Jujur dan Pasien Kita

Mintalah semua orang yang datang ke klinik atau RS untuk menceritakan riwayat perjalanan dan medis secara apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi.

Sabtu, 16 Mei 2020 | 06:00 WIB
0
214
Jujur dan Pasien Kita
Ilustrasi perawatan pasien corona (Foto: kompas.com)

Gara-gara pasien yang tidak jujur, banyak dokter dan perawat RS yang menjadi korban virus corona.

Dokter dan perawat yang terpapar corona ternyata tidak semata akibat kurangnya APD, tapi juga ada faktor pemicu lain yaitu ketidakjujuran para pasien.

Banyak pasien yang memiliki gejala seperti perut sakit atau demam, lalu datang ke rumah sakit, tapi tidak secara jujur menceritakan riwayat perjalanan maupun kesehatannya.

Untuk memastikan seorang pasien positif kena virus corona atau tidak, butuh waktu beberapa hari, menunggu hasil tes.

Dokter yang memeriksa tidak bisa serta-merta menegakkan diagnosa, bahwa orang yang sakit perut pasti kena corona. Apalagi kalau pasien tidak mau menceritakan riwayat perjalanan dan kesehatannya secara detail.

Dokterpun akhirnya menganjurkan si pasien dirawat di ruang rawat inap biasa (bukan ruang isolasi), dengan penanganan biasa tanpa standar penanganan corona.

Para dokter, perawat dan petugas RS yang merawatnya juga tidak menggunakan APD.

Begitu hasil tes dinyatakan positif corona, gemparlah seisi RS. Begitu jejak perjalanan pasien terdeteksi, gegerlah seluruh RS. Begitu hasil tes di RS lain terungkap, menangislah seluruh RS.

Si dokter marah, perawat marah, RS marah pada pasien itu. Tapi semua sudah terlambat. Banyak dokter dan perawat yang akhirnya terpapat dan jadi korban.

Buat semuanya, marilah kita jujur. Juga saat kita memiliki gejala dan terpaksa harus ke dokter atau RS. Ceritakan semuanya pada dokter atau perawat, selengkapnya. Jangan ada yg ditutupi.

Dengan kita jujur, kita menyelamatkan nyawa banyak orang. Juga menyelamatkan nyawa perawat dan dokter, yang telah menyelamatkan nyawa kita.

Buat Gugus Tugas Covid -19 dan relawan, Mas Irwan Julianto ayo kita terus suarakan pentingnya kejujuran oleh setiap pasien yang datang ke klinik atau ke RS.

Mintalah semua orang yang datang ke klinik atau RS untuk menceritakan riwayat perjalanan dan medis secara apa adanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi.

Salam sehat, mari jujur, lawan corona!

***