Mencuri Diam-diam Pelajaran dari Orangtua, di Situlah Perlunya Shalat Tahajud

Tidak ada lagi obat semahal apapun yang dapat kamu beli. Semoga kita semakin termotivasi untuk mendirikan SHAAT TAHAJUD yang lama di setiap waktu malam hari.

Senin, 22 Februari 2021 | 11:25 WIB
0
93
Mencuri Diam-diam Pelajaran dari Orangtua, di Situlah Perlunya Shalat Tahajud
Mencuri ilustrasi (Foto: tempo.co)

Sebagian besar orang yang menjadi tua, panjang sekali umurnya, seringkali identik dengan tubuhnya, badannya yang semakin lemah, dan semakin lemah. Menjadi tua juga berarti kehilangan banyak sekali rejeki, kekuasaan, kekuatan lahir bathin.

Di saat itulah, orang-orang yang sudah lanjut usia, umurnya 90 (sembilan puluh) tahun ke atas, sangat membutuhkan ditolong oleh anak-anaknya. Itulah kesalahan sangat fatal dari para orang tua, sebab anak-anaknya sudah menikah dan juga membutuhkan biaya sangat besar sekali untuk menghidup-hidupkan keluarganya yang baru tumbuh berkembang.

Semakin orang menjadi tua dan panjang sekali umurnya, itu artinya orang tersebut semakin membutuhkan banyak sekali pertolongan dan perlindungan dari ALLAH Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Telah Menciptakan Seluruh Alam Semesta ini. Tetapi, justru faktanya, sebagian besar orang yang dipanjangkan umurnya oleh ALLAH, mereka justru.semakin menjauh dari ALLAH. Semakin panjang umurnya malah semakin menjauh dan menjauh dari ALLAH.

Pernah kejadian, ada seorang nenek-nenek umurnya sudah 90 (sembilan puluh) tahun lebih, badannya sudah sangat lemah, sehari-hari hanya tidur-tiduran di tempat tidurnya yang sangat sederhana sekali, sementara itu ada orang lain yang mempunyai tempat tidur yang harganya sangat mahal sekali mencapai ratusan juta rupiah.

Nenek tadi malah heran sendiri mengapa dirinya tidak mati-mati sampai sekarang ini. Malah nenek tersebut doanya waktu itu ingin secepatnya dipanggil Tuhan, dipanggil ALLAH. Sementara itu, orang-orang yang masih muda, doanya minta dipanjangkan umurnya, tidak mau cepat-cepat dipanggil oleh Tuhan, ALLAH Yang Maha Esa.

Menjadi tua dan tambah tua itu sesuatu yang harus dihadapi dan tidak dapat dihindari. Kalau ada orang hidup di dunia ini umurnya pendek sudah keburu meninggal dunia, komentar orang-orang adalah kasihan. Kalau ada orang hidup di dunia ini umurnya panjang sampai tua renta dan sakit-sakitan, maka komentar orang-orang semuanya adalah aduh kasihan sekali itu orang.

Kalau begitu, kejadian-kejadian tersebut merupakan sinyal dan isyarat kuat bahwa hidup di dunia ini ternyata tidak enak, tidak membahagiakan. Mati muda artinya sengsara. Mati tua maknanya sangat menyedihkan, apalagi sudah tua renta tidak meninggal dunia meninggal dunia.

Pernah ada kejadian, ada seorang ibu-ibu sudah sangat tua menjadi pengemis dan tinggalnya di emper toko. Sungguh hal tersebut merupakan pelajaran yang sangat mahal sekali bagi siapa saja yang mengaku masih muda sekarang ini. Ibu tersebut justru di masa tuanya malah hidup dalam keadaan sangat sengsara sekali. Ke sana ke mari menjadi pengemis mengumpulkan uang se receh ke se receh hanya untuk bertahan hidup dari hari ke hari.

Pertanyaan kita adalah sewaktu ibu tersebut masih muda, apakah ibu ini dulu tidak berpikir bagaimana nanti saya di masa tua saya jika saya diberi ALLAH umur yang panjang dan panjang sekali, tidak mati mati, tidak meninggal dunia meninggal dunia?

Pelajaran lain yang kita petik dari orang-orang yang menjadi sangat tua tetapi hidup dalam keadaan sengsara dan terlantar, tidak ada lagi anak anak, apalagi saudara kandung, yang mau menolong dan hidup bersama adalah ternyata suatu saat nanti di kemudian hari akan datang suatu waktu, di waktu itu tidak ada satu pun mahluk ALLAH yang sanggup dan mau menolong anda. Di saat itulah, kita baru mengetahui bahwa kita memerlukan pertolongan ALLAH, Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala urusan dan perkara. ALLAH itulah satu-satunya nama yang harus kita sebut-sebut.

Selain ALLAH itu adalah mahluk-mahluk ciptaan ALLAH. Sebagai satu contoh, manusia adalah mahluk ciptaan ALLAH. Keberadaan manusia di alam semesta ini, di dunia ini, merupakan hasil ciptaan ALLAH. Bahkan, kalau mau diperhatikan dengan sungguh-sungguh, proses penciptaan seorang manusia itu sangat panjang dan rumit sekali.

Tidak ada seorang manusia yang tercipta secara tiba-tiba, secara mendadak, dari sel telur sampai lahir sebagai bayi saja sudah melalui tahapan-tahapan proses dari proses yang satu ke proses selanjutnya, dan seterusnya. Bahkan, banyak orang juga tidak mengetahui bagaimana proses terbentuknya sel telur calon menjadi manusia tersebut. Apalagi, kejadian-kejadian apa saja yang terjadi sebelum sel telur calon manusia itu terbentuk.

Contoh lain lagi, mahluk ciptaan ALLAH adalah mahluk halus berupa Jin. Mahluk halus ini ada tetapi tidak semua orang sanggup dan mampu melihat secara langsung wujud dan keberadaan mahluk jin tersebut. Banyak orang berharap kesuksesan hidupnya ditolong oleh Jin dan akhirnya kecewa berat sudah membuktikan sendiri ternyata banyak urusan dan perkara jin-jin tersebut tidak sanggup dan menolong manusia.

Ada orang terkena penyakit kanker yang sangat ganas dan sudah mencapai stadium terakhir, apa ada jin yang sanggup dan mampu menyembuhkan orang tersebut bebas dari penyakit kanker tersebut? Tidak ada. Terus kepada siapa orang yang sedang sekarat tersebut berteriak-teriak meminta tolong?

Baca Juga: Manusia Tak Berdaya Hidup di Dunia Tanpa Bekal Shalat Tahajud yang Banyak

Mahluk ciptaan ALLAH yang lain itu Malaikat. Mahluk halus ini juga tidak kelihatan oleh manusia biasa. Manusia jika berharap ditolong dan dibantu kepada mahluk-mahluk ini juga akhirnya sadar bahwa banyak perkara dan urusan tidak dapat berharap ditolong oleh Malaikat. Contoh lagi, ada orang terkena penyakit kanker otak dan penyakitnya ini sudah sangat super parah sekali, apa ada malaikat yang sanggup dan mampu menyembuhkan penyakit sangat ganas tersebut?

Jawabannya pasti tidak ada. Di situlah kita baru sadar, sesadar-sadarnya bahwa SELAIN ALLAH tidak ada yang sanggup dan mampu menolong kita dalam segala urusan dan perkara yang berat-berat. Silahkan disebutkan Nama Selain Nama ALLAH yang sanggup dan mampu menyembuhkan penyakit kanker yang sangat ganas dan sanggup mematikan hidup manusia.

Ada kasus lagi, seorang bapak sudah menjadi kakek-kakek dan umurnya bisa jadi sudah di atas 80 (delapan puluh) tahun. Kakek tersebut karena sudah ditinggal meninggal dunia isterinya dan sekarang hidupnya ikut anaknya yang laki-laki. Kakek tersebut sekarang ini benar-benar hidup dalam keadaan benar-benar tidak berdaya. Tubuhnya lumpuh dan terkapar di tempat tidur dan tidak mempunyai uang Milyaran rupiah, atau Jutaan rupiah sekalipun.

ALLAH sudah jauh-jauh hari memberikan peringatan keras kepada semua manusia di dalam Surat Yasin di dalam Kitab Suci ALQURAN: "Siapa saja yang Kami panjangkan umurnya, maka orang tersebut Kami jadikan seperti awal kejadiannya sebagai bayi". Itulah ketentuan ALLAH bagi siapa saja yang tidak mau Taat dan Patuh terhadap semua Perintah ALLAH yang sudah tertulis di dalam Kitab Suci ALQURAN.

Kita semua pasti pernah memperhatikan apa dan bagaimana kehidupan para bayi. Bayi itu bisanya cuma tidur dan tidur-tiduran saja dari hari ke hari dan bahkan tidak mempunyai uang sama sekali. Segala urusan dan keperluan bayi tersebut tidak dapat diurus oleh bayi itu sendiri. Mengurus bayi bisa jadi merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan bagi kedua orang tuanya. Tetapi, sebaliknya, mengurus orang tua renta yang sudah menjadi bayi lagi tersebut dapat dipastikan merupakan pekerjaan yang sangat menyebalkan dan sangat menyakitkan bagi anak-anaknya bapak tersebut.

Sebagian besar orang-orang yang dipanjangkan umur oleh ALLAH dan menjadi tua renta, hidup dalam keadaan yang sangat sangat menyedihkan dan penuh penderitaan. Bahkan, tidak ada mahluk ciptaan ALLAH, apapun wujudnya dan siapa pun, yang sanggup dan mampu mengeluarkan mereka itu semua dari kehidupan yang begitu buruknya yang menyelimuti para orang tua renta dan sudah lanjut usia lanjut umurnya tersebut.

Pada saat itulah, itulah saat yang disebut ALLAH sebagai saat atau waktu, di mana saat itu kamu tidak mempunyai penolong kecuali ALLAH. Itulah sebabnya, ketika kita sedang mendirikan shalat, kita harus menyatakan bahwa Hanya kepada Engkau Ya ALLAH, kami ini menyembah. Dan hanya kepada Engkau Ya ALLAH, kami ini memohon pertolongan.

Apakah dapat terjadi orang menjadi tambah tua tambah tua, tambah kuat tambah kuat, dan tambah sehat tambah sehat? Apakah dapat terjadi manusia menjadi tambah tua tambah tua rejekinya tambah banyak tambah banyak dan tidak dikembalikan sebagai bayi lagi? Apakah dapat terjadi seorang manusia itu tambah tua tambah tua, tetapi tidak menjadi orang yang roboh dan lumpuh terkapar di tempat tidur menyusahkan diri sendiri serta orang lain?

Ketiga pertanyaan besar tersebut jawabannya ternyata hanya satu yaitu Bangun dari tidur di tengah malam dan mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari. Itu artinya, ketika kita hari ini masih muda, masih kuat, dan masih banyak uangnya, Rumusnya itu TAHAJUD, TAHAJUD, TAHAJUD.

ALLAH sudah berpesan di dalam Kitab Suci ALQURAN: Siapa saja yang tidak mau Taat dan Patuh terhadap Perintah ALLAH untuk mendirikan Shalat, termasuk perintah untuk mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap hari, maka tunggulah kamu akan menjadi orang-orang yang roboh. Itu artinya, orang-orang yang berjuang sekuat tenaga untuk bangun dari tidurnya di tengah malam dan kemudian mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari, maka dapat dipastikan, orang-orang tersebut diberi hadiah dari ALLAH berupa MAQAM MAHMUDAH, atau Kedudukan Yang Mulia, Yang Terhormat, Yang Tinggi.

Wujud dari Maqam Mahmudah atau KEDUDUKAN YANG TERPUJI tersebut adalah orang tersebut tambah tua tambah sehat, semua penyakit yang berat-berat dan ganas menjauh semua dari orang ahli Tahajud itu. Itu maknanya, orang ahli TAHAJUD ketika tambah tua tambah tua dijamin oleh ALLAH tidak akan menjadi orang yang roboh, terkapar di tempat tidur, dalam keadaan tidak berdaya apa apa lagi, akibat diselimuti penyakit-penyakit ganas dan mengerikan. Dalam bahasa agama, orang ahli Tahajud itu dapat dipastikan TIDAK AKAN dihinakan oleh ALLAH di kemudian hari.

Baca Juga: Manusia Tak Berdaya Hidup di Dunia Tanpa Bekal Shalat Tahajud yang Banyak

Wujud dari Maqam Mahmudah atau KEDUDUKAN YANG TERPUJI itu berupa orang-orang Ahli Tahajud ketika tambah tua tambah tua, rejekinya malah tambah banyak tambah banyak, bahkan dapat terjadi juga menjadi Milyarder, uangnya banyak. Jika ada orang, tambah tua tambah tua tetapi rejeki tambah sedikit tambah sedikit, uangnya tinggal sedikit saja, itu artinya orang tersebut sedang dihinakan oleh ALLAH, akibat ketika orang tersebut masih muda tidak bersedia mendirikan Tahajud yang lama di setiap malam hari. Orang tersebut di setiap malam hari kerja nya hanya tidur, tidur, dan tidur saja.

Ketetapan dari ALLAH sudah sangat jelas sekali yaitu siapa saja yang menolak perintah ALLAH untuk mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari maka di kemudian hari

orang-orang yang durhaka tersebut pasti ditenggelamkan oleh ALLAH ke dalam lautan kehidupan yang sangat menyedihkan, sangat mengerikan, sangat menyakitkan sehingga di saat itulah tidak ada lagi mahluk ALLAH yang dapat memberikan pertolongan kepada orang tersebut. Pada saat itulah, orang-orang yang selama ini durhaka kepada ALLAH Tuhan Yang Sesungguhnya menjadi sadar sesadar-sadarnya bahwa hanya ALLAH yang dapat memberikan pertolongan.

Resiko dan akibat sangat fatal meninggalkan Shalat TAHAJUD di setiap malam hari itu sangat-sangat mengerikan dan menakutkan sekali. Sudah terbukti, sudah banyak sekali orang-orang yang tidak mau mendirikan Shalat Tahajud yang lama di setiap malam hari, di kemudian hari orang- orang tersebut hidup dalam keadaan yang menyedihkan sekali. Semua orang berkomentar: Sungguh kasihan sekali hidup kamu hari ini. Semua uang kamu tidak dapat menolong kamu lagi. Semua mahluk yang ada di alam semesta ini sudah tidak ada lagi yang sanggup dan mampu menolong kamu.

Tidak ada lagi obat semahal apapun yang dapat kamu beli. Semoga kita semakin termotivasi untuk mendirikan SHAAT TAHAJUD yang lama di setiap waktu malam hari, setelah kita melihat dengan mata kepala secara langsung dan belajar dari pengalaman hidup yang sangat pahit sekali dari orang-orang tua di sekitar kita.

Dr. Noorchamid Ustadi, MSi, Moyivator Shalat Tahajud No. 1 di Indonesia 

***