Jebakan Kepakaran

Indah atau gak indahnya desain itu hal yang subyektif. Tetapi keterdesakan konsumen itu hal yang obyektif.

Jumat, 16 April 2021 | 12:41 WIB
0
78
Jebakan Kepakaran
Desain kaus ITB (Foto: dok. Pribadi)

Ketua Ikatan Alumni ITB mendadak meminta saya untuk mendesain kaos Kongres Nasional X nya IA-ITB. Dikasih waktu cuma sehari doang, mesti udah ada ide desain gokilnya. Agar segera diproduksi karena kondisi yang urgen.

Tantangan tersebut pun saya jawab. Saya jawab lebih cepat dari tenggat yang diberikan. Ide desain akhirnya bisa nemu dalam beberapa menit. Lalu, produksi semua kaosnya ternyata bisa beres dalam sehari.

Koq bisa ekspres gitu sih? Ide desainnya dan produksi barangnya bisa sekaligus tuntas...tas...tas...dalam sehari doang? Ini sulap?

Bukan sulap! Bukan sihir!

Ini mah prinsip entrepreneur. Bukan prinsip pakar desain.

Jujurly, saya bukan pakar desain grafis. Saya 100% pebisnis ritel. Terus terang saya sangat bodoh ilmu desain grafis.

Saya sama sekali gak ngerti soal photoshop. Saya sama sekali gak ngerti soal coreldraw. Apalagi soal autoCAD, saya mah bloon pisan. Pokoknya semua kepakaran tersebut saya fakir ilmunya.

Lalu, bijimana bisa saya bertarung menggeluti bisnis industri kreatif di mal-mal terkemuka selama 25 tahun terakhir ini? Jawabannya adalah insting bisnis.

Lewat pengalaman berbisnis, saya dilatih untuk punya kemampuan determinatif (analisa dan eksekusi cepat yang berimpak gokil).

Itulah bedanya pakar desain dan entrepreneur. Pakar desain bekerja PLASTIS (product oriented). Sangat menyembah produk, sehingga acap terjebak berlama-lama melayani idealisme estetika.

Makanya pakar desain sering halu kesempurnaan produk. Sementara, entrepreneur bekerja FLEKSIBEL (market oriented). Sangat menyembah pasar, sehingga kudu lincah melayani realisme kompetisi. Jika entrepreneur lelet, konsumen akan bilang gudbai!

Indah atau gak indahnya desain itu hal yang subyektif. Tetapi keterdesakan konsumen itu hal yang obyektif.

Pesan moralnya, cintai produk secukupnya. Cintai pasar selebihnya.

Hati-hati jebakan kepakaran!

***

( Semenit TRIBUN SABAR )

.