Erick Thohir dan Sarinah

Kasus McD Sarinah ini bukan kasus gaya hidup tapi ada permainan bisnis di baliknya untuk siapa yang menguasai lokasi emas Sarinah itu.

Senin, 11 Mei 2020 | 20:07 WIB
0
461
Erick Thohir dan Sarinah
Erick Thohir dan Sarinah (Foto: kompasiana.com)

Erick Thohir ini mau maenin kesadaran palsu publik soal pemikiran pemikiran Bung Karno lewat Sarinah, pake ngorbanin Mc Donald Sarinah... jangan dikibulin rakyat soal pemahaman modal Bung Karno-lah hanya untuk mematikan saingan bisnis, nggak fair itu namanya.

Kalau mau pake cara Bung Karno itu bukan gaya perang jalanan dengan tutup McD di Sarinah, kalau mau suruh Sri Mulyani Neolib itu jangan ngutang melulu dan bergantung sama IMF... atau bongkar sekalian aliran dana Jiwasraya, Erick pasti taulah sebagian lari kemana.

Politik modal itu juga harus fair jangan manipulasi, kalau manipulasi bisa kesikat kau sama Inggris dan Amerika jago-nya perang modal. Menumbuhkan modal organik harus berani bersaing jangan maen matiin bisnis yang sudah menjadi identitas publik.

Bagi sebagian besar orang McD adalah lambang pembebasan dari tirani, di Moskow dulu orang antri berjam jam di depan gerai McD yang baru dibuka 1990 dan jadi lambang pembebasan dunia di berita berita dunia.

Tahun 1991 McDonald Jakarta buka sekaligus mendobrak sistem industri kuliner secara revolusioner serta memancing kebangkitan industri industri kuliner lokal dengan sistem manajemen restoran yang efektif.

McD Sarinah memang bagian dari modal besar, tapi secara organik bisa menumbuhkan identitas keseharian rakyat, begitu dicintai warga Jakarta dan bila ini kemudian tempatnya dimatikan karena ada agenda lain yang mementingkan kelompok bisnis tertentu maka itu adalah sebuah kejahatan.

Bisnis harus dilawan dengan Bisnis bukan dengan printilan regulasi nggak jelas. Juga jangan sampai ada kelompok usaha tertentu maenin dibalik kasus Sarinah ini.

Erick ini adalah kelompok yang dibesarkan pada era jual beli aset awal tahun 2000-an, kelompoknya juga yang menjadi grup pemain pasar modal jamannya backdoor listing saham-saham batubara.

Salah satu aliran duit Jiwasraya juga masuk ke kelompoknya mengapa ini gak dibuka sekalian. Soal Gedung Sarinah saya gak percaya kalau itu menjalankan model pemikiran Bung Karno, gedung Sarinah sejak awal 90-an sudah jadi rebutan banyak kelompok kelompok bisnis lifestyle yang dibeking anak anak penggede Orde Baru.

Ini sama persis saat salah satu anak Pak Harto mau ambil gedung Garuda dulu yang berada di lingkaran jalan ring satu negara tapi justru Pak Harto yang nolak akhirnya dikasih jalan Kebon Sirih. Kasus McD Sarinah ini bukan kasus gaya hidup tapi ada permainan bisnis di baliknya untuk siapa yang menguasai lokasi emas Sarinah itu.

***