Dunia Ilmiah Digugat demi Kepentingan Politik?

Saat ini bukan gereja yang menggugat ilmu pengetahuan namun para politisi dan pendukungnya yang melawan siapa saja yang dianggap menggangu kepentingannya.

Kamis, 2 Mei 2019 | 09:06 WIB
0
362
Dunia Ilmiah Digugat demi Kepentingan Politik?
Ilustrasi Archimedes

Saat ini kita seperti memasuki era kecurigaan di hampir semua lini. Para peneliti atau bahkan hasil ilmu pengetahuan yang diproduksi tak luput dari sasaran kecurigaan. Demi kepentingan politik, upaya delegitimasi terhadap dunia ilmiah terjadi.

Saat ini, hasil penelitian ilmiah menjadi sasaran kecurigaan oleh pihak-pihak tertentu hanya karena hasil penelitian itu tak sesuai dengan harapan atau kepentingan politik.

Kecurigaan itu diekspresikan melalui pertanyaan pertanyaan seperti: "Untuk kepentingan siapa penelitian itu dilakukan? Siapa yang mendanai?"

Pertanyaan pertanyaan seperti ini sebenarnya mengarah pada pandangan bahwa tak ada kerja ilmiah yang bisa dipercaya karena semua tergantung pada siapa yang membiayai. Para peneliti tak lebih sebagai "orang bayaran" yang dapat menghasilkan apa saja sesuai pemesannya. Seolah-olah para peneliti tak memiliki integritas ilmiah yang dipegang teguh karena kaidah-kaidah ilmiah objektif peneliti semua bisa beli.

Uang dilihat sebagai penentu utama. Tanpa menutupi adanya akademisi yang melacurkan diri, tapi pandangan seperti ini cenderung "gebyah uyah."

Anehnya, di tengah munculnya ancaman ini, ada sebagian akademisi sendiri yang seakan-akan ikut arus menyetujui dan bahkan menjadi bagian penggempur melawan dunianya sendiri. Hasil ilmu pengetahuan yang selama ini diyakini sebagai hasil kerja objektif digugat oleh kelompok akademisi ini.

Ada gejala kontaminasi politik di kalangan orang-orang terdidik sendiri. Akibatnya, seringkali muncul gugatan-gugatan dari kalangan akademisi sendiri yang tak berdasarkan argumen ilmiah, tetapi lebih pada argumen politik yang penuh kecurigaan.

Orang orang terdidik menjadi terlihat ikut-ikutan bertindak irasional dan mengabaikan landasan ilmiah. Sungguh menyedihkan.

Semua yang terjadi ini, jangan jangan merupakan kebangkitan kekuatan baru kelompok tertentu yang melawan ilmu pengetahuan, sebagaimana dulu pernah terjadi di jaman pertengahan Eropa. Dunia gereja berhadapan dengan dunia ilmiah.

Hanya saja, saat ini bukan gereja yang menggugat ilmu pengetahuan namun para politisi dan pendukungnya yang membabi buta melawan siapa saja yang dianggap menggangu kepentingannya. 

***