Blunder PDIP

Saya pikir Soekarno kalau melihat pola pikir pengusung ideologinya juga kecewa berat.

Minggu, 2 April 2023 | 06:42 WIB
0
141
Blunder PDIP
Koster dan Ganjar

FIFA tidak peduli: Apa paham Soekarno dan kaumnya yang memahami pemikiran Soekarno sampai detik ini. Sekarang era milenial di mana sekecil apapun kesalahan dan salah ucap akan menjadi viral.

Saya pikir Soekarno kalau melihat pola pikir pengusung ideologinya juga kecewa berat.

"Sebegitu keras kepalamu, nak. Bagus kalau ingat sejarah_Jangan sekali kali lupakan sejarah (Jas Merah) itu penting - tapi menatap wajah ke depan dengan pemikiran yang progresif dan luwes itu juga sangat penting."

"Kalian hidup di masa kini, sekali-kali memang harus menengok ke belakang mengambil spirit kepahlawanan sejati dari pendahulumu. Tapi jangan terlalu kaku memahami kata-kataku dulu yang pernah kuteriakkan di mimbar. Zaman sudah berubah Nak, Kalian harus progresif, sat set dalam hal apapun termasuk dalam hal politik. Yang luwes, pahami bahasa saya dengan luwes."

"Sekali-kali dengar milenial bicara, jangan hanya mikir kepentingan sendiri tapi mengorbankan kepentingan orang banyak.Aku kecewa jika karena kekuasaan, politik kalian mengorbankan masa depan dan harapan mereka."

"Memegang komitmen dan janji itu penting, jangan hanya karena memegang teguh apa yang menjadi komitmen kelompokmu lantas merunduk nggah-nggih tidak berani menolak padahal yang dilakukan kelompokmu dan pemimpin kelompokmu itu salah. takut kehilangan jabatan?"

"Aku tidak mengajari kalian untuk lepas tangan melanggar komitmen, itu bukan sifatku. Dulu dan sekarang itu konteksnya berbeda, sekarang kalian bela siapa, yang dibela dan yang ditolak sama sama melenggang, sedangkan kau sendiri tersingkir."

Di tempatnya yang tenang Soekarno kembali bergumam

"Politik itu menarik dan gentle, itu zamanku, Sekarang kalian sendiri saling tikam padahal yang kalian tikam itu temanmu sendiri. Itu nafsu atau gila kekuasaan. Makanya politik tampak buruk karena ulah kalian sendiri."

Sambil membaca berita hari ini tentang batalnya Indonesia menjadi Tuan rumah U 20 jadi berimajinasi. Saya pikir Bung Karno pasti ikut kecewa. "Kok kalian blunder sih, ingat kata kata Jawa Ngunduh Wohing pakarti.

Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Silahkan kalian merenung dan introspeksi, banyak yang kecewa sama kalian, tapi hidup memang harus terus berjalan. Sekali-kali memang harus merasakan pahit getir kehidupan, biar kalian semakin dewasa bertindak dan bertutur kata."

***