Jakarta - Pemerintah terus melakukan upaya optimal untuk menjamin kualitas mutu layanan MBG. Kondisi tersebut untuk memastikan makan bergizi dapat dilaksanakan dengan baik dan terus meningkat sesuai harapan masyarakat.
Untuk mengejar target peningkatan mutu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG saat ini sudah menggunakan beras premium Bulog. Direktur Pemasaran Perum Bulog, Febby Novita, menjamin bahwa pasokan beras tersebut stabil, termasuk ketika belum memasuki musim panen.
“Sebenarnya kalau MBG itu ya, untuk beras premiumnya itu udah banyak. Jawa Timur tuh sebagian SPPG tuh sudah pakai. Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan tuh banyak banget. Memang belum terekspos saja gitu ya,” ujar Febby di Jakarta Barat, (1/2/2026).
Febby menyampaikan bahwa stok beras premium Bulog tetap bisa memenuhi kebutuhan nasional, meski banyak permintaan dari SPPG untuk pelaksanaan MBG.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras nasional mencapai sekitar 34 juta ton, sementara untuk konsumsi berada di kisaran 31 juta ton.
“Aman (stok). Kan gini loh, produksi Indonesia tuh kalau lihat data BPS itu kan 34 juta (ton) ya, konsumsi kita 31 (juta ton), masih surplusnya banyak banget. Bahkan Bulog tahun ini ditugaskan 2 juta ton,” jelas Febby.
Secara nasional stok beras premium aman meskipun memasok MBG untuk kebutuhan massal. Di sisi lain, pemerintah juga telah menghitung, program MBG cenderung menggeser konsumsi beras rumahan dengan volume tertentu ke dapur yang dikelola SPPG.
Lebih lanjut Febby menyampaikan “Jadi sebenarnya konsumsinya segitu juga. Konsumsinya 31 (juta ton), artinya masih surplus kalau kita lihat angka produksi dari BPS. Jadi aman sih, apalagi stok Bulog banyak kan,”
Sebelumnya penggunaan beras premium untuk kebutuhan MBG juga di konfirmasi oleh Badan Gizi Nasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan ada SPPG di daerah terpencil yang menggunakan beras dari Perum Bulog untuk program MBG.
“Daerah-daerah yang kesulitan suplai (pakai) Bulog, sudah (mulai),”
Pemerintah mentarget penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta di tahun 2026.
Data dari Kemenko Bidang Pangan mencatat jangkauan MBG sampai pada akhir Januari 2026 mencapai lebih dari 60 juta penerima manfaat. Sedangkan serapan tenaga kerja mencapai sekitar 1 juta pekerja untuk memenuhi layanan SPPG.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa MBG sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto sampai akhir Januari 2026 telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menyerap 1 juta tenaga kerja melalui layanan SPPG.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews