Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian mendapat dukungan luas dari kalangan ekonom dan pengamat pembangunan. Program ini dinilai bukan sekadar intervensi sosial jangka pendek, melainkan strategi besar dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menegaskan bahwa MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Menurutnya, orientasi utama program ini bukanlah mengejar pertumbuhan ekonomi sesaat, melainkan menyiapkan generasi yang lebih sehat, terdidik, dan produktif.
“Program MBG tidak didesain untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara instan. Melainkan, ini merupakan investasi dalam modal manusia yang membawa hasil paling optimal saat generasi penerima mencapai usia produktif,” ujar Esther.
Penilaian tersebut didasarkan pada kajian dan simulasi model ekonomi yang dilakukan Indef bersama United Nations Department of Economic and Social Affairs. Melalui Model Overlapping Generation Indonesia (OG-IDN), penelitian itu mengukur dampak alokasi anggaran MBG terhadap berbagai indikator makroekonomi dalam jangka panjang.
Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat terbesar program akan dirasakan ketika anak-anak penerima MBG tumbuh menjadi angkatan kerja produktif dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, MBG diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional dan daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.
Dalam kajian tersebut, Indef menekankan bahwa alokasi anggaran MBG merupakan investasi SDM, bukan belanja konsumtif. Sebagian besar anggaran diarahkan pada sub-fungsi pendidikan dan sebagian lainnya pada sub-fungsi kesehatan. Skema pendanaannya pun dikonstruksi melalui realokasi belanja negara, sehingga tidak menambah total belanja maupun defisit APBN.
Pendekatan ini dinilai mencerminkan kehati-hatian fiskal sekaligus keberpihakan pada pembangunan kualitas manusia. MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi bagian dari strategi besar menyiapkan generasi unggul.
Pandangan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks bonus demografi, kualitas SDM menjadi faktor penentu apakah Indonesia mampu mengubah potensi jumlah penduduk usia produktif menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Dorongan agar MBG terus diperkuat pun semakin menguat. Program ini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan generasi, memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing. Dengan investasi yang tepat sejak dini, masa depan Indonesia diyakini akan berdiri di atas fondasi manusia yang kuat dan berkualitas.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews