Mengubah Zona Aman Anda

Jika kita ingin melangkah maju, biasakan diri kita untuk membuat lebih banyak pertukaran, ini penting untuk Anda ketahui supaya strategi terus-menerus dimantapkan lagi.

Selasa, 4 Agustus 2020 | 13:13 WIB
0
133
Mengubah Zona Aman Anda
lio bijumes

Zona aman? Tentu kita pernah mendengar kata tersebut. Suatu ketika dalam seminar motivasi yang saya ikuti. Pembicara di seminar tersebut kerapkali menggaungkan kepada peserta, “Janganlah senang di zona aman Anda, memang bisa membuat kita senang tapi tidak menjadikan kita pemenang!.” Ungkapnya. Saya pikir benar adanya, saya sering menjumpai orang jenis ini. Nah, jangan merasa nyaman di zona aman.

Padahal, itu bisa membuat dirinya tidak berkembang atau bertumbuh. Mungkin Anda pernah berada pada zona aman ini. Menurut Abraham Maslow, zona aman itu adalah keinginan alamiah manusia sebagai elemen dalam tingkatan kebutuhan setiap orang.  Namun kita harus ketahui bahwa kita harus merubah tingkatan tersebut dengan bawa pengaruh.

Seperti halnya organisasi yang ingin menjadi pemenang dalam persaingan bisnis, tentunya harus mampu melakukan pelbagai perubahan dan inovasi yang dapat membawa pengaruh bagi lingkungannya.

Untuk dapat memenangkan persaingan segala potensi yang dimiliki perusahaan harus berada di luar zona aman. Karena, jika hanya aman saja maka potensi yang dimiliki perusahaan tidak akan pernah tergali dengan baik.

Setiap manusia, pasti mengetahui potensi besar dalam dirinya. Jika hanya merasa senang berada di zona aman saja maka akan sulit menemukan dan menjadi diri yang tangguh. Oleh karena itu, kita harus punya starategi atau cetak biru untuk dapat bertahan sekaligus membawa pengaruh. Strategi ini sebagai alat  untuk mencapai tujuan kita. Dalam perkembangannya Porter (1997), menjelaskan starategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai tujuan bersaing.

Ketika kita berjalan melangkah dalam mencapai cita-cita, kita seringkali berdiri di persimpangan jalan, dan setiap kali ini terjadi kita merasa aman, padahal kita harus membuat satu strategi dan mengambil keputusan kebermaknaan. Di sini pilihannya hanya tiga: memperoleh, melepaskan, atau menukarkan sesuatu supaya bisa bersaing.

Akhirnya, sobat profesional, jika kita ingin melangkah maju, biasakan diri kita untuk membuat lebih banyak pertukaran. Hal ini penting untuk Anda ketahui supaya strategi terus-menerus dimantapkan lagi. Dari pada Anda berdiri di persimpangan jalan di zona aman, berharap menerima tanpa mengorbankan apapun—jelas situasi ini jarang terjadi.

"JIKA ANDA LEBIH SERING MENYERAH DARIPADA BERJUANG, KEMBANGLAH KETEKUNAN ANDA."