Terjunlah ke Politik, Jangan Hanya Koar-koar di Medsos!

Banyak yang jadi pengamat abal-abal, jadi analis dadakan soal politik, mengkritik semua kebijakan pemerintah.

Senin, 18 Juli 2022 | 06:47 WIB
0
78
Terjunlah ke Politik, Jangan Hanya Koar-koar di Medsos!
Ilustrasi kritik medsos (Foto: Sindonews.com)

Banyak orang kritis dengan isu politik.

Tapi dia gak mau bergabung ke partai politik. Dia hanya mengkritik dunia politik dengan perasaan.

Banyak influencer di medsos mengutuk politik setiap hari, tapi dia sendiri tidak mau ambil bagian dalam perpolitikan.

Dia berbicara dengan nalar langit, ideal, dst. Tapi dia gak mau berjuang memperbaiki keadaan yang menurut dia tidak benar.

Banyak yang jago mengkritik, seolah kalau dia nanti menjadi pejabat, semua masalah bangsa selesai. Padahal dia sendiri memilih jauh dari dunia politik.

Padahal kekuasaan hanya bisa direbut dengan paksa dengan meraih legitimasi rakyat. Bukan berangan angan tanpa kerja.

Mereka memilih jadi komentator, berbicara setinggi langit di medsos setiap hari, menikmati popularitas dan amplop undangan ceramah, undangan seminar, atau royalti jualan buku buku motivasi.

Tapi di waktu yang sama, dia tidak mau berjuang langsung merebut kekuasaan agar bisa memperbaiki keadaan. Aktivis macam apa itu?

Dia hanya teriak teriak dari luar, mencitrakan diri ideal, sempurna, heroik, dst. Padahal dia sendiri gak paham dunia politik dan gak mau terjun langsung berjuang secara keras. Logika macam apa itu?

Banyak yang jadi pengamat Abal Abal, jadi analis dadakan soal politik, mengkritik semua kebijakan pemerintah. 

Tapi dia sendiri gak mau ikut berkeringat memperjuangkan nasib rakyat lewat jalur jalur resmi politik. Padahal keahlian lain dia juga gak punya yang bisa dia sumbangan untuk perbaikan dunia politik. Pola pikir macam apa begitu?

Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Politik, Pengurus Nasional Partai Gelora Indonesia.