"Herd Immunity", Biarkan Alam Bekerja dengan Caranya Sendiri

Preventive measures mutlak harus dijalankan. Memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, isolasi bagi pasien. Namun kita juga mempercayakan alam bekerja dengan caranya sendiri.

Minggu, 24 Mei 2020 | 20:11 WIB
0
299
"Herd Immunity", Biarkan Alam Bekerja dengan Caranya Sendiri
Warga Tiongkok mengenakan masker (Foto: asiatoday.id)

Banyak org ribut (dan juga marah) tatkala wacana "herd immunity" dilontarkan demi mengatasi covid-19. Mereka gusar bahwa ini tindakan pemerintah yang tidak bertanggungjawab membiarkan rakyat terpapar covid-19 sehingga jutaan nyawa akan hilang demi tercapainya herd immunity.

Herd immunity adalah kondisi kekebalan (imunitas) yang dicapai oleh sebagian besar komunitas (60 persen atau lebih) terhadap suatu penyakit menular, sehingga penularan terhenti karena mereka yang kebal menjadi pelindung terhadap yang rentan tertular.

Alam ini memang luar biasa, manusia diberi kemampuan untuk membentuk antibodi manakala ada kuman (bakteri, virus, jamur) yang menyerang tubuhnya. Dan antibodi tersebut spesifik untuk masing-masing kuman. Ada antibodi yang bertahan seumur hidup, ada yang tetap efektif untuk beberapa tahun.

Dan antibodi inilah yang berperan besar terhadap kondisi "herd immunity". Di samping antibodi, herd immunity bisa dicapai dengan vaksinasi (pemberian vaksin) secara massal.

Jadi, kalo ada yang gusar mendengar wacana herd immunity untuk covid-19, ini sebetulnya salah kaprah. Herd immunity ini BUKAN program/kebijakan pemerintah. Herd immunity ini selalu terjadi secara alami. Sepanjang hidupnya manusia terpapar dengan bermacam-macam kuman dan otomatis tubuh membentuk antibodi.

Dan manakala 60 persen komunitas manusia sudah mempunyai antibodi, maka penyakit ini berhenti sendiri. Bukan lenyap, tapi terhadang.

Makanya, pada kasus covid-19 disebutkan ada 30 persen yang positif pada swab test tetapi mereka tanpa gejala atau gejala yang sangat ringan. Jumlah 30 persen ini mengindikasikan bahwa sebetulnya sudah mulai proses terbentuknya herd immunity, meskipun belum cukup kuat karena baru 30 persen.

Jadi, langkah apa yang terbaik dilakukan sebelum vaksin dan obat terhadap covid-19 ini ditemukan. Preventive measures mutlak harus dijalankan. Memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, isolasi bagi pasien.

Namun kita juga mempercayakan alam bekerja dengan caranya sendiri. Dengan membentuk antibodi. Dengan menciptakan herd immunity. Yang bukan intervensi dari tangan manusia. Ini intervensi dari tangan Allah sendiri.

***