Membuka Bisnis Percetakan [1] Investasi Bukan yang Utama, Melainkan Order

Yang utama dan pertama dalam membangun bisnis percetakan adalah mencari order. Dengan begitu, percetakan bisa dibangun tanpa modal.

Senin, 22 Februari 2021 | 19:42 WIB
0
47
Membuka Bisnis Percetakan [1]  Investasi Bukan yang Utama, Melainkan Order
Abah Fanani (Foto: dok. pribadi)

Sejak lahir, saya dibesarkan di rumah yang ada percetakannya. Di tahun 1998, saya sudah mulai menangani penuh percetakan yang didirikan orang tua saya itu, CV Percetakan Fajar.

Ada keunikan percetakan di mata ayah saya, Alm H Ahmad Fanani, beliau sejak awal 90-an sudah mendorong sejumlah karyawannya untuk membuka percetakan sendiri. Akhirnya di daerah Brangkal Mojokerto Jawa Timur menjadi sentra percetakan. Saat ini ada belasan percetakan berdiri tak jauh dari percetakan kami.

Sedikit aneh pemikiran ayah saya. Beliau menciptakan pesaing. Namun hasilnya memang luar biasa. Setidaknya ada 3 percetakan (mantan karyawan) yang saat ini lebih besar dari percetakan kami. Dan seperti pesan ayah saya dulu, semua pemilik percetakan itu harus saya anggap sebagai keluarga.

Alhamdulillah, hubungan saya sama semua pemilik percetakan di Brangkal itu sangat-sangat baik. Dan bahkan saat ini kami ada grup WA yang isinya bukan bahas pekerjaan tapi lebih pada jaga silaturrahim seperti saat mereka semua dulu bekerja di perusahaan yang sama.

Oh ya, karena usahanya menciptakan pengusaha dari karyawannya sendiri itu, ayah saya sempat mendapatkan penghargaan dari sebuah event Bank Danamon yaitu Danamon Social Entrepreneur Awards 2006 yang memang memberikan apresiasi terhadap pihak-pihak yang memberdayakan masyarakat di lingkungannya.

Cerita di atas mendasari saya untuk bikin sebuah serial tulisan ini untuk siapapun yang tertarik sama bisnis percetakan. Saya siap berdiskusi jika ada yang mau tanya-tanya. Namun sebelumnya bisa disimak serial tulisan saya berikut. Siapa tahu saya bisa melanjutkan niat ayah saya untuk “menciptakan pesaing” dengan wilayah yang lebih luas.

"Pembukaan"

Banyak yang menurut saya salah mindset saat membuka bisnis percetakan dengan cara mengutamakan investasi di sektor tempat atau peralatan (mesin, printer, dll).

Yang utama dan pertama dalam membangun bisnis percetakan adalah mencari order. Dengan begitu, percetakan bisa dibangun tanpa modal.

Dan jangan terpaku pada daerah Anda sendiri. Pangsa pasar percetakan itu luas. Itulah kenapa di daerah kami di Brangkal, jumlah percetakan itu sangat banyak. Ordernya dari seluruh Jatim hingga luar P Jawa.

Coba kalau mindsetnya hanya mencari order di daerahnya, maka percetakan di Mojokerto tidak mungkin bisa berkembang seperti sekarang.

(Bersambung)

***