Tips Berolahraga Saat #DiRumahAja

Lakukan lari dengan kecepatan sesuai kemampuan. Jangan memaksakan kecepatan lebih, karena akan lekas capek yang target jarak yang dicanangkan tidak berhasil diraih.

Senin, 20 April 2020 | 07:24 WIB
0
261
Tips Berolahraga Saat #DiRumahAja
ilustrasi: pixabay.com

WFH (Work From Home) dan gerakan #DiRumahAja di masa pandemi Corona ini semakin mempopulerkan budaya rebahan. Jika tak banyak kegiatan yang harus dikerjakan di rumah, maka rebahan menjadi kegiatan favorit selain menghibur diri di depan tv, memainkan jempol di handphone berjam-jam dan: ngemil.

Rebahan, nonton tv, main handphone berjam-jam dan ngemil tanpa diimbangi gerak tubuh hingga berkeringat adalah perpaduan sempurna yang kelak akan berkontribusi besar sekaligus kambing hitam bertambahnya berat badan. Apalagi masih belum jelas kapan pandemi ini akan berakhir. Tentunya hal ini akan berdampak tidak baik terhadap kondisi kesehatan. Karena itu diperlukan penyeimbang agar kesehatan kita selama WFH tetap terjaga. Kebiasaan mager (malas gerak) sangat membutuhkan olah raga.

Memang, sering kali kita punya banyak alasan untuk tidak berolah raga. Tidak ada teman, tak ada fasilitas, terbiasa main footsal bareng teman, tak bisa pergi ke arena gym karena himbauan #DiRumahAja, dan sebagainya. Dan alasan yang lebih dominan biasanya adalah: malas.  Tetapi kalau demi kesehatan, rasanya tidak sulit kita menyingkirkan perasaan malas itu.

Lanjut.

Sebagai pilihan olah raga apa yang paling baik di masa WFH ini, menurutku adalah lari. Mengapa? Karena olah raga ini adalah olah raga yang paling mudah, praktis, dan ekonomis. Tak butuh banyak peralatan, paling banter sepatu kets. 

Kita bisa melakukannya secara sendiri atau bersama keluarga. Tidak disarankan bersama tetangga, karena adanya aturan physical distancing. Karena itu sebaiknya juga dilakukan tidak terlalu jauh keluar dari rumah. Bisa dilakukan di dalam rumah untuk yang memiliki treadmill, atau mengelilingi jalanan di lingkungan rumah kita.  

Alasan lain, lari adalah olahraga yang paling cepat membuat tubuh berkeringat. Di saat berlari hampir seluruh bagian tubuh kita bergerak. Karena cepatnya berkeringat, olah raga ini tak memerlukan waktu yang lama sehingga soal jadwal bisa fleksibel. 

Oke, langsung saja aku bagikan tipsnya ya, sehingga kita tak berlama-lama mager.

Pertama, tetapkan target berapa kilo meter kita bisa berlari sampai berkeringat. Kalau aku biasa memasang target minimal 2 km. Setelah itu terserah mau lanjut atau tidak, tergantung situasi.

Ke dua, cari lokasi  terdekat sehingga tidak perlu jauh-jauh keluar rumah. Sebagai contoh, aku biasa berlari di jalanan depan rumah. Cukup dengan bolak-balik melewati 5 rumah di pagi sehabis subuh, atau kalau sore sekitar jam 5. Jika satu putaran bolak-balik berjarak kira-kira 40 meter, maka untuk berlari sejauh 2 km diperlukan 25 kali putaran. Lokasi yang dekat memungkinkan untuk melakukannya kapan saja.

Ke tiga, pastikan sebelum berlari lakukan peregangan dan pemanasan. Karena ini penting untuk menghindari cedera otot.

Ke empat, jangan lupa tetap memakai masker selama pandemi Corona ini belum berakhir.

Ke lima, selesai berlari jangan langsung duduk. Lakukan pendinginan dengan gerakan peregangan yang mirip dengan pemanasan awal agar tubuh tàk mengalami capek berlebihan, apalagi untuk yang baru memulai rutinitas berlari.

Sebagai catatan, lakukan lari dengan kecepatan sesuai kemampuan. Jangan memaksakan kecepatan lebih, karena akan lekas capek dan target jarak yang dicanangkan tidak berhasil diraih. Belum lagi setelah itu akan mengalami capek berlebihan. Intinya lakukan dengan gembira dan santai.

Kiranya itu saja tips yang bisa aku sampaikan.  Semoga tips ini bermanfaat, sehingga kita semua tetap sehat dan terhindar dari penularan Covid-19.

Salam olahraga.

***