Dua Keunggulan Immawan-Martanti dalam Pilkada Gunungkidul 2020

Sejak ada Pilkada langsung di Gunungkidul, selalu paslon kakung-putri yang menang. Mulai Suharto-Badingah, Supeno-Badingah.

Kamis, 19 November 2020 | 13:35 WIB
0
74
Dua Keunggulan Immawan-Martanti dalam Pilkada Gunungkidul 2020
Paslon nomor urut 2 Immawan-Martanti pada Pilkada Gunungkidul 2020. (Foto: Tribunnews.com)

Dalam kampanye dan sosialisasi paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut dua dalam Pilkada Gunungkidul 2020, Cawabup Martanti Soenar Dewi menyatakan bahwa keadaan lalu-lintas Gunungkidul sekarang ini sudah padat dan sering macet.

“Tapi saya bangga dengan Gunungkidul. Gunungkidul itu namanya sudah terkenal sampai ke mancanegara. Kita harus turut bangga dengan Gunungkidul. Makanya, kalau saya kenalan dengan orang Bule selalu bilang, Gunungkidul,” ujarnya.

Sekarang ini tidak sulit. “Kalau ada yang tanya Gunungkidul itu mana, semua orang sudah ngerti. Karena Gunungkidul itu sudah menjadi saingannya Bali. Saya sekarang ini sowan ke warga di sini untuk sosialisasi, program visi-misi,” lanjut Martanti.

“Saya ini juga bingung apa yang mau diomongin itu,” tutur Martanti di hadapan warga Dusun Kajar, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta, Rabu (18/11/2020). Yang jelas setiap paslon itu program visi-misinya sama.

Akan membangun Gunungkidul lebih baik lagi. Mensejahterakan masyarakat Gunungkidul. “Begitu kan ya? Sama semua. Meski kalimatnya berbeda, tapi intinya sama. Cuma memang ada kelebihan pada calon nomor 2,” ungkap Martanti.

Apa kira-kira kelebihannya dibandingkan calon yang lainnya? Pertama, calon nomor dua itu sepasang sejati. Kalau sepasang itu artinya lanang-wedhok. Kalau sepasang sejati itu kakung-putri, lanang-wedhok. Makanya nomor 2 itu kakung-putri. Itu keunggulan pertama.

Keunggulan kedua, “Panjenengan tahu Pak Immawan? Sudah tahu siapa Pak Immawan? Pak Immawan itu adalah wabup Gunungkidul selama 2 periode, wakilnya Bu Badingah. Sudah 10 tahun Pak Immawan bekerja sama dengan Bu Badingah.”

“Tegasnya selama 10 tahun ini pembangunan Gunungkidul itu dilakukan oleh Bu Badingah dan Pak Immawan. Andai saja Bu Badingah masih boleh mencalonkan lagi, pasti kita akan mendukungnya,” tegas Martanti.

“Karena pembangunannya jelas, terbukti Gunungkidul maju. Gunungkidul berubah jadi maju. Itu karena Bu Badingah dan Pak Immawan bekerja sama dengan baik,” lanjutnya.

Sebelumnya, setelah sempat merasa “terbuang” dari PAN, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi akhirnya bisa maju juga pada Pilkada Gunungkidul 2020 sebagai Calon Bupati Gunungkidul. Ia maju bersama Calon Wakil Bupati Gunungkidul Martanti Soenar Dewi.

Nasib keduanya memang nyaris sama: “dibuang” partainya! Immawan dibuang PAN, sedangkan Martanti dilepas Partai Golkar. Keduanya langsung disambut dan diusung NasDem pada Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang.

Seperti dilansir SuaraJogja.id, Sabtu (29 Agustus 2020 | 14:02 WIB), Immawan sebelumnya memang sempat digadang-gadang sebagai calon kuat Bupati Gunungkidul yang akan diusung PAN.

Namun, partai tempatnya bernaung tersebut pada kenyataannya mendukung paslon lain, yaitu Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widhanta. Kini Immawan berlabuh ke NasDem, yang mengusungnya tanpa berkoalisi dengan partai yang lain.

Pertimbangannya, menurut Ketua DPW NasDem DIJ Subardi, berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan, Immawan selalu mengungguli yang lain.

Selain itu, partainya percaya diri karena memang bisa mengusung sendiri Calon Bupati dan Wabup, dengan modal 9 kursi di DPRD Gunungkidul. Kendati begitu, pihaknya masih membuka diri jika ada partai lain yang ingin gabung.

Immawan pun mengaku bersyukur telah resmi diusung Partai Nasdem, menyusul terbitnya SK DPP NasDem Nomor 152-Kpts/DPP NasDem/VIII/2020, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Johnny G Plate.

“Alhamdulillah. Sekarang saya bisa fokus dalam kampanye dan menyelesaikan tugas sebagai wakil bupati dan Ketua Pelaksana Tim Gugus Tugas Covid-19,” ujar Immawan belum lama ini.

Immawan Wahyudi lahir pada 5 Januari 1957. Kini, ia berdomisili di Giwangan, Umbulharjo, Jogjakarta. Begitu lulus dari Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), ia melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga.

Lulus sebagai sarjana Syariah, kader Muhammadiyah ini meneruskan studi ke Universitas Islam Indonesia (UII) Jogyakarta hingga meraih gelar magister dan doktor Ilmu Hukum.

Ayah tiga anak ini juga memiliki riwayat profesi sebagai dosen, di antaranya sebagai dosen tidak tetap Universitas Muhammadiyah Jogjakarta (UMJ) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta.

Pada gelaran Pilkada 2015, Immawan, mendampingi petahana Badingah, yang memenangkan Pilkada Gunungkidul, dengan perolehan suara 39 persen.

Pasangan yang diusung koalisi PAN, Golkar, PPP, Hanura, dan NasDem itu mengalahkan paslon Benyamin Sudarmad-Mustangid dan Subardi-Wahyu Purwanto.

Pilkada Gunung Kidul 2020 makin ramai setelah NasDem yang mengusung Immawan Wahyudi, petahana Wabup Gunungkidul, sebagai Cabup Pilkada 2020, berpasangan dengan Martanti Soenar Dewi, sebagai Cawabup.

Yang menarik yaitu munculnya Martanti, kader murni Golkar yang semula sudah memegang rekom sementara dari partainya. Paslon Immawan-Martanti dijaring NasDem berdasarkan survei.

Dari hasil survei masing-masing menempati urutan tertinggi di posisinya. Immawan, urutan tertinggi setelah Wahyu Purwanto mundur dari pencalonan.  Sedangkan Martanti menempati urutan tertinggi sebagai Bacawabup.

Melansir Blusukan.id, Rabu (August 19, 2020), Martanti mengatakan, dirinya akan berjuang keras untuk memenangkan kontestasi di Pilkada ini bersama pasangannya.

Tentang Partai Golkar yang batal mengusungnya, Martanti dengan santai menjawab bahwa lewat manapun yang penting tujuannya tercapai. Yaitu, untuk membangun Gunungkidul meneruskan prestasi yg sudah dicapai paslon Badingah-Immawan.

”Bahwa Golkar berpihak kepada orang yang bukan kader, itu hak dan wewenang Golkar. Apalagi Golkar yang katanya akan memilih berdasarkan survei. Nyatanya survei belum ada hasilnya tetapi sudah menetapkan calon,” kata Martanti.

Menurutnya, situasi ini merupakan sesuatu yang ironis dan menjadi catatan kurang baik bagi partai berlambang beringin tersebut. ”Saya bersyukur, Partai NasDem mampu bermanuver dengan parameter yang jelas, yaitu berdasarkan hasil survei,” ujarnya.

Karena sesungguhnya, lanjut Martanti, kinerja politik ukurannya itu adalah survei. ”Apalagi saya berpasangan dengan Pak Im, wakil bupati yang sudah berpengalaman mendampingi Bu Badingah dengan kinerja yang cukup membanggakan,” pungkasnya.

Melansir Wartajogja.id, Selasa (October 27, 2020), Cawabup Martanti bertekad kuat untuk membawa kaum perempuan di Gunungkidul jika kelak bisa terpilih pada Pilkada Serentak yang digelar pada 9 Desember 2020.

Pasangan dari petahana Immawan Wahyudi yang kini maju sebagai Cabup Gunungkidul itu, kebetulan pada Pilkada Gunungkidul nanti adalah satu-satunya perempuan yang ikut berlaga. Sehingga bisa menjadi perwakilan dan tumpuan suara kalangan perempuan.

“Perempuan di Gunungkidul ini sosok-sosok luar biasa, kami ingin perempuan tidak hanya mengasuh anak, mengurus rumah tangga saja, tetapi bisa berkarya produktif paling tidak mencukupi diri sendiri dan keluarga,” ungkap Martanti.

Martanti yang masih keturunan Bupati Pertama Gunungkidul Tumenggung Pontjodirjo yang memimpin pada 1831 ini menyampaikan hal itu usai debat publik di kantor TVRI Jogjakarta, Selasa (26/10/2020) malam. 

Ia mengaku sudah menyiapkan sejumlah program pemberdayaan bagi kaum perempuan jika terpilih. “Gunungkidul punya potensi besar yang bisa digarap kaum perempuan,” ungkap Martanti.

Misalnya, di satu desa produksi tempe atau kerajinan bambu, bisa produksi tetapi tidak bisa memasarkan. :Ini yang ingin kita maksimalkan. Bagaimana memaksimalkan akses termasuk ke perbankan,” lanjutnya.

Martanti sebagai satu-satunya perempuan dalam Pilkada 2020 ini dinilai menjadi keuntungan sendiri. Terlebih saat musti menghadapi calon lain yang seluruhnya laki-laki, pun Martanti mengaku tidak canggung.

“Mudah-mudahan kalau sama-sama perempuan itu lebih memahami apa yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi,” pungkas dia. Martanti pun sangat percaya diri menyambut kontestasi pilkada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Terlebih lagi, berpasangan dengan calon bupati yang sudah dua periode ini ikut memimpin Gunungkidul sebagai wakil bupati sehingga sangat paham berbagai persoalan yang muncul.

Martanti pun mengaku ingin mewakili suara perempuan Gunungkidul yang presentasenya mencapai 51,4 persen dari total warga Gunungkidul. “Perempuan selama ini seperti orang terpinggirkan bila tidak terwakili,” katanya.

“Kami ingin agar perempuan terangkat, bisa mandiri, produktif agar keluarga bisa terangkat. Atau paling tidak ya tidak ngandong suami, tetapi perempuan bisa mencukupi diri sendiri,” ungkapnya.

Pilkada Gunungkidul 2020 diikuti 4 paslon:

Immawan Wahyudi-Martanti Soenar Dewi (NasDem), Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi (PDIP), Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto (PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS), Sunaryanta-Heri Susanto (Golkar dan PKB).

Sejak ada Pilkada langsung di Gunungkidul, selalu paslon kakung-putri yang menang. Mulai Suharto-Badingah, Supeno-Badingah.

Badingah menggantikan Supeno yang meninggal saat baru menjabat 3 bulan dan posisinya digantikan kader PAN, Immawan Wahyudi, sampai 2 periode dan membawa Gunungkidul maju, terutama pariwisatanya.

***