Metode atau Solusi Penyerapan Anggaran Dengan Cepat

Inilah salah satu solusi atau cara penyerapan anggaran dengan cepat, dan publik harus mengapresiasi Pemprov DKI karena telah menemukan metode penyerapan anggaran dengan cepat.

Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:38 WIB
0
63
Metode atau Solusi Penyerapan Anggaran Dengan Cepat
Anies Baswedan (Foto: Kompas.com)

Anggota DPRD DKI dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI menemukan kejanggalan anggaran pembelian Lem Aibon sebesar Rp82,8 miliar. Tetapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menemukan kejanggalan anggaran pembelian pulpen Rp635 miliar, kertas Rp213 miliar dan tinta printer Rp407 miliar dan pita printer Rp43 miliar.

Sebelumnya Anies Baswedan berkomentar bahwa anggota DPRD dari PSI tersebut hanya mencari panggung. Padahal yang sebenarnya terjadi justru Anies Baswedan-lah yang mencari panggung dan memoles diri atau mengumpulkan tabungan politik untuk panggung pilpres 2024.

Bukan itu saja, Anies Baswedan juga menyalahkan gubernur sebelumnya terkait sistem e-budgeting yang dianggap sebagai sumber kesalahan atau ribut soal anggaran. Karena kata Anies harus diinput secara manual.

Mau memakai sistem digital atau e-budgeting tetap memerlukan imput manual sebelum masuk ke dalam sistem.

Memang gubernur yang satu ini gemar mencari-cari kesalahan gubernur sebelumnya. Dengan dalih kesalahan warisan. Dan suka menyalahkan bawahan atau anak buah.

Padahal maksud dari dibangunnya sistem e-planning atau e-budgeting supaya atau untuk menghindari permainan-permainan dalam anggaran yang berunjung korupsi atau mark-up anggaran.

Dan salah satu bentuk partisipasi publik atau masyarakat, maka Pemprov DKI harus melakukan transparansi terkait pengelolan anggaran. Dan salah satunya dengan mempublikasikan supaya masyarakat ikut mengawasi.

Di satu sisi banyak daerah yang kekurangan anggaran daerahnya, tetapi di satu sisi ada daerah yang bingung cara mengalokasikan anggaran karena saking gedenya anggaran daerahnya. Akhirnya menganggarkan sesuatu yang tidak perlu atau menganggarkan dengan nilai yang sangat tidak masuk akan atau fantastis.Dengan cara di mark-up.

Inilah salah satu solusi atau cara penyerapan anggaran dengan cepat, dan publik harus mengapresiasi Pemprov DKI karena telah menemukan metode penyerapan anggaran dengan cepat.

Membangun kota Jakarta tidak hanya dengan kata-kata indah dan manis.

***