Terima Kasih Prof Ricklefs

Dalam bukunya yang fenomenal itu, Ricklefs mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia, dari zaman ke zaman yang penuh warna.

Minggu, 29 Desember 2019 | 23:06 WIB
0
472
Terima Kasih Prof Ricklefs
Ricklefs (Foto: ngopibareng.id)

Yang menarik dari 'Sejarah Indonesia Modern 1200 - 2008' (terjemahan dari A History of Modern Indonesia Since c, 1200 Third Edition) buku karya MC Ricklefs, didedikasikan untuk mengenang para aktivis mahasiswa tahun 1998.

Begitu pentingnya peristiwa Reformasi 1998 bagi Ricklefs, penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Perorangan Asing 2016, dari Pemerintah RI? Penting. Karena ia mengenali, akar-muakar dan asal-muasal peristiwa-peristiwa sosial-politik Indonesia sejak mula.

Sebagai ahli sejarah, apalagi sejarah Jawa-Indonesia, ia bisa dengan cermat mengamati bagaimana Soeharto sebagai penguasa, dengan segala tragedinya. Termasuk Ricklefs juga merasakan, bagaimana bukunya pernah dilarang masuk ke Indonesia pada jaman Soeharto. Atau setidaknya ia harus kompromi, menghilangkan bagian-bagian tertentu paska 1965 yang sangat sensitive.

Dengan mendasarkan penelitiannya pada puluhan jurnal, lebih dari lima ratus buku, di balik struktur narasinya, buku ini menjawab pertanyaan bagaimana komunitas-komunitas berbagai kepulauan Indonesia, dengan rupa-rupa etnis, bahasa, dan dalam negara-negara kerajaan yang terpisah-pisah, bisa bersatu menjadi sebuah bangsa modern.

Ia seolah mengajak kita mengenali jati diri bangsa dan negara Indonesia. Ia seolah ingin memberikan warisan pengetahuan mengenai Indonesia, dari sejak akarnya.

Rentang waktu dari tahun 1200 sampai dengan 2008, sekitar 800 tahun lebih, adalah sebuah karya sejarah spektakuler. Apalagi sebagai sejarawan, buku-bukunya kaya akan data. Dari beragam literatur primer dan sekunder, juga wawancara, sensus dan survei.

Dalam bukunya yang fenomenal itu, Ricklefs mengisahkan perjalanan bangsa Indonesia, dari zaman ke zaman yang penuh warna. Lengkap dengan aneka persoalan dan pertikaian, baik internal maupun eksternal. Pengelompok tematik yang dilakukan, membuat sejarah yang dipaparkan asyik dibaca. Tak terjebak pada angka-angka tahun.

Ia pernah dianggap titisan Rodolf van Goen, utusan VOC pertama ke Mataram di masa Amangkurat I, abad ke-17. Disertasinya, Yogyakarta Under Mangkubumi’, menjadi pintu masuk bagaimana Ricklefs menjadi ahli Jawa. Seorang sejarawan dan penulis yang produktif.

Salah satu alasan kenapa mendedikasikan bukunya untuk para aktivis mahasiswa 1998? Karena merekalah (waktu itu), bagian terpenting perubahan politik otoritarian Indonesia. Dan kini generasi itulah, generasi intelektual muda Indonesia, yang menjadi penentu perubahan ke depan.

Bagi Ricklefs (wafat 29 Desember 2019, pukul 10.30 waktu Australia), Indonesia merupakan negara yang sangat penting di tingkat dunia. Banyak sekali aspek sejarah yang perlu dikaji, dan pentingnya orang Indonesia untuk terus melihat hal ini. Mengkajinya dengan informasi yang baru. Bukan hanya berkutat pada kontroversi yang diperdagangkan secara eceran!

Terimakasih Prof, atas segala jasa. Sugeng kondur ing kalanggengan jati. Rest in Peace!

***