Bisakah Jokowi menjadi Sekjen PBB

Posisi Sekjen PBB menjadi penting dan diperlukan orang sekualitas Jokowi, punya mental seperti Jokowi mau merendah dan bersikap rendah hati.

Selasa, 2 November 2021 | 20:42 WIB
0
82
Bisakah Jokowi menjadi Sekjen PBB
Presiden Joko Widodo di PBB (Foto: CNN Indonesia)

Media baru-baru ini mengabarkan aktivitas Presiden Jokowi di Konferensi G-20 Roma, Italia. Ada hal menarik yang bisa ditarik publik: Jokowi sepertinya menguasai panggung dan jadi pusat perhatian para pemimpin dunia.

Berbagai ungkapan kekaguman dilontarkan para pemimpin dunia, sampai-sampai Malcolm Turnbull Perdana Menteri Australia mengungkapkan Jokowi adalah role model kepemimpinan dalam organ pemerintahan modern.

Setelah dua kali masa jabatan Jokowi tampaknya tidak bisa melanjutkan lagi memegang jabatan Presiden RI. Namun langkahnya menjadi Sekjen PBB kian terbuka. Ada kualitas penting yang dimiliki Jokowi adalah kemampuan diplomasi. Kemampuan komunikasi politik inilah yang amat diperlukan dalam mengelola perdamaian dunia.

Kemampuannya yang tinggi dalam komunikasi politik sudah terlihat saat menjabat Walikota Solo, ia melakukan diplomasi tanpa capek kepada ratusan pedagang pasar klitikan dan pemindahan pasar dilakukan dengan damai juga disertai arak-arakan budaya.

Lalu saat menjadi Gubernur DKI ia melakukan banyak komunikasi politik dengan ratusan persoalan rakyat dan diselesaikan dengan baik, ia juga membina komunikasi politik dengan Parpol dan banyak kelompok masyarakat lewat prinsip: “kerendahan hati” walaupun diserang habis-habisan. Ia punya prinsip: “Rendahkanlah hatimu sampai orang yang membencimu tak bisa menjatuhkanmu lagi”.

Kini Jokowi menjadi kekuatan raksasa dalam dunia politik Indonesia. Kekuasaannya nyaris tanpa oposisi kecuali Partai gurem yang sengaja dikucilkan seperti Demokrat. Sementara PKS sudah terpecah yang satunya lagi Partai Gelora cenderung mendukung Jokowi.

Kemampuan politik diplomasi inilah yang amat diperlukan bagi negara-nagara kawasan. Asia Tenggara sendiri masih sarat dengan konflik seperti konflik di Myanmar, konflik Laut Cina Selatan, konflik rebutan pengaruh Amerika dengan RRC.

Konflik di Afghanistan juga belum selesai hampir semua negara tidak mengakui pemerintahan Taliban, rebutan pengaruh Amerika dan Russia di wilayah Eropa, perubahan iklim dan transformasi energi terbarukan yang mulai marak.

Posisi Sekjen PBB menjadi penting dan diperlukan orang sekualitas Jokowi, punya mental seperti Jokowi mau merendah dan bersikap rendah hati kemudian melakukan politik-politik diplomasi yang bisa membawa langkah panjang perdamaian dunia.

Bisakah Jokowi menjadi Sekjen PBB?

Anton DH Nugrahanto

***