Mengapa Saham Tempo Hidup Segan Mati Tak Mau?

saham TMPO turun itu sudah lama dan bertahun-tahun ya bagitu adanya hidup segan mati pun tak mau, bukan karena pengaruh gara-gara membuat sampul siluet Pinokio.

Sabtu, 21 September 2019 | 20:41 WIB
0
785
Mengapa Saham Tempo Hidup Segan Mati Tak Mau?
Saham Tempo (Foto: Anto Kasihanto)

Warganet atau nitizen menyangka turunnya saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) karena imbas sampul siluet Pinokio presiden Jokowi di majalah Tempo.

Apakah benar turunya saham TMPO seperti turunya rating aplikasi Tempo Media di PlayStore disebabkan sampul siluet Pinokio presiden Jokowi? Tidak sama sekali! Dan tidak ada hubungannya dengan sampul siluet Pinokio presiden Jokowi.

Mengapa?

PT Tempo Inti Media Tbk. mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indoensia pada tanggal 8 Januari 2001 dengan harga Rp300.

Artinya emiten dengan kode saham TMPO sudah hampir 19 tahun melantai di bursa.

Apa yang terjadi selama perjalanan 19 tahun itu? Apakah saham TMPO semakin naik atau justru sahamnya semakin terjun bebas? Dan apakah saham TMPO diminati atau dikoleksi oleh investor atau trader?

Saham TMPO ternyata tidak diminati oleh investor atau para trader saham. Apa buktinya?

Saat ini saham TMPO pada penutupan sore, hari Jumat, pukul 16.00 WIB ditutup di harga 162 dan penutupan pada hari sebelumnya Kamis yaitu 151. Ada kenaikan 11 poin. Tapi itu kenaikan semu atau kenaikan yang tidak wajar karena  jumlah lot antara pembeli (Bid) dan Penjual (Offer) sangat kecil dan tidak normal. 1 lot sama dengan 100 lembar.

Jadi kalau di saham itu ada namanya Bid (pembeli) dan Offer (penjual). Untuk harga saham antara 50 sampai dengan 200 fraksinya 1, maksudnya kelipatan naik dan turunnya. Misal: 151, 152, 153 dan seterusnya. Ini kalau naik dan warnanya hijau. Kalau turun warnanya merah, misal:151, 150, 149 dan seterusnya. Kalau warna kuning yaitu  penutupan harga sebelumnya.

Nah, pada perdagangan hari Jumat 20/9/2019, saham TMPO sangat sepi seperti hari-hari biasanya, bulan dan tahun ya begitu yaitu sepi. Bisa dikatakan hidup segan mati pun tak mau.

Masak harga saham 151 sampai dengan 200 jumlah lotnya sangat kecil dan tidak normal atau tidak beraturan. Misal ada yang pasang beli: 1 lot, 5 lot, 10  lot 20 lot, 25 lot, begitu juga sebaliknya yang pasang jual: 1 lot, 5 lot , 41 lot, 33 lot.

Artinya kalau ada investor atau trader mau menjual saham dengan jumlah misal 100 lot, tidak bisa atau tidak bisa terserap karena yang mau membeli hanya sedikit jumlah lotnya. Mau dijual  rugi pun juga tidak bisa. Apalagi kalau mau menjual yang jumlahnya ribuan lot.

Baca Juga: Ada Apa dengan Tempo?

Seperti pada pada Jumat kemarin harga Bid (pembeli) 150/20 lot artinya yang mau membeli di harga 150 ada 20 lot. Sedangkan di posisi offer atau penjual pasang harga 164/41 lot. Artinya yang mau menjual di harga 164 ada 41 lot.

Nah itu satu contoh Bid (pembeli) dan offer (penjual) tidak normal. Harusnya setelah harga 150 kelipatanya 151, 152, 153, 154 tapi tiba-tiba melompat ke harga 164.

Harusnya harga saham TMPO sudah di atas 1.000, karena sudah cukup lama melantai di bursa yaitu 19 tahun. Artinya pula kinerja atau laba emiten TMPO tidak bagus dan tidak liquid. Investor tidak berminat untuk membeli saham TMPO.

Jadi saham TMPO turun itu sudah lama dan bertahun-tahun ya bagitu adanya hidup segan mati pun tak mau, bukan karena pengaruh gara-gara membuat sampul siluet Pinokio.

Sebagai  informasi tambahan: Pendapatan usaha emiten PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) sebesar Rp291,55 miliar pada tahun 2018. Dan pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp287,43 miliar. Artinya naik sebesar 1,43%.

Sedangkan laba tahun 2018 yaitu Rp2,85 miliar dan tahun 2017 rugi Rp15 juta.

***