Sejak tanggal 8 Mei 2018 kemarin, berbagai berita, meme, foto, bahkan liputan live dari dalam Mako Brimob memperlihatkan kebiadaban teroris menyiksa dan membunuh polisi.
Sedih sekali melihat agamaku dipakai para bajingan2 teroris untuk menyiksa dan membunuh lima polisi-polisi muda dengan cara yang sangat biadab . Mereka yang gugur itu adalah pahlawan bangsa. Bajingan-bajingan teroris itu hanya makhluk rendah yg merampas agamaku, negeriku, kemerdekaanku. Mereka tidak layak disebut orang Indonesia, mereka tidak layak disebut umat Islam.
Peristiwa ini juga membangunkan kita, bahwa terorisme, walaupun kelompoknya sudah dibubarkan, ideologinya tetap ada dan merupakan sel tidur yang bisa bangun kapan saja.
Itu sebabnya ideologi terorisme harus diberantas sampai akarnya. Terorisme bermula dari sikap intoleransi: tidak dapat menerima perbedaan, memaksakan kehendak dan menolak keberagaman kita. Melawan terorisme harus dimulai dari melawan intoleransi. Melawan inteloransi harus dimulai sejak kecil, dari pendidikan keluarga dan sekolah.
#KamiBersamaPOLRI.
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matanya berlinang
Mas intannya terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang lara
Merintih dan berdoa
Kami yang mencintai Indonesia.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews