Minimal 75% warga Indonesia harus sudah dilakukan vaksinasi Booster yang ketiga untuk menciptakan kekebalan secara menyeluruh.
Dunia kembali digemparkan dengan munculnya varian baru dari virus Corona, setelah munculnya varian Delta yang sudah menewaskan kurang lebih 50.000 penduduk didunia. Kini muncul kembali varian virus Corona yang terbaru yaitu Virus Corona Omicron. Bahkan virus Omicron ini lebih cepat menular 7x daripada virus Delta. Kita ketahui bahwa varian virus corona varian Delta selama ini lebih menular daripada virus corona biasa.
Dinegara Indonesia kembali dilanda ancaman gelombang tsunami virus corona yang ketiga, setelah gelombang pertama dan gelombang kedua sudah berhasil diatasi kini pemerintah Indonesia harus waspada terhadap potensi gelombang yang ketiga virus Omicron. Pemerintah indonesia kembali menyiapkan langkah – langkah strategi untuk mengantisipasi lonjakan virus Corona varian Omicron yaitu dengan pemberian Vaksinasi Booster yang ketiga.
Sasaran vaksinasi Booster yang ketiga kali ini menyasar kepada para Lansia, tenaga kesehatan dan penderita Komorbid yang beresiko. Banyak sekali yang menanyakan apakah vaksinasi kali ini efektif untuk menangkal Virus Corona varian Omicron. Dari beberapa pendapat pakar juga menanyakan apakah Vaksinasi kali ini akan efektif terhadap virus Covid 19, salah satunya adalah Mantan Menteri Kesehatan Doktor Siti fadilah Supari yang dalam podcast menanyakan apakah ada relevansi Gelombang ketiga Covid 19 Omicron dengan Vaksin Booster ketiga.
Organisasi kesehatan Dunia yaitu WHO menyatakan bahwa Omicron sebagai Varian of Concern yang berarti perlu diantisipasi dan ditangani sedini mungkin. Salah satu kunci untuk penanganan Virus Omicron yaitu untuk tetap disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan segera vaksinasi Booster yang ketiga.
Di Indonesia, saat ini ada beberapa jenis vaksin Covid-19 yaitu antara lain : Sinovac, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia, Ardiana Kusumaningrum mengatakan bahwa hingga sekarang ini belum ada data apakah vaksin-vaksin yang beredar efektif mencegah atau menekan tingkat keparahan infeksi Covid-19 varian Omicron. "Perlu penelitian mendalam karena Omicron terbentuk dari mutasi yang cukup banyak dan berbeda dari varian sebelumnya," kata Ardiana dalam webinar "Bicara Sehat Special Sentra Vaksinasi Covid-19 Yayasan Wings Peduli dan RSUI: Menuju New Normal 2022".
Beberapa analisis yang sudah dilakukan oleh negara Inggris menunjukkan bahwa penelitian terhadap kasus varian Baru seperti Delta dan Omicron bahwa vaksinasi kurang efektif terhadap penghentian penularan varian terbaru. Tetapi dengan pemberian vaksinasi Booster ketiga kurang lebih bisa melindungi 75% orang – orang yang menderita gejala Covid 19. Maka dari itu pemberian vaksinasi Booster yang ketiga diindonesia perlu digalakkan supaya bisa melindungi warga supaya tidak memasuki fase yang lebih parah.
Dosen Spesialis Medikal Bedah “Prima Trisna Aji” menyatakan bahwa pemberian vaksinasi Booster yang ketiga sangat penting untuk dilakukan dikarenakan Gelombang ketiga dari varian Omicron sudah mulai memasuki negara Indonesia.
Minimal 75% warga Indonesia harus sudah dilakukan vaksinasi Booster yang ketiga untuk menciptakan kekebalan secara menyeluruh. Selain itu juga harus didukung dengan Protokoler kesehatan yang ketat bagi warga masyarakat Indonesia, Ucap Prima Trisna Aji kepada wartawan Media Online.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews