3 Gejala Mengapa Sampai Terjadi Pelarangan Pemakaian Cadar

Jumat, 9 Maret 2018 | 08:59 WIB
0
438
3 Gejala Mengapa Sampai Terjadi Pelarangan Pemakaian Cadar

Bercadar adalah salah satu bentuk keragaman tafsir dan pemahaman keagamaan berpakaian di kalangam kaum Muslimin yang dipraktekkan ke dalam sikap sebagai pilihan atau komitmen keagamaan.

Sebagai tafsir, ia adalah tradisi keragaman praktek keagamaan yang sangat biasa dan sudah lama berlangsung dalam sejarah, bahkan menjadi tradisi, seperti halnya perbedaan tafsir dan pemahaman dalam ajaran Islam yang lain seperti shalat, puasa, haji dll.

 

Lalu mengapa ada pelarangan? Bahkan di dalam kampus tempatnya studi Islam dikembangkan, yang pemahaman keragaman Islam itu biasa dikaji, dipelajari dan dipraktekkan dari berbagai aliran dan madzhab untuk tumbuhnya kultur toleransi agama yang moderat? Bahwa setiap tafsir ada dalilnya, setiap pemahaman ada alasannya dan setiap praktek ada dasarnya.

Jawabannya, karena tafsir dan keragaman sebagai khazanah keberagamaan itu dipolitisir oleh sikap paranoid dan phobia yang ironisnya tumbuh di dalam kampus Islam. Paranoid dan phobia orang-orang Islam di dalam institusi Islam tentang ajaran Islam.

Gejala apakah itu? Ada tiga:

Pertama, gejala hilangnya akal sehat dalam masyarakat akibat lama dikonstruk oleh mentalitas rendah diri yang dikendalikan oleh hegemoni narasi-narasi global seperti radikal, fundamentalis, militan dll.

Kedua, gejala radikalisme kelompok dominan atau yang sedang berkuasa atas versi pemahaman keagamaan kelompok lain yang berbeda.

Ketiga, kekerasan struktural atas praktek keagamaan Muslim oleh sesama Muslim dalam masyarakat Islam.

Perempuan yang bercadar sebenarnya rugi karena ia tidak dikenal, bila ia cantik. Lebih rugi lagi karena kecantikannya tidak dikenal. Kecantikan yang tidak dikenal pasti membuat dirinya galau dan kurang sedekah.

***

Editor: Pepih Nugraha