Arswendo: Terserah, Mati Bukan Milikku Lagi

Raga Arswendo boleh terkungkung, tapi tidak untuk jiwanya. Badannya di terungku, tapi pikirannya bebas mengembarai jagat raya.

Selasa, 23 Juli 2019 | 05:28 WIB
0
281
Arswendo: Terserah, Mati Bukan Milikku Lagi
Arswendo Atmowiloto (Foto: KRJogja)

Ada begitu banyak novel, buku, sajak, yang lahir dari penjara dan sudut-sudut kelam keterkungkungan di muka bumi. Sampai-sampai saya pernah berkesimpulan –meski tak sepenuhnya benar -karya sastra besar selalu lahir dari penderitaan dan ketertindasan.

Salah satu buktinya adalah wartawan senior Arswendo Atmowiloto yang berpulang sore tadi. Sebuah jajak pendapat yang sesungguhnya sedikit iseng yang digelar Tabloid Monitor yang dikelolanya pada tahun 1990-an, membawanya ke pengadilan dan jadi narapidana dengan hukuman lima tahun penjara.

Baca Juga: Arswendo

Raga Arswendo boleh terkungkung, tapi tidak untuk jiwanya. Badannya di terungku, tapi pikirannya bebas mengembarai jagat raya. Ia tetap menulis, bahkan sangat produktif dan bermutu.

“Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis,” tulisnya, suatu ketika.

Di bawah rezim yang menindas, bahkan dalam penjara, Arswendo tetap berkarya. Ia menulis Menghitung Hari, Abal-abal, Khotbah di Penjara, Auk.

Saat ia bebas, ia semakin kreatif dan melahirkan banyak kisah baru, sebagian diilhami petualangan jiwanya di dunia yang lama terkungkung.

Selamat jalan Pak Arswendo. Semoga damai di sana bersamaNya. Kepada sahabatku Sony Wibisono, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian sang ayah.

Saya kutip pesan mendiang ini, sebagai pengingat, betapa ia begitu bersiap untuk pergi: “Kalau aku mati, aku tak bisa minta dikremasi. Atau dibuang ke laut atau dikubur biasa. Terserah, mati bukan milikku lagi.”

Oh ya, saya masih menyimpan cerita silat setebal dua bantal ini: serial lama karya Arswendo yang belakangan dibukukan oleh Gramedia, Senopati Pamungkas, yang pernah saya baca sebulan tanpa jeda.

***