Memahami Esophagram, Pemeriksaan Radiologi pada Saluran Kerongkongan

Senin, 3 Juni 2024 | 22:13 WIB
0
46
Memahami Esophagram, Pemeriksaan Radiologi pada Saluran Kerongkongan
Esophagram

Esophagram atau biasa juga dikenal sebagai barium swallow atau esophagography, adalah salah satu prosedur pemeriksaan radiologi yang akan digunakan untuk mulai memvisualisasikan saluran pada kerongkongan atau esofagus. Prosedur ini membantu dokter dalam diagnosis berbagai kondisi yang memengaruhi esofagus, seperti penyempitan, divertikula, ulkus, atau kelainan struktural lainnya ini.

Apa itu Esofagram?

Esofagram merupakan jenis pemeriksaan sinar-X, yaitu fluoroskopi, untuk mengambil video kondisi saluran pencernaan bagian atas saat pasien menelan larutan barium. Prosedur ini dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi gangguan yang terjadi pada saluran pencernaan bagian atas, mulai dari mulut, bagian belakang tenggorokan, kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari (duodenum).

Tujuan Esofagram

Secara umum, tujuan dari adanya pemeriksaan esofagram adalah untuk membantu menegakkan diagnosis kondisi medis tertentu yang akan sangat memengaruhi bagian belakang tenggorokan, kerongkongan, lambung, dan bagian pertama dari usus halus (duodenum atau usus dua belas jari). Dalam hal ini, ada juga beberapa kondisi medis yang dapat dideteksi melalui esofagram ini adalah:

- Disfagia (gangguan menelan).

- Penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

- Kanker esofagus.

- Akalasia.

- Varises esofagus.

- Kejang esofagus, yaitu kontraksi otot-otot esofagus yang tidak normal yang dapat menyebabkan kesulitan menelan dan nyeri dada.

- Esofagitis eosinofilik, yaitu peradangan pada dinding esofagus yang dipenuhi sejumlah besar eosinofil (sejenis sel darah putih).

- Divertikula esofagus, yaitu terbentuknya kantong di bagian dalam esofagus.

- Striktur esofagus, yaitu penyempitan esofagus.

- Hernia hiatus, yaitu kondisi di mana sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dada.

- Luka, polip, dan tumor di saluran pencernaan bagian atas.

Bagaimana Esophagram Dilakukan?

- Persiapan: Sebelum menjalani esophagram, pasien mungkin perlu melakukan persiapan tertentu, seperti berpuasa selama beberapa jam sebelum prosedur untuk memastikan perut kosong dan mengoptimalkan visualisasi esofagus.

- Konsumsi Kontras: Selama prosedur, pasien akan diminta untuk menelan larutan kontras yang mengandung bahan berat seperti barium sulfate. Barium ini akan membuat esofagus menjadi terlihat lebih jelas pada gambar rontgen.

- Pencitraan: Setelah konsumsi kontras, serangkaian sinar-X akan diambil saat pasien menelan dan menggerakkan kontras melalui esofagus. Dokter atau radiolog akan memandu pasien untuk mengambil posisi yang tepat selama pemindaian untuk memastikan visualisasi yang optimal.

- Analisis dan Interpretasi: Gambar-gambar rontgen yang dihasilkan akan dianalisis oleh dokter untuk mendeteksi adanya kelainan atau abnormalitas pada esofagus.

Manfaat Esophagram

- Deteksi Kondisi Esofagus: Esophagram membantu dalam deteksi berbagai kondisi yang memengaruhi esofagus, seperti penyempitan (stenosis), divertikula, ulkus, hernia hiatus, atau kelainan struktural lainnya.

- Evaluasi Disfagia: Disfagia atau kesulitan menelan adalah gejala umum yang dapat terkait dengan masalah pada esofagus. Esophagram dapat membantu dalam mengevaluasi penyebab disfagia dan membantu dalam perencanaan penanganan yang tepat.

- Pemantauan Pasca-Pengobatan: Esophagram dapat digunakan untuk memantau respons pasien terhadap pengobatan atau prosedur tertentu yang memengaruhi esofagus, seperti pengobatan untuk penyempitan esofagus atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Persiapan dan Prosedur

- Puasa: Pasien mungkin diminta untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum prosedur untuk memastikan perut kosong dan meningkatkan kontras pada gambar rontgen.

- Konsumsi Kontras: Pasien akan diminta untuk menelan larutan kontras yang mengandung barium sulfate, yang akan membuat esofagus lebih terlihat pada gambar rontgen.

- Pencitraan: Selama pemindaian, pasien akan diminta untuk menelan dan menggerakkan kontras melalui esofagus sambil berbagai gambar rontgen diambil untuk menangkap pergerakan kontras dan visualisasi esofagus.

- Analisis dan Interpretasi: Dokter atau radiolog akan menganalisis gambar-gambar rontgen yang dihasilkan untuk mengevaluasi struktur dan fungsi esofagus, serta mendeteksi adanya kelainan atau abnormalitas.

Risiko dan Komplikasi

Meskipun esophagram ini dianggap aman, beberapa risiko dan komplikasi dapat terjadi, termasuk:

- Reaksi Alergi: Beberapa pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kontras yang digunakan selama prosedur.

- Obstruksi Usus: Terkadang, barium yang tertelan dapat menyebabkan obstruksi usus jika terjadi pengerasan atau penumpukan di dalam usus.

- Iritasi Esofagus: Pasien mungkin mengalami iritasi atau ketidaknyamanan pada esofagus setelah prosedur karena kontras atau penggunaan alat endoskopi.

-Perforasi Esofagus: Meskipun jarang terjadi, komplikasi serius seperti perforasi atau robekan pada esofagus dapat terjadi selama atau setelah prosedur.

Kesimpulan

Esophagram ini sendiri merupakan prosedur pemeriksaan radiologi yang sering digunakan untuk memvisualisasikan esofagus atau saluran kerongkongan. Prosedur ini membantu dalam diagnosis berbagai macam kondisi yang memengaruhi esofagus, seperti penyempitan, divertikula, atau ulkus. Meskipun persiapannya memerlukan beberapa langkah dan risiko terkait mungkin ada, esophagram umumnya dianggap sebagai metode yang aman dan efektif untuk mengevaluasi kesehatan esofagus. 

Dengan diagnosis yang sangat tepat dan juga penanganan yang tepat waktu, maka kondisi seperti disfagia atau penyakit GERD akan dapat dikelola dengan jauh lebih efektif, lalu akan meningkatkan kualitas hidup dari pasien. Sebelum menjalani esophagram, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memahami persiapan yang diperlukan dan juga risiko yang terkait dengan prosedur ini.

Demikian ulasan tentang Pemeriksaan Radiologi pada Saluran Kerongkongan seperti yang dilansir alexistogel slot, Semoga bermanfaat.