Sebagian Besar Manusia Tidak Berani Bercita-cita Menjadi Orang Hebat

Sungguh Tidak Ada Tuhan selain ALLAH yang sanggup menolong dan membimbing kita dalam menempuh perjalanan hidup di dunia ini.

Minggu, 10 Mei 2020 | 06:12 WIB
0
287
Sebagian Besar Manusia Tidak Berani Bercita-cita Menjadi Orang Hebat
Ilustrasi (Foto: inspiradata.com)

Setiap bayi yang dilahirkan di dunia ini bukan sekedar untuk meramaikan kehidupan di dunia tersebut atau hanya sekedar sebagai penggembira saja, tetapi dilahirkan untuk menjadi Khalifah (penguasa) di muka bumi ini. Menjadi Khalifah atau Pengelola atas seluruh Alam Semesta ini merupakan tugas yang luar biasa besar dari ALLAH Tuhan Yang Telah Menciptakan Seluruh Alam Semesta ini kepada setiap orang yang dihidupkan di dunia ini.

Itu artinya, orang hidup di dunia ini tidak boleh asal hidup, dari bangun tidur ke bangun tidur lagi kerjaannya ya begitu-begitu saja.

Sebagian besar orang merasa kalau sudah dapat hidup dari hari ke hari, bisa makan dan minum, hidupnya sudah cukup, tinggal menunggu kapan meninggal dunia. Hanya sebagian kecil orang yang mempunyai kesadaran bahwa hidup manusia itu sangat berbeda jauh sekali dengan hidup binatang. Perhatikanlah, hidup binatang dari hari ke hari, hanya begitu-begitu saja, tidak ada sesuatu yang luar biasa yang diperjuangkan.

Setiap manusia diciptakan oleh ALLAH untuk menjadi orang yang hebat atau luar biasa. Setiap orang oleh ALLAH diberi bekal otak yang luar biasa kemampuannya untuk sanggup berpikir sebagai mahluk yang paling hebat di alam semesta ini. Itulah sebabnya, orang yang sudah tidak mau berpikir lagi dinyatakan bukan sebagai manusia lagi. Siapa saja yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini harus mau terus berpikir dan berpikir terus untuk memperjuangkan sesuatu yang luar biasa.

Sebagian besar manusia tidak mau berpikir secara benar dan rasional. Sebagai contoh sederhana, masih banyak orang yang merokok, padahal merokok itu perbuatan yang membunuh dirinya sendiri (perokok aktif) dan membunuh orang lain (perokok pasif).

Orang yang sedang merokok adalah orang yang sedang merusak dirinya sendiri dan orang-orang lain, bahkan anggota keluarganya sendiri. Coba kita perhatikan, akhir perjalanan hidup para perokok tersebut pasti berakhir dengan kehidupan yang sangat buruk sekali. Di setiap bungkus rokok, ada tulisan MEROKOK MEMBUNUHMU. Itu artinya, rokok merupakan sesuatu yang sangat berbahaya sekali bagi kesehatan manusia.

Tetapi perhatikanlah, sebagian besar orang masa bodoh, tidak mau berpikir lagi tentang dampak sangat buruk sekali bagi kehidupan setiap manusia, terutama kepada dampak kesehatan tubuh manusia. Itu artinya, sebagian besar manusia sudah tidak mau lagi berpikir logis dan sudah tidak mau lagi berpikir dengan benar. Itu maknanya, masih banyak sekali orang yang memilih sebagai golongan manusia yang asal hidup di dunia ini.

Masih ingat kan, kita sering mendengar nasehat bahwa segala sesuatu tergantung kepada niat. Setiap kita mau mendirikan Shalat, kita harus mengucapkan niat bahwa kita itu benar-benar mau Shalat.

Setiap kita mau puasa di bulan Ramadhan, kita disuruh mengucapkan niat mau puasa. Ternyata, sebagian besar manusia itu tidak pernah diajari untuk mengucapkan niat untuk menjadi orang hebat, orang yang terkenal, orang besar. Sebagian besar orang tersebut sangat takut sekali cita-cita yang tinggi ini tidak tercapai di kemudian hari.

Sebagian besar manusia hanya berpikir dengan logika berpikir otak manusia, atau menurut perhitungan akal sehat manusia saja. Sebagai contoh, anak yang lahir dari keluarga sangat miskin sekali, dapat dipastikan anak tersebut tidak berani mempunyai niat atau cita-cita menjadi dokter, atau melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi. Sebab, secara logika dan menurut perhitungan akal sehat seorang manusia, sangat mustahil sekali tidak punya uang banyak dapat kuliah di perguruan tinggi.

Anak tersebut dapat dipastikan juga tidak berani mempunyai cita-cita untuk menjadi Bupati atau Walikota di kemudian hari. Sebab, secara logika dan perhitungan akal sehat manusia, hal tersebut sangat mustahil sekali dapat dicapai.

Sebagai contoh yang lain, ada seorang pemuda dari keluarga yang sangat miskin sekali menurut kaca mata manusia, sebab keluarganya tersebut tidak mempunyai mobil sedan Mercy di rumahnya, dapat dipastikan pemuda tersebut tidak berani mempunyai niat punya isteri dari keluarga yang kaya raya. Pemuda itu pasti sangat takut sekali lamarannya ditolak oleh ayah dan ibu calon isterinya tersebut.

Sebagai contoh lagi, misalkan kita ini seorang guru SD (Sekolah Dasar), sebagian besar dari kita tentu tidak berani mempunyai cita-cita besar untuk menjadi Kepala Dinas di Dinas Pendidikan di suatu Kota atau di suatu Kabupaten. Kalau untuk mempunyai niat saja kita tidak berani, maka dapat dipastikan pintu untuk mencapai cita-cita besar tersebut sudah tertutup rapat-rapat untuk kita. Dan yang lebih parah lagi adalah orang yang menutup rapat-rapat pintu tersebut adalah kita sendiri.

Artinya, siapa saja yang tidak mempunyai niat menjadi orang hebat atau orang besar, maka dapat dipastikan sampai meninggal dunia nanti, orang tersebut hanya menjadi orang biasa-biasa saja, tidak akan menjadi orang besar, orang hebat. Itulah bukti nyata, niat merupakan penentu masa depan kita di kemudian hari. Jika kita menyatakan mempunyai niat panjang umur dan sehat sampai umur 125 (Seratus dua puluh lima) Tahun, insyaALLAH cita-cita kita itu dapat tercapai karena dia kita berupa niat tadi dikabulkan oleh ALLAH.

Sebagai contoh perbandingan yang lain, jika kita pegawai biasa di sebuah bank milik pemerintah, apakah kita berani bercita-cita di kemudian hari kita menjadi Direktur di bank tersebut. Ternyata, sebagian besar karyawan itu tidak berani mempunyai niat di kemudian hari dapat menjadi Direktur di perusahaan bank tersebut. Dasar pemikirannya adalah menurut perhitungan akal sehat sangat-sangat tidak mungkin menjadi Direktur di kemudian hari. Itu artinya, pintu menjadi Direktur di kemudian hari sudah tertutup rapat, dan lebih parah lagi pintu Direktur itu ditutup dan dikunci oleh diri kita sendiri, bukan oleh pihak yang lain.

Kita sekarang sudah mengetahui RAHASIA HIDUP yang luar biasa bagi orang yang ingin menjadi orang hebat, sejak zaman dahulu kala sampai nanti dunia ini berakhir dengan kiamat, yaitu pertama-tama kita harus mengucapkan niat atau cita-cita kita untuk menjadi orang hebat dan besar. Itu artinya, niat itu harus diucapkan secara lisan atau secara bathin. Meskipun, saat kita mengucapkan niat tersebut, kita belum tahu sama sekali bagaimana caranya mencapai cita-cita tersebut, bahkan bisa jadi sangat mustahil cita-cita tersebut dapat dicapai.

Kalau memungkinkan, saat kita mengucapkan niat kita untuk dapat menjadi orang hebat dan orang besar itu, kita menyatakannya pada saat kita mendirikan Shalat, terutama pada saat kita melakukan sujud. Di saat kita sujud itulah, kita sedang dalam posisi terdekat kepada ALLAH. Di saat itulah, ALLAH menjadi saksi atas niat kita untuk menjadi orang hebat, untuk menjadi orang besar, untuk menjadi orang yang berkuasa, untuk menjadi orang yang terkenal.

Setelah kita mengucapkan niat kita atau cita-cita tinggi kita untuk menjadi orang hebat, besar, terkenal tersebut, bisa jadi pada saat itu kita ini dalam keadaan tidak mengetahui sama sekali bagaimana kita mencapai cita-cita kita yang setinggi langit dan yang menurut perhitungan akal sehat manusia sangat-sangat mustahil dapat tercapai. Hanya ada satu hal yang PASTI yang kita ketahui yaitu kita harus mendirikan SHALAT TAHAJUD yang lama di setiap malam hari.

Di dalam Kitab Suci AL-QUR'AN, ALLAH sudah membocorkan rahasia untuk menjadi orang hebat, orang besar, orang terkenal, orang yang menjadi penguasa, yaitu bangun dari tidur di malam hari dan mendirikan SHALAT TAHAJUD yang lama di setiap malam hari. Setelah kita mendirikan SHALAT TAHAJUD yang lama di setiap malam hari, maka kemudian urusan bagaimana kita menjadi orang hebat, orang besar, orang terkenal, menjadi penguasa, itu semua menjadi urusan ALLAH. ALLAH yang akan mengurus apa dan bagaimana cita-cita besar kita itu dapat tercapai.

Setelah kita banyak sekali mendirikan banyak mendirikan Shalat Tahajud yang lama dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, ALLAH pasti akan memenuhi janjiNYA untuk memberikan hadiah berupa kedudukan yang tinggi dan mulia kepada kita. Kita yang tadinya tidak mengetahui apa-apa pasti akan dibimbing dan diarahkan oleh ALLAH sehingga dikemudian hari cita-cita besar kita yang tidak masuk akal dan perhitungan akal sehat manusia, akhirnya cita-cita tersebut terwujud dan tercapai. Maha Besar ALLAH Tuhan bagi Seluruh Alam Semesta ini. Sungguh Tidak Ada Tuhan selain ALLAH yang sanggup menolong dan membimbing kita dalam menempuh perjalanan hidup di dunia ini.

Pelajaran tentang Shalat Tahajud ini disampaikan oleh HAKATINDO (Himpunan Keluarga Tahajud Indonesia). MOTIVATOR SHALAT TAHAJUD NO.1 DI INDONESIA. Semoga dengan ilmu Tahajud dari ALLAH tersebut, Kita-kita ini kemudian berani mempunyai cita-cita yang tinggi, mempunyai niat menjadi orang besar, mempunyai keinginan kuat untuk menjadi orang terkenal, menjadi pejabat tinggi, bahkan menjadi penguasa di muka bumi ini.

Ilmu Tahajud dari ALLAH tersebut pasti benar dan sudah dibuktikan sendiri oleh orang-orang yang sudah berhasil mencapai kedudukan yang tinggi, yang tadinya hanya berupa cita-cita yang tidak masuk akal dan tidak mungkin dicapai dengan perhitungan, pikiran, tenaga manusia, alias usaha sendiri tanpa pertolongan ALLAH.                                                      

Dr. Noorchamid Ustadi, MSi., Motivator Shalat Tahajud No. 1 di Indonesia 

***