Jakarta — Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dinilai sebagai langkah strategis yang memperkuat legitimasi internasional sekaligus menegaskan konsistensi pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945.
Hal tersebut disampaikan Akademisi Fakultas Hukum Universitas Achmad Yani Banjarmasin, Bachruddin Meikiansyah. Menurutnya, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace membawa dampak positif bagi kepentingan nasional dan upaya perdamaian global.
“Dari sisi diplomasi, keikutsertaan ini semakin memperkuat legitimasi internasional Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung terciptanya stabilitas dunia,” katanya.
Menurut Bachruddin, partisipasi Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
“Pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa turut menjadi nilai tambah yang signifikan,” sebut nya.
Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kontribusi tersebut menjadi modal diplomasi yang kuat dalam membangun kepercayaan internasional.
Posisi Indonesia sebagai jembatan antarperadaban semakin diperkuat oleh identitasnya sebagai negara demokratis dengan mayoritas penduduk Muslim moderat.
“Peran ini dinilai penting untuk mereduksi stereotip negatif terhadap dunia Islam sekaligus mendorong dialog lintas budaya yang konstruktif,” katanya.
Bachruddin menilai, keterlibatan dalam Board of Peace juga membuka ruang lebih luas bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam resolusi konflik global secara konstruktif. Peran tersebut dinilai dapat mendorong stabilitas internasional yang berdampak positif terhadap investasi, perdagangan, serta pembangunan berkelanjutan.
Posisi strategis ini membuka ruang lebih luas bagi akademisi, diplomat, dan praktisi hukum Indonesia terlibat dalam diskursus internasional, memperkaya kapasitas intelektual nasional, memperluas jejaring global, serta menegaskan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. [RWA]
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews