Jakarta – Sejumlah kabupaten di wilayah Sumatra yang terdampak banjir menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan pascabencana. Berbagai indikator pemulihan, mulai dari berfungsinya kembali pemerintahan daerah, pulihnya konektivitas infrastruktur, hingga tersedianya hunian sementara dan akses air bersih, mencerminkan langkah nyata menuju kondisi yang semakin stabil dan tertata.
Menteri Dalam Negeri yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Muhammad Tito Karnavian menyatakan pemerintah bergerak cepat sejak masa tanggap darurat berakhir untuk memastikan pemulihan berjalan terarah. Pemetaan persoalan menjadi langkah awal yang krusial.
“Intinya adalah kami membaca atau memetakan situasi saat ini, setelah tanggap darurat beberapa daerah ada yang sudah selesai, ada juga yang masih melanjutkan tanggap darurat untuk 15 hari ke depan,” kata Tito, di Jakarta.
Tito menegaskan bahwa sebagian besar wilayah tersebut telah menunjukkan kemajuan berarti. Pemulihan ditandai dengan kembalinya roda pemerintahan daerah, pulihnya akses jalan utama, berjalannya kembali layanan kesehatan dan pendidikan, serta mulai menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dari 18 kabupaten dan kota terdampak di Aceh, sebanyak 11 daerah dinyatakan telah berangsur normal, sementara tujuh lainnya masih menjadi fokus penanganan lanjutan,” imbuhnya.
Kemajuan pemulihan juga terlihat jelas di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kini memasuki fase pemulihan yang lebih terarah setelah menerima 600 unit Rumah Hunian Sementara (Huntara) dari Danantara Indonesia. Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara tidak sekadar menyediakan atap bagi warga terdampak.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bergerak pada bagaimana hunian benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Arfianto, menekankan bahwa selain hunian, pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih juga menjadi fokus utama. Akses air bersih merupakan kebutuhan vital pascabencana.
“Karena itu, kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menambahkan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai solusi jangka pendek sekaligus fondasi pemulihan jangka panjang.
“Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi pemulihan yang lebih tangguh ke depan,” ucap Andri.
Pemulihan yang semakin nyata diharapkan mampu mempercepat kembalinya kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang. Percepatan rehabilitasi ini merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kolaborasi lintas lembaga dan BUMN.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews