Museum Rasulullah Dibangun di Indonesia

Museum ini dibangun di Indonesia berkat kerjasama Dewan Masjid Indonesia dan Yayasan Museum Rasulullah di Arab Saudi.

Selasa, 6 Agustus 2019 | 21:32 WIB
0
93
Museum Rasulullah Dibangun di Indonesia
Ilustrasi museum (Foto: GNFI)

Kabar gembira untuk masyarakat Indonesia: Museum Assalamu Alaika Ayyuhannabi -- atau Museum Rasulullah -- akan hadir di Indonesia. Bukan pameran, tapi sebagai museum permanen, sebagaimana yang telah berdiri di Madinah, Arab Saudi dan Qatar.

Delegasi perwakilan Museum Rasulullah yang dipimpin Prof. Dr. Abdullah Nasir Al-Qarni datang dari Arab Saudi untuk bertemu Ketua Dewan Masjid Indonesia yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla untuk mematangkan rencana pembangunan museum tersebut di Indonesia.

Museum Rasulullah sudah berdiri di Kota Madinah dan juga di Qatar. Museum ini modern dan lengkap, dengan tayangan, diorama dan alat peraga digital serta sejumlah koleksi asli peninggalan Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah dan perkembangan Islam di dunia.

Misalnya, miniatur kota Makkah pada zaman Rasulullah masih hidup, serta diorama digital kediaman Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Museum ini juga akan memampangkan peta interaktif jalur hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, lengkap dengan rute, para pengikut dan desa-desa yang telah mereka lewati pada perjalanan bersejarah itu.

Di Museum Rasulullah kita juga akan mengetahui kisah kehidupan Nabi SAW, dari kelahiran hingga kematiannya, sampai ke detail kecil seperti jenis sisir, pakaian yang dikenakan dalam pertempuran, makanan serta obat-obatan yang diminumnya. Museum juga akan menayangkan film interaktif 3D tentang rumah Nabi SAW, dan sebagainya.

Saat ini, setidaknya ada 25 negara telah menawarkan diri untuk menjadi lokasi pembangunan Museum Rasulullah. Di antara 25 negara itu, Indonesia salah satu dipilih oleh Yayasan Museum Rasulullah.

Lalu di mana lokasi museum kelak? Di satu tempat di Kota Jakarta. Luasnya, antara 6.000 sampai 12.000 meter persegi. Museum ini dibangun di Indonesia berkat kerjasama Dewan Masjid Indonesia dan Yayasan Museum Rasulullah di Arab Saudi.

Sungguh, saya pun tak sabar menanti.

***