Tentang Jerinx

Untuk mengukur sejauh mana sifat megalomaniak itu bisa menolong dia lepas dari jeratan plastik yang membuat perih pergelangan tangannya. Dan terhina..

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19:27 WIB
0
71
Tentang Jerinx
Jerinx (diadona.id)

Dia memang pantas ditahan. Perkara laporan IDI hanyalah entry point' untuk membungkam mulut dia yang sejak lama bau megalomaniak.

Yes rapid test memang memberatkan. Negara tidak mampu ( baca : tidak berdaya) membersihkan sengkarut rumah sakit dan lembaga lain yang menerapkan tarif seenaknya. Meski sudah ada aturan harga tertinggi rapid test.

Namun menolak rapid. Menolak memakai masker. Menyebarkan pernyataan bahwa Covid 19 tidak berbahaya, sungguhlah rangkaian sepak terjang Jerinx yang membahayakan keselamatan publik.

Karena itu negara merasa perlu membungkam mulutnya.

Jika dia orang jalanan, mungkin tidak pengaruhnya sama sekali. Tapi dia bekas orang terkenal yang menjual remah-remah pamornya. Dan omongannya masih didengar oleh segerombolan orang tolol.

Dia mengobral kebohongan soal Covid untuk coba mengangkat dagunya untuk mengatakan kepada semua orang bawa dia masih ada meski berkali-kali kalah. Saat superman is truly dead. Orkes itu sudah lama mati. Tidak laku lagi.

Ruang tahanan akan menjadi tempat dia merenung.  Bahwa dia bukan Bob Dylan Bahwa dia bukan Paul David Hewson alias Bono U2. Apalagi John Lennon

Jerinx adalah sosok musisi gagal. Karena kecerdasannya tertutup oleh kesombongan dan kekasaran mulutnya.
Jerinx adalah sosok jiwa yang lelah. Dia sunset di tanah anarki.

Dan tanah anarki itu bukan Indonesia yang tengah berjuang melawan Covid 19 lengkap dengan aneka dampak hebat.
Tanah anarki itu ada di mulut dan dunia angan Jerinx. Dan untuk itu, tahanan adalah tanah baru untuk dirinya.

Baca Juga: Apa Salahnya IDI Kacung WHO?

Untuk mengukur sejauh mana sifat megalomaniak itu bisa menolong dia lepas dari jeratan plastik yang membuat perih pergelangan tangannya. Dan terhina..

Adakah kesombongannya mampu mengelakkan dia agar sayap pamornya tidak terpotong..

Dan sadar bahwa dia sama sekali bukan malaikat. Namun sosok yang berasa pedih karena selalu kalah dalam peperangan yang dia buat sendiri.

Sama sekali tidak ada romansa dalam sepak tejrang Jerinx. Kecuali sampah... Dan serapah...

***