Hidup Tak Sakadar Mengejar Jabatan

Saya bukan orang yang pengen jabatan. Tanpa jabatan mentereng dipundak saya puluhan tahunpun, alhamdulillah saya hidup dengan nyaman.

Rabu, 10 November 2021 | 08:12 WIB
0
110
Hidup Tak Sakadar Mengejar Jabatan
Ilustrasi mengejar jabatan (Foto: klikmania.com)

Prihatin, tetapi sekaligus jadi mau tertawa ketika melihat tontonan gratis dari pinggir lapangan. Nonton apa? Nonton kelakuan sebagian orang yang tak mengerti siapa dirinya.

Dua tahun lalu, beberapa orang masuk organisasi top dengan perekrutan yang ketat dan di seleksi. Diputuskan dengan pertimbangan yang sangat matang serta melalui keputusan bersama dari petinggi-petinggi organisasi tersebut.

Namun, kemudian karena euforia, yang terpilih merasa sudah sangat mampu, merasa sudah paling pintar dan merasa tanpa kerja keras akan selamat sampai wisuda di tahun ke 5 dengan gelar cumlaude tanpa melakukan kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan untuk mereformasi "kapal" yang nyaris karam dari tangan nakhoda sebelumnya.

Setelah dua tahun memegang jabatan, merasa kok tiba-tiba raportnya merah hampir kena DO, digoyang bahkan dari nakhoda lama and the genk, dan bahkan awak kapal barunya sendiri.

Lha terus kenapa panitia ujian seleksi yang anda ingat-ingat lagi untuk disalah-salahkan? Bahkan berani mengatakan, panitia ujiannya meluluskan orang-orang yang gak kompeten, orang-orang jalanan untuk mendampingi jadi pengurus?

Apa yakin, diri sendiri waktu itu sudah jadi lulusan terbaik? Apa yakin, sudah menuding ke arah yang benar? Jangan- jangan tudingan nya bisa menjadi boomerang terhadap diri sendiri? Kok hobi menciptakan hantu bayangan?

Dan, merasa seolah mau dijegal oleh orang yang bahkan bukan ancaman, orang sudah lari kencang untuk mencapai tujuan malah dituding sebagai ancaman lupa bahwa yang harusnya dirangkul dimusuhi.

Musuh yang harusnya dihadapi itu musuh di luar, ini malah asik berebut stempel pengakuan merasa diri paling benar dan paling direstui petinggi organisasi, sampai akhirnya menciptakan konflik di dalam badan sendiri.

Lalu saya, apakah tertarik untuk nyemplung ke arena? Waaah enggak deh, masih banyak yang bisa saya lakukan untuk diri sendiri dan orang lain yang bisa membawa maslahat yang baik.

Saya bukan orang yang pengen jabatan. Tanpa jabatan mentereng dipundak saya puluhan tahunpun, alhamdulillah saya hidup dengan nyaman.

***