Segudang Prestasi Telah Diraih Bambang Haryo Soekartono

Penghargaan yang diterima perusahaan selama BHS menjabat sebagai Direktur dan Direktur Utama di PT Dharma Lautan Utama tercatat 46 Penghargaan Nasional maupun Internasional.

Sabtu, 12 September 2020 | 01:36 WIB
0
124
Segudang Prestasi Telah Diraih Bambang Haryo Soekartono
Pasangan Bacalon Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar pada Pilkada Sidoarjo 2020. (Foto: SidoarjoNews.id)

Ada banyak pertanyaan yang diarahkan ke Ir. H. Bambang Harjo Soekartono begitu namanya muncul sebagai salah satu Bakal Calon Bupati pada Pilkada Sidoarjo 2020. Apalagi setelah ia ditetapkan menjadi salah satu dari tiga Bacabup Sidoarjo oleh KPUD Sidoarjo.

Pilkada Sidoarjo 2020 diikuti 3 pasangan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati. Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar ini diusung 7 parpol: Gerindra, PKS, Golkar, PPP, dan Demokrat; Kelana Aprilianto-Dwi Astutik. Mereka diusung PDIP dan PAN.

Kelana-Dwi juga didukung 7 Parpol nonparlemen, yakni Partai Hanura, Berkarya, Perindo, PSI, PBB, Gelora Indonesia, dan PKPI. Terakhir adalah pasangan Bacalon Ahmad Muhdlor Ali-Subandi diusung oleh PKB.

Melansir Detik.com, Minggu (06 Sep 2020 21:55 WIB), Ketua KPUD Sidoarjo Mukhamad Iskak, mengatakan bahwa sampai di hari terakhir masa pendaftaran, sudah ada tiga paslon yang secara resmi sudah mendaftarkan diri ke KPU.

“Sampai saat ini sudah tiga paslon yang secara resmi mendaftarkan ke KPUD Sidoarjo. Yang terakhir ini paslon Ahmad Muhdlor Ali-Subandi dari PKB,” kata Iskak kepada wartawan di kantor KPUD Jalan Raya Cengkareng Sidoarjo, Minggu (6/9/2020).

Diantara tiga pasangan bacalon tersebut, yang menarik adalah Bambang Haryo Soekartono (BHS). Pasalnya, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh BHS secara langsung di hadapan warga Sidoarjo.  

BHS itu bukan asli Sidoarjo atau bukan putra daerah? Memang benar, BHS bukan asli atau putra daerah Sidoarjo. BHS itu kelahiran Balikpapan, 16 Januari 1963. Namun, pendidikan SMA-nya ditempuh di SMA Negeri 2 Surabaya.

Begitu pula setamat SMA, BHS melanjutkan pendidikannya di Fakultas Teknik Perkapalan ITS, Surabaya. Karier politiknya mencapai puncaknya kala menjadi Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra dan Anggota Komisi V DPR RI dan MPR RI.

BHS menjadi anggota DPR RI mewakili Dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) dari Jawa Timur. Justru meski bukan asli atau putra daerah Sidoarjo, BHS telah berbuat banyak untuk Sidoarjo. Lihat saja catatan BHS selama menjadi anggota DPR-RI (2014-2019).

BHS ternyata sudah banyak berperan untuk Sidoarjo. Simak saja 10 aktivitasnya selama itu. Pertama, Penyaluran program bedah rumah ke 460 rumah untuk wilayah Sidoarjo; Kedua, Penyaluran 600 CSR BUMN;

Ketiga, Realisasi program pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) ke 5 titik daerah Sidoarjo; Keempat, Pengembangan pertanian wilayah Sidoarjo dengan menyalurkan program P3-TGAI ke 19 titik daerah Sidoarjo;

Kelima, Inisiasi pembangunan pasar Wonoayu, rehabilitasi pasar Sukodono dan mendorong realisasi renovasi pasar Porong Sidoarjo; Keenam, Penyaluran program BUMDES sebesar Rp 50 juta ke 30 Desa di Sidoarjo dan Dana Desa Wisata sebesar Rp 150 juta kedua;

Ketujuh, Pengembangan sektor pertanian dengan penyaluran 40 pompa ukuran 6 dim dan 20 hand traktor dibeberapa wilayah Sidoarjo; Kedelapan, Mendorong bantuan untuk korban bencana puting beliung di Desa Tambakrejo Waru dari BUMN maupun BNPB;

Kesembilan, Inisiasi pembangunan Overpass Toll di Keloposepuluh dan Wage Sidoarjo dan dilanjutkan di Sepande Sidoarjo; Kesepuluh, Pendidikan Karakter dengan melakukan Sosialisasi 4 Pilar RI di 25 titik Wilayah Sidoarjo.

BHS itu bukan NU? “Saya bukan NU yang struktural tetapi amaliah dan budaya yang kami lakukan sejalan dan senafas dengan NU. Ketika tujuh hari, 40 hari meninggalnya ibu saya, saya lakukan tahlilan di rumah,” katanya kepada wartawan.

“Alhamdulillah dikuatkan dengan pasangan wakil saya yang asli Sidoarjo dan juga keluarga besar tokoh NU, yang termasuk pendiri RS Siti Hajar dan juga cucu KH Husein Ilyas,” lanjut BHS.

HHS itu gagal dalam Pemilihan Legislatif 2019 lalu? BHS pun balik tanya, apakah gagal itu salah? Gagal adalah sukses yang tertunda. “Saya pikir gagal adalah bilamana kita ini apatis, malas dan tidak semangat dalam ikhtiar,” jawabnya.

“Insya’ Alloh saya akan menjalani ikhtiar ini denga penuh semangat dan yakin berhasil,” ujar BHS penuh keyakinan.

BHS menggandeng pasangan wakil yang bukan NU? Ini yang justru salah besar. Sekali lagi, “Pak Taufiq itu dibesarkan di lingkungan Nahdliyin dan pernah nyantri di pondok, sekaligus keluarga dari tokoh besar NU Haji Maskyur dan cucu KH Husein Ilyas.”

“Jika saya terpilih mengemban amanah masyarakat Sidoarjo. Insya’ Alloh sidoarjo akan lebih baik dan maju. Saya nasionalis religius, wakil saya insya’ Alloh lebih religius,” tegas BHS.

Pengalaman kerja dan karir BHS berawal pada 1985 sebagai Karyawan di PT Dharma Lautan Utama Bidang Operasional. Kemudian menjabat Direktur Armada dan Operasi PT Dharma Lautan Utama (1993-2007).

Selanjutnya, 2007-2014 BHS dipercaya sebagai Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, sebuah perusahaan galangan kapal dengan tujuan menjadi salah satu mata rantai penyokong industri pelayaran, melalui jasa pembangunan dan perawatan kapal.

Sebelum menjadi anggota DPR RI, BHS menjadi Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (2007-2014) dan Direktur Utama Graha Beach Senggigi Hotel (2009-2014).

Segudang pengalaman organisasi juga diperoleh BHS. Pada 2019 hingga sekarang menjadi Penasehat Utama DPP GAPASDAP; 2018 – sekarang Dewan Penasehat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia  (NSI) Jawa Timur;

Ketua Komite Tetap Kemaritiman dan Pesisir KADIN Pusat (2014 – kini); Dewan Penasehat KAPPI – 1 (2014 – sekarang); Ketua Bidang Dana Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat (2013 – 2016);  Ketua Umum IPSI Kota Surabaya (2013 – 2017);

Ketua DPD IPERINDO Jawa Timur (2013 – 2016); Ketua Komite Tetap Utilitas Umum KADIN Bidang Infrastruktur (2013 – sekarang); Dewan Kehormatan PPS PAMUR Pamekasan – Madura (2012 – sekarang);

Ketua Senat IKA ITS Pengurus Wilayah Jawa Timur (7 Oktober 2012) (2012 – sekarang);  Anggota Dewan Pembina  GETAR (Gerakan Tani Rakyat) Pusat, Sayap Partai GERINDRA (2012 – sekarang);

Wakil Ketua DPD GERINDRA Jawa Timur (29 Agustus 2012) (2012 – sekarang); Anggota Dewan Kelautan Indonesia Daerah Provinsi Jawa Timur (1 Mei 2012), pengangkatan oleh Gubernur Jawa Timur (2012 – sekarang);

Wakil Ketua Umum Bidang Pengusahaan & Keselamatan DPP GAPASDAP Pusat (2011 – 2016 (2011 – 2016); Pembina Himpunan Pengusaha LIRA Indonesia (HIPLINDO) Jawa Timur  (2011 – sekarang);

Ketua Umum Pengprov Kodrat (Keluarga Olahraga Tarung Derajat) Jawa Timur (2010 – 2014);  Anggota Komite Pertimbangan Transportasi Laut BP MIGAS (2010 – sekarang);

Anggota Tim Task Force Pemenangan Provinsi Jatim dalam PON XVIII / 2010 – KADIN Jatim (2010 – sekarang); Ketua Umum IPERINDO Jawa Timur (2010 – 2013); Wakil Sekjen Pengurus MTI Pusat (2010 – 2013);

Ketua Forum Transportasi Laut & Anggota Pembinaan Profesi - Majelis Profesi MTI Jatim (2010 – 2013); Anggota Forum Intelektual Indonesia (FII) (2010 – sekarang); Ketua Yayasan Kridanusa (di bawah naungan IPERINDO) (2010 – sekarang);

Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Usaha Industri Pelayaran Nasional (2009 – kini); Anggota Tim Investigasi dan Penelitian Kecelakaan Laut Tenggelamnya KM. Teratai Prima di Perairan Tanjung Batu Roro, Sulawesi Selatan (2009 – 2011);  

Dan, setidaknya masih ada sekitar 15 jabatan organisasi lainnya yang hingga sekarang masih dipegang oleh BHS yang tidak mungkin disebutkan dalam tulisan ini.

Penerimaan penghargaan DPR RI pun diterimanya.

Pertama, Penghargaan dianugerahkan kepada IR. H. Bambang Haryo Soekartono sebagai ”Anggota Parlemen Yang Aspiratif pada Penghargaan Teropong Parlemen Award 2019” dari Media TeropongSenayan.com.

Kedua, Telah mengikuti kegiatan pembekalan oleh LEMHAMNAS untuk Anggota Dewan terpilih periode 2014 – 2019 pada 25 Agustus s/d 05 September 2014.

Ketiga, Telah mengikuti dan lulus dalam pembekalan peningkatan kapasitas yang diadakan DPP GERINDRA untuk Anggota Dewan terpilih selama 3 (tiga) hari pada 22 – 24 September di Novotel Bogor.

Keempat, Telah mengikuti kegiatan pembekalan anggota MPR-RI terpilih periode 2014 – 2019 mengenai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Gedung MPR – RI pada 6 Oktober 2014.

Penghargaan yang diterima perusahaan selama BHS menjabat sebagai Direktur dan Direktur Utama di PT Dharma Lautan Utama tercatat sebanyak 46 Penghargaan Nasional maupun Internasional.

Dua diantaranya adalah Penghargaan "International Transport Award 2013" dari Global Trade Leader’s Club di Madrid, Spanyol dalam kategori Recognation of Its Commitment To The Quality and Excellent of Its Services.

Dan, Penghargaan dianugerahkan kepada PT Dharma Lautan Utama sebagai “The ESQR’s Quality Achievement Award” dari European Society Quality Research (ESQR) pada 14 Juni 2015 di London.

Untuk kegiatan Seminar dan Diskusi yang diikuti BHS sebagai pembicara maupun peserta, setidaknya sudah lebih dari 100 kali.

***