Segelinter Elite Itu Ternyata Dirinya Sendiri

Selasa, 19 Februari 2019 | 08:16 WIB
0
386
Segelinter Elite Itu Ternyata Dirinya Sendiri
Irwandi Yusuf (Foto: Antaranews.com)

Capres nomor 02 Prabowo Subianto jauh sebelum masa kampanye sering berteriak dan menuduh "kekayaan alam Indonesia" dikuasai oleh segelinter elite atau hanya 1% dari total penduduk.

Bahkan narasi itu ia kumandangkan dari panggung atau mimbar satu ke panggung atau mimbar lainnya di hadapan pendukung setianya. Dan kekayaan atau uangnya dibawa atau dilarikan ke luar negeri. Jargon-jargon seperti itu ia hembuskan di seluruh penjuru mata angin.

Bahkan, Prabowo Subianto seakan memakai tameng pasal 33 UUD 1945 untuk mendukung argumentasinya. Pasal itu berisi: Bumi dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Sebenarnya, siapakah segelintir elite yang dimaksud Prabowo yang menguasai kekakayaan alam Indonesia atau hanya dikuasai tidak kurang dari 1% penduduk? Jawabnya: ternyata dirinya sendiri, Prabowo itu sendiri!

Dan itu terjawab dalam debat kedua.

Dalam debat kedua, Prabowo Subianto seakan terkena pukulan telak oleh petahana atau Jokowi. Bahkan akibat pukulan telak itu, Prabowo limbung dan kehilangan kosentrasi dan berakibat jawabannya tidak tertata untuk mengatakan tidak 'ga nyambung'.

Pukulan telak itu berupa konsesi lahan di Kalimantan dan Aceh yang dikuasai oleh perusahaan Prabowo yang jumlahnya mencapai ratusan ribu hektar. Dan orang yang menguasai konsesi lahan seperti Prabowo itu jumlahnya mencapai ribuan orang.

Itulah segelintir-segelinter elite yang menguasai sumber daya atau kekayaan alam negeri ini. Dan itu mereka peroleh sejak masa pemerintahan Soeharto.

Pukulan telak petahana itu membuat Prabowo di panggung debat tersenyum kecut. Apalagi selama ini ia menuduh dan berteriak-teriak kekayaan alam dikuasai oleh segelinter elite. Bahkan di akhir debat atau pernyataan sebagai penutup, Prabowo mengakuinya apa yang dikatakan oleh Jokowi.

Seakan membela diri, daripada dikuasai oleh asing lebih baik dikuasai dirinya. Ini sama saja keluar dari mulut harimau, masuk ke mulut buaya. Sami mawon atau sama saja.

Bahkan Irwandi Yusuf sebagai gubernur Aceh sehabis sidang Tipikor membenarkan perusahaan Prabowo beroperasi di Aceh mencapai ratusan ribu hektar. Menurut Irwandi Yusuf perusahaan atau pabrik Prabowo bermasalah. Pohon pinus ditebangi tapi tidak ditanami lagi. Perusahaan itu bergerak di bidang pabrik kertas.

"Jadi memang terjadi penebangan tapi minim penanaman," kata Irwandi.

Irwandi Yusuf juga menjelaskan permasalahan perusahaan Prabowo atau pabriknya.

"Sudah bermasalah, pabriknya bermasalah, hutannya bermasalah, masa aku masih ada penebangan-penebangan pinus," kata Irwandi. 

Karena bermasalah, maka waktu mengajukan izin perpanjangan Irwandi Yusuf tidak mau meneken izin perpanjangan itu.

Seorang yang mengaku nasionalis bisa jadi seperti musang berbulu domba.

Waspadalah, waspadalah...!!

***