Amien Rais dan Malaikat-malaikat Pendoa

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:56 WIB
0
1969
Amien Rais dan Malaikat-malaikat Pendoa
Amien Rais (Foto: Portalsatu.com)

Adakah doa-doa yang yang menghujat? Adakah manusia yang pernah melihat Malaikat berdoa  agar satu pemimpin tumbang karena gila kekuasaan? Saya ternyata bodoh dan merasa hilang akal, melihat para petualang politik yang merasa mempunyai kuasa untuk merayu malaikat berdoa untuk kekalahan musuh politiknya.

Mungkin secara akal sehat Mbah Amien (Amien Rais) memang merasa lebih waras dari kebanyakan pemilih petahana. Amien merasa Jokowi penguasa dzalim yang harus dimusnahkan dan disingkirkan. Ada dendam apakah Amien sampai mengatakan Jokowi ugal-ugalan?

Jelas Malaikat tidak suka dengan orang ugal-ugalan. Ugal-ugalan lebih identik dengan nakal, badung, suka kebut-kebutan dan cuek terhadap orang lain. Apakah Jokowi ugal-ugalan menurut anda?

Bagi pendukung paslon O2 perkataan Amien tentu diamini. Apapun kata  mantan ketua MPR itu seperti pengobar semangat untuk melawan, melawan dan melawan. Bagi Amien, Jokowi telah menggunakan politik uang, menggunakan kekuasaan untuk menguasai media, menggunakan pengaruhnya untuk melakukan pencitraan tingkat dewa.

Amien dan Musuh Ideologi

Amien yang hampir tidak punya jejak sukses dalam merengkuh kekuasaan (presiden) hanya memendam dendam sesama alumnus (UGM), sesama wong Jawa, sama-sama berasal Solo merasa terlangkahi. Masa tukang kayu, penjual mebel, melangkahi seorang profesor politik,seseorang yang gemilang dalam pendidikan, Doktor dari Amerika Serikat pula, Ini tidak adil.

Ia yang berjuang dari awal sebagai politisi tidak pernah bisa merengkuh jabatan sebagai Presiden. Lah Jokowi yang trahnya tidak jelas, yang katanya keturunan PKI, Pro aseng, asing dan ugal-ugalan karena berani membuat keputusan ugal-ugalan dengan memperbanyak infrastruktur dengan cara utang.

Amien tentu geram ia berusaha mendekat tapi tidak digubris oleh Jokowi. Satu tekad dia lawan. Jokowi adalah musuh politik, dia adalah target utama yang harus ditumbangkan sama ketika Amien juga mengincar Gur Dur hingga harus melepaskan jabatan presiden.

Amien Rais anti kemapanan. Baginya apa yang ditunjukkan Jokowi dan pemimpin lainnya yang pernah ditumbangkan adalah sebentuk kezaliman. Ia paham politik tetapi juga merasa menguasai agama, hingga malaikatpun dirayunya agar berdoa untuk keterpurukan Jokowi.

Yang sabar ya Pak Jokowi. Mempunyai rakyat seperti Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah itu memang berat. Tetapi biarkan saja anjing menggonggong kafilah berlari. Yang baik dengarkan yang jelek dan tendensius anggap angin lalu, seperti kentut yang meskipun awal mulanya bau akhirnya lenyap juga.

Bisa jadi perkataan Amien Rais, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ahmad Dhani, Tengku Zulkarnain dan teman- temannya hanyalah perkataan anak begajulan yang kadang membuat telinga  bising dan mata klilipan. Dengarkan saja sebab mereka sebenarnya menyukai anda hanya dengan cara lain. Kalau tidak meyukai anda tentu mereka tidak pernah komen pada apapun yang Pak Jokowi katakan.

Mereka tentu memasang telinga membuka lebar-lebar berita tentang anda makanya selalu mempunyai bahan untuk menyerang anda. Mereka anak manis dan perlu diberi permen untuk tetap bersuara agar kegaduhan negeri ini tidak segera berlalu.

Seperti membayangkan wayang tanpa Sengkuni dan Durna, seperti mengikuti alur wayang tetapi tidak ada adegan goro-goro yang akhirnya muncul Semar, Gareng Petruk Bagong. Amien dan teman- temannya itu penggenap cerita sehingga ceritanya menjadi menarik karena ada konflik, ada perseteruan.

Amien Rais dan Media

Karena Pak Amien sudah tua, dan sering lupa dan takut dilupakan maka beliau berusaha menerobos kemapanan dengan ngomong tanpa dipikir eh dipikir ding! Caranya yaitu mencari kata yang bisa menjadi polemik dan karena perkataan Amien Rais itu berita- berita, media- media ikut menangguk untung.

Amien Rais tidak sadar  bahwa ia juga dicintai media. Ia tidak merasa sesungguhnya sampai hari ini. Media selalu menempatkan dirinya sejajar dengan politikus lain semacam Prabowo, Fahri Hamzah, Fadli Zon. Coba jika media tidak meliput apakah perkataan anda tentang Doa : “tiap malam (malaikat) lapor pada Allah. “Ya Allah. Indonesia itu punya potensi bagus, tapi pimpinannya ugal- ugalan. Tolong ya Allah kalahkan, tentukan kalah.” Menjadi viral?

Amien Rais Semoga Tuhan Melindungi anda. Dalam kewarasan akal sehat yang dipertanyakan sebagian masyarakat terutama karena pengaruh ontran- ontran politik saat ini, kami merindukan sosok adem, sosok yang mampu merangkul semuanya. Tidak membelah diri, tidak menciptakan konflik, tidak mengompori permusuhan.

Entah salah atau hanya perasaan saya anda membuat politik negeri ini menjadi begitu mencemaskan. Sebuah kontestasi apapun pasti ada menang dan kalahnya.  Sugih tanpa bandha,ngluruk tanpa bala, Menang tanpa ngasorake, digdaya tanpa aji, Watak satria itu sportif. Yang baik dikatakan baik yang jelek dikatakan jelek tetapi tidak pernah merasa merendahkan lawan.

Apakah anda salah satu satria itu? Saya tidak melihat satupun nilai-nilai filosofi Jawa itu ada dalam diri anda?

Rindu Sosok Pendamai

Rasanya negara terus gaduh. Isu-isu tentang politik uang, isu tentang kebangkitan PKI, isu tentang pro asing, musuh agama dominan mengisi berita di media sosial dan media mainstream.

Anda yang dekat dengan malikat, tolong bisiki malaikat untuk menebarkan optimisme. Sebab masa depan yang gemilang itu adalah masyakat yang optimis menghadapi badai, tantangan, masalah dan ujian-ujian kehidupan.

Tolong jangan tebarkan rasa pesimisme, apalagi diajari  untuk menjelek-jelekkan orang lain.

Salam damai.

***