran kalau banyak komunitas dan aliansi yang turut memberikan dukungan penuh terhadap usaha dan upaya yang dilakukan oleh pemuda-pemuda asal Papua tersebut.
Sebagai pemuda yang juga lahir dan besar di Indonesia, tentu akan mendukung penuh perkembangan yang terjadi di Papua. Karena bagaimana juga Papua merupakan salah satu anak dari Indonesia yang juga wajib untuk diberikan perhatian.
Tidak hanya perhatian saja, tetapi juga perlakuan yang adil dengan daerah-daerah lainnya. Dan sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah pusat untuk memberikan dukungan secara penuh kepada pemerintah daerah Papua yang sedang berusaha membangun dan memperbaiki perkembangan yang ada saat ini.
Menjadikan Papua sebagai wilayah yang aman kondusif merupakan bagian dari isi Pancasila sila kedua dan keempat. Jadi sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah saja tetapi juga masyarakat Papua untuk mendukung laju dari perkembangan yang sedang berjalan.
Karena apapun yang terbaik tentu bukan lagi menjadi impian banyak orang yang tertunda, melainkan harus dapat terwujud dengan berbagai cara yang tepat dan tidak merugikan pihak manapun.
Kalau bisa dilakukan dengan baik, pastinya dukungan dari berbagai arah juga akan datang dan memberikan support serta rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama.
Semoga apa yang sudah dilakukan oleh kaum milenial AMMPI dapat terwujud demi terlaksananya Otsus jilid 2 dan pemekaran daerah-daerah otonomi baru. Sehingga perkembangan zaman tidak lagi hanya dirasakan di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga dirasakan di Papua, agar menjadi daerah yang aman, nyaman, dan juga kondusif.
)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews