The Circle of Life

Sayapun mencoba mengangkat tubuh cucu yang terasa begitu mungil sambil terbayang betapa kehidupan memang berputar dan dipergilirkan. Inilah "the circle of life".

Kamis, 3 Maret 2022 | 08:22 WIB
0
50
The Circle of Life
Saya dan cucu (Foto: Dok. pribadi)

Tanpa terasa kehidupan terus berjalan detik demi detik, hari demi hari, dan tahun demi tahun. Semua perjalan menjadi peristiwa historis yang ikut menyumbang jalannya ceritera kehidupan.

Setiap orang memiliki jejak sendiri dalam menjalani hidup. Apapun yang melintas, baik pilihan maupun keterpaksaan, semua menerpa indra yang sebagian melekat dalam ingatan, dan sisanya terbuang begitu saja, tak tercacat dalam kehidupan.

Selama menjalani kehidupan, saya juga mengalami banyak peristiwa. Entah berapa banyak yang tak lagi saya ingat dan tak sedikitpun terekam dalam ingatan. Namun, saya bersyukur, Tuhan masih memberi kemampuan untuk mengingat banyak peristiwa penting yang menjadi bagian memori pribadi. Inilah ingatan "personal historical events" yang menjadikan diri merasakan ada dalam kehidupan. Di sana ada ingatan tentang Ibu, Bapak, Kakak, Adik adik, para guru dan teman teman dekat. Ada juga ingatan peristiwa kehidupan yang menjadi bagian ingatan kolektif.Tak terbayang apa jadinya bila memori itu tiba-tiba hilang sama sekali. Apa artinya hidup bila seluruh memori terkait beragam peristiwa hilang sama sekali.

Tanpa disadari, memori personal adalah bagian kecil dari memori kolektif. Perjalanan kehidupan, adalah kelanjutan dari perekaman memori kolektif yang diturunkan. Estafet memori menjadi penting karena kehidupan sejatinya merupakan kesinambungan memori dari generasi satu ke generasi berikutnya. Ini barangkali yang disebut sebagai lingkaran kehidupan (circle of life).

Hari hari ini, saya merasakan kehangatan hati luar biasa saat memeluk cucu, dan berinterkasi intensif melalui sentuhan rasa dan cinta dengannya. Tiba-tiba saya merasakan berapa "circle of life" itu ternyata hadir begitu nyata. Saya mencoba mengingat kembali jejak jejak kehidupan yang pernah saya alami. Sayapun bertanya, apakah memori kehidupan yang dapat kuwariskan dan dilanjutkan. Apakah ada memori yang berguna untuk kehidupan selanjutnya?

Di tengah upaya perenungan ini, sayapun menyadari. Setiap generasi yang baru lahir juga akan menjalani jalur kehidupannya sendiri. Bisa jadi jalur kehidupan yang akan dijalani jauh lebih menarik dan relevan bagi dirinya. Sayapun jadi teringat pertama kali mengajak anak-anak saya semasa mereka kecil menonton film The Lion King. Ada lagu yang dinyanyikan Elton John / Tim Rice yang memiliki lyric penuh makna. Bagian lyric yang saya ingat adalah:

From the day we arrive on the planet
And, blinking, step into the sun
There's more to see than can ever be seen
More to do than can ever be done
There's far too much to take in here
More to find than can ever be found
But the sun rolling high
Through the sapphire sky
Keeps great and small on the endless round
It's the circle of life
And it moves us all
Through despair and hope
Through faith and love
'Til we find our place
On the path unwinding
In the circle
The circle of life

Sayapun mencoba mengangkat tubuh cucu yang terasa begitu mungil sambil terbayang betapa kehidupan memang berputar dan dipergilirkan. Inilah "the circle of life".

***