Jakarta - Pemerintah memastikan kesiapan stok pangan nasional untuk meredam potensi lonjakan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Upaya penguatan pasokan dilakukan sejak dini guna menjaga stabilitas di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menilai dinamika harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang lazim terjadi setiap tahun.
“Secara umum ketersediaan pangan aman. Memang ada fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah. Namun kondisi ini masih dalam kendali dan kami pastikan akan bergerak turun mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP),” ujar Ketut.
Bapanas juga melakukan pemantauan langsung ke sentra produksi, termasuk di Sleman, untuk memastikan kondisi di tingkat petani tetap terjaga. Koordinasi dilakukan agar keseimbangan hulu dan hilir berjalan selaras.
“Kami sudah berkoordinasi dengan petani. Kenaikan ini perlu diwajarkan, sehingga keseimbangan hulu hilir terjaga, jadi petani masih tetap mendapat keuntungan, pada saat yang sama konsumen juga memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar,” katanya.
Untuk komoditas lainnya, pemerintah memastikan situasi relatif stabil. Aparat bersama dinas pangan, perdagangan, dan pertanian memperkuat pengawasan melalui Satgas Saber Pelanggaran Pangan guna mencegah penimbunan dan praktik distribusi yang merugikan masyarakat.
“Kami bergerak bersama di lapangan, memastikan distribusi lancar dan harga tetap dalam batas kewajaran,” ujar Ketut.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Februari 2026, stok pangan pokok strategis diperkirakan aman hingga akhir Maret 2026 atau setelah periode Ramadan dan Idulfitri
Ketut menambahkan produksi cabai diperkirakan meningkat seiring masuknya masa panen di sejumlah daerah. Tambahan pasokan diharapkan mendorong harga turun secara bertahap.
“Sedulur petani menyampaikan produksi mulai masuk menjelang Ramadan. Mudah-mudahan ini menjadi kabar baik dan harga semakin stabil,” katanya.
Dari sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut memastikan pasokan aman. Direktur Kepelabuhanan Perikanan Ditjen Perikanan Tangkap, Ady Candra, menyebut produksi Januari–Maret 2026 mencapai sekitar 7,3 juta ton meski sedikit terkoreksi akibat musim barat.
“Memang ada sedikit penurunan karena pola musim, tetapi ini pola tahunan,” ujarnya.
Secara nasional, harga komoditas seperti cakalang, cumi, kakap, tongkol, dan tuna terpantau dominan stabil.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, T.B. Haeru Rahayu, menyatakan produksi budidaya triwulan I diproyeksikan tumbuh 19,09 persen.
“Kami optimistis kebutuhan selama puasa sampai Lebaran bisa terpenuhi dengan baik,” katanya.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews