Asmirandah ke Kristen, Deddy Corbuzier Masuk Islam, dan Surga di Bumi

Peristiwa pindah agama Deddy Corbuzier dan Asmirandah adalah peristiwa ganti baju. Hanya ganti baju yang hanya mereka yang paham motif dan spiritnya. Hanya itu semata.

Senin, 24 Juni 2019 | 10:35 WIB
0
930
Asmirandah ke Kristen, Deddy Corbuzier Masuk Islam, dan Surga di Bumi
Asmirandah (Foto: Detik.com)

Deddy Corbuzier membuat heboh. Dia masuk Islam. Bahkan orang sekelas Ma’ruf Amin pun ikut heboh. Kapolda Yogyakarta Ahmad D pun ikut ribet. Semua heboh. Begitu pun ketika Asmirandah masuk Kristen. Kehebohan membahas satu hal: keyakinan yang kasat mata. Yang bisa dilihat orang.

Hampir semua kelahiran anak manusia selalu melahirkan keyakinan. Terlahir dari rahim Yahudi, anak dianggap sebagai Yahudi. Lalu dibawa ke Sinagog sejak kecil. Maka jadilah dia seorang Yahudi. Yang terlahir sebagai Buddha, maka ajaran Buddha akan menjadi bagian hidupnya.

Begitu pula yang dilahirkan dalam lingkungan Islam, maka Islam akan mewarnai hidupnya. Yang dilahirkan dalam keluarga Kristen, dibawa ke Sekolah Minggu sejak kecil, maka menjadi Kristen adalah kewajaran.

Pendeknya, pemelukan agama hampir semua karena kelahiran. Selebihnya, akibat interaksi antaragama, dalam pergaulan manusia, maka jarang terjadi perpindahan pemelukan agama. Agama sendiri adalah social norm (norma sosial) di suatu wilayah tertentu. Norma sosial itu memiliki fungsi untuk membangun kehidupan, ekonomi, sosial, politik, dan keamanan.

Baca Juga: Tentang Mualaf [1] Deddy Corbuzier

Maka perpindahan agama akan menjadi komuditas menarik. Publikasi menarik. Kepentingan saling berkelindan dan bersentuhan dengan pindahnya Deddy Corbuzier dan Asmirandah. Event perpindahan Deddy Corbuzier juga menunjukkan fungsi nilai agama dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan agama.

Maka di situlah Ma’ruf Amin ikut mengimami shalat Deddy, karena dimensi keyakinan memiliki fungsi publikasi yang menarik massa. Sementara Ahmad Dhofiri memiliki kepentingan lain pula. Ustadz yang mendampingi perpindahan agama Deddy juga berkepentingan pula.

Agama (dan Tuhan) adalah persepsi (tentang nilai) yang dibangun dalam peradaban manusia sepanjang zaman. Misteri kehidupan (saat ini), dan misteri kehidupan (yang diharapkan setelah mati) membangun nilai-nilai agama.

Dan, kebetulan nilai-nilai Kristen dan Islam mengajarkan kepercayaan keyakinan keimanan terhadap Kristus Yesus dan Allah SWT sebagai prasyarat keselamatan kehidupan di dunia dan setelah mati.

(Agama lain seperti Buddha dan Hindu mengajarkan perilaku baik (manusiawi) sebagai prasyarat untuk meraih kekekalan hidup setelah mati. Keyakinan di dalam jiwa dan hati, yang membangun perilaku (manusiawi), menjadi ukuran kesalehan dalam dua agama tersebut. Bukan gebyar di permukaan. Bukan berteriak nggak karuan di jalanan. Inner peace.)

Sejatinya, agama hanyalah baju. Baju yang membungkus keyakinan dan kepercayaan yang ada di dalam hati. Hati dan jiwa adalah roh dari agama.

Sementara agama adalah nilai-nilai. Nilai yang dibangun atas dasar keyakinan. Keyakinan. Tidak ada rasionalitas yang bisa mengukur keyakinan. Pun keyakinan hanyalah peristiwa dalam otak manusia, yang bisa berubah-ubah.

Maka peristiwa pindah agama Deddy Corbuzier dan Asmirandah adalah peristiwa ganti baju. Hanya ganti baju yang hanya mereka yang paham motif dan spiritnya. Hanya itu semata. Tentang Surga?

Karena pada dasarnya semua peristiwa yang berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan adalah surga di Bumi, yang tak harus jauh-jauh dicari, sampai dalam misteri setelah mati.

Dan, nilai luhur kemanusiaan tidak ada hubungannya dengan pemelukan agama atau nilai oleh siapa pun. Bukan Deddy Corbuzier, bukan Asmirandah. Bukan Anda. Bukan saya.

Ninoy N .Karundeng, penulis.

***