Kang Ajat, Senior dan Idola

Namun saat lulus SMA, saya diterima kuliah di ITB. Terpaksa harus "say goodbye" dengan sepakbola. Karena mesti fokus kuliah.

Selasa, 11 Januari 2022 | 19:24 WIB
0
135
Kang Ajat, Senior dan Idola
Ajat Sudrajat (Foto: dok. Pribadi)

Menggilai dunia sepakbola sejak masih SD/SMP di pedalaman hutan belantara di Riau (Sumatera) membikin saya sangat mengidolakan banyak pemain timnas PSSI yang acap berlaga di Stadion Utama Senayan di Jakarta, hanya dari jarak jauh. Pake banget!

Rulli Nere, Anjas Asmara, Rudi Keltjes, Yohanes Auri, Ronny Pasla, Ronni Pattinasarani, dan kawan-kawan hanya bisa saya tonton dari TV hitam-putih. Namun, begitu melanjutkan jenjang SMA ke Bandung, impian saya pengen jadi pesepakbola semakin menggebu-gebu.

Awalnya dulu, saya mulai suka menonton laga klub kebanggaan kota Bandung, Persib. Saat itu bintang idolanya adalah sang striker, kang Ajat Sudrajat.

Selanjutnya, secara diam-diam sayapun mendaftarkan diri ke klub sepakbola di mana doi bergabung, yaitu klub Propelat.

Saat itu, home-base latihan Propelat di Stadion Siliwangi. Sayapun secara diam-diam datang latihan di situ sepulang sekolah.

Mengapa mesti diam-diam? Takut ketahuan ortu. Sebab tujuan merantau ke Bandung adalah untuk bersekolah. Bukan bersepakbola.

Betapa gembiranya saya menjadi pemain yunior Propelat. Dream come true! Bisa seklub dengan pemain senior, Ajat Sudrajat itu sesuatu banget.

Namun saat lulus SMA, saya diterima kuliah di ITB. Terpaksa harus "say goodbye" dengan sepakbola. Karena mesti fokus kuliah.

Cita-cita menjadi pemain Persib pun ambyar...hiks...hiks...hiks !

***