Batu Sandungan Prabowo dan Gerindra

Setiap tindakan pasti ada resiko, Edhy Prabowo sudah menerima resikonya, dan dampaknya diluar dugaannya. Apa yang di lakukan Edhy Prabowo tersebut, dampaknya harus di terima Prabowo.

Kamis, 26 November 2020 | 06:58 WIB
0
108
Batu Sandungan Prabowo dan Gerindra
Foto:Detik.com

Salah satu fungsi Partai Politik adalah melahirkan kader pemimpin yang baik. Kader yang baik lahir dari pembinaan, dan keteladanan pemimpin partai yang baik.

Kalau melihat perjalanan karir Edhy Prabowo, jelas dia sudah melalui semua proses itu, dan Prabowo Subianto sebagai pemimpin partai sudah melakukan apa yang seharusnya.

Keberanian Prabowo merekomendasikan Edhy Prabowo, sebagai Menteri KKP pada Presiden Jokowi, pastinya karena sudah mempercayainya adalah sosok figur yang baik.

Apa lacurnya? Ternyata Edhy Prabowo menjadi batu sandungan Prabowo untuk melaju di Pilpres 2024. Ini diluar kalkulasi partai gerindra yang sibuk memainkan politik dua kaki.

Kader-kader Gerindra sibuk nyinyir keluar, khususnya ke pemerintah berkuasa, yang nota bene ada Prabowo Subianto di dalamnya, sehingga lupa melakukan pengawasan kedalam partai sendiri.

Edhy Prabowo sudah ditetapkan sebagai tersangka, apakah isterinya yang juga kader partai Gerindra akan menyusulnya sebagai tersangka? Kemungkinan besar iya, bahkan mungkin akan menyeret kader Gerindra yang lainnya.

Peristiwa ini jelas memiliki dampak politik terhadap Prabowo dan Partai Gerindra. Karpet merah yang terbentang panjang bagi Prabowo, untuk memenangkan Kontetasi Pilpres 2024, bisa jadi tidak sempat dipijak oleh Prabowo.

Begitu juga dengan Partai Gerindra, akan sangat memengaruhi elektabilitas Gerindra dalam Pemilu Legislatif. Dan ini akan sangat menguntungkan lawan politik Prabowo dan Gerindra.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyarankan agar Prabowo mundur dari Menteri Pertahanan, juga dari jabatan Ketua Umum Partai. Entah bisikan dari mana sehingga Poyuono bisa memberikan saran seperti itu.

Jelas ada yang menari diatas derita Prabowo dan Gerindra, yang tadinya merasa harapannya tipis sebagai Capres, tiba-tiba merasa kembali mendapat peluang karena adanya peristiwa ini. Terutama yang sudah bergerilya dari sekarang menjelang 2024.

Padahal sudah banyak pihak yang mengingatkan Edhy Prabowo, terutama tentang kebijakan ekspor benih lobster. Namun rupanya iming-iming eksportir lobster lebih menggiurkan dibandingkan warning yang diberikan.

Baca Juga: Anies vs Prabowo

Tadinya saya berpikir, keberanian Edhy Prabowo membuka kembali kran ekspor benih lobster itu sangat berdampak baik bagi negara, ternyata hanya baik bagi pundi-pundi kekayaannya sendiri.

Setiap tindakan pastilah ada resiko, sekarang Edhy Prabowo sudah menerima resikonya, dan dampaknya diluar dugaannya. Apa yang di lakukan Edhy Prabowo tersebut, dampaknya harus di terima Prabowo dan Partai Gerindra.

Mari kita tunggu seperti apa kenyinyiran Fadli Zon terhadap apa yang dialami Edhy Prabowo, apakah dia akan terus nyinyir seperti nyinyirnya pada Pangdam Jaya?

***