Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada energi nasional dengan menjadikan komoditas strategis sebagai pilar utama kebijakan energi berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam unggulan dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu.
Sejumlah komoditas strategis seperti batu bara, gas bumi, minyak bumi, minyak sawit, bioenergi, serta mineral kritis dan logam tanah jarang kini diarahkan tidak hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai fondasi transisi energi nasional. Pemerintah mendorong optimalisasi nilai tambah melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi agar komoditas tersebut dapat mendukung kebutuhan energi domestik secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada energi menjadi bagian penting strategi kemandirian nasional. Dalam arahannya di Rakor Pemerintah Pusat dan Daerah, ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan besar pada komoditas kelapa sawit serta pengembangan bioenergi. Pihaknya menjelaskan kelapa sawit bukan hanya komoditas pangan, tetapi bahan baku energi strategis. Produk turunan sawit dinilai mampu menopang kebutuhan bahan bakar nasional
“Kelapa sawit tidak hanya untuk minyak goreng. Oleh karena itu, biodiesel bebas dari ketergantungan luar”, ujarnya.
Dalam konteks energi fosil, pemerintah menegaskan komitmen menjaga pasokan batu bara dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik nasional dan industri strategis. Di saat yang sama, pengembangan bioenergi berbasis komoditas perkebunan dan pertanian seperti kelapa sawit, tebu, dan biomassa terus diperluas guna mendukung bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan.
Chairman Indonesia Mining Institute (IMI), Irwandi Arif menjelaskan komoditas mineral strategis seperti nikel, kobalt, dan logam tanah jarang diposisikan sebagai elemen penting dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya untuk baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global energi masa depan.
“Kita punya tantangan mendasar, meningkatkan aktivitas eksplorasi untuk memastikan _sustainability_ cadangan dan daya saing jangka panjang. Di sisi lain, _demand_ akan sejumlah produk mineral kritis juga harus dimanfaatkan,” ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari kementerian teknis, BUMN, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah, agar pengelolaan komoditas strategis berjalan efektif dan berkelanjutan. Penguatan regulasi, peningkatan investasi, serta penguasaan teknologi menjadi faktor kunci dalam memastikan pemanfaatan sumber daya energi nasional dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Melalui pengelolaan komoditas strategis yang terencana dan berorientasi jangka panjang, pemerintah optimistis target swasembada energi dapat tercapai. Tidak hanya untuk menjamin ketersediaan energi nasional, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia di masa depan.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews