Parepare saat itu sebenarnya sangat sempit wilayahnya. Pertambahan penduduk meniscayakan pembangunan ke atas bukit, tembus ke Bacukiki. Itu juga jalur hiking kami dulu sampai ke Lumpue.
"Parepare kotaku yang permai. Tempat yang tidak dapat kulupa. Megah bersambung menjadi cita. Tanah air nusa dan bangsa. Membela kota jantung niaga. Adil dan makmur bersama. Semoga jaya Parepare. Dirgahayu Parepare."
Itu adalah lagu mars Parepare ciptaan Ibu Sadat, Istri komandan Angkatan Laut Parepare saat itu, yang kami nyanyikan dengan semangat setiap upacara hari Senin di sekolah.
Kala itu, kami anak-anak Parepare selalu bangga menjadi Kotamadya kedua di Sulsel, dan tidak mau kalah dengan Makassar, yang kemudian berubah menjadi Ujung Pandang. Makassar punya lagu mars, Parepare juga. Makassar punya PSM, Parepare punya Persipare. Makassar punya Losari, Parepare punya Lumpue.
Makassar punya pantai, Parepare punya pantai dan bukit. Karena itu, Parepare jika dilihat dari atas sungguh indah. Waktu masih kecil saya suka berkemah di atas bukit Bumi Indah sambil bakar ubi dari kebun Wak Miru. Kalau bosan di bukit, berenang di laut dan melompat dari papan loncat yang ada di pinggir pantai.
Satu lagi yang saya ingat, dulu di Parepare, dekat rumah saya ada Jalan Sekolah. Namanya begitu, sesuai situasinya karena sepanjang jalan itu ada sekolah SD, SMP, SMA, serta madrasah KH Pabbaja tempat saya "massikola Arab."
Memang, bagi masyarakat Sulsel bagian Utara, Parepare adalah tempat untuk bersekolah, kota pendidikan. Alumni sekolah-sekolah Parepare bertebaran di seluruh tanah air di berbagai tingkatan termasuk tingkat nasional.
Parepare saat itu sebenarnya sangat sempit wilayahnya. Pertambahan penduduk meniscayakan pembangunan ke atas bukit, tembus ke Bacukiki. Itu juga jalur hiking kami dulu sampai ke Lumpue.
Banyak kemajuan pembangunan perkotaan di Parepare sekarang, di tengah banyaknya sentra pertumbuhan baru di Sulsel. Namun saya tetap berharap Parepare tetap terdepan bersama Makassar.
Saya juga berharap bahwa pembangunan Parepare tetap mempertahankan identitasnya sebagai kota yang indah, kota pendidikan, pusat niaga, yang rakyatnya adil dan makmur bersama.
Jaya terus Parepare. Dirgahayu Parepare.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews