Tafsir Politik Satu Mobil Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo

Wajar saja kalau publik punya tafsir politik, terkait presiden Jokowi mengajak gubernur Ganjar Pranowo dalam satu mobil kepresidenan saat kunjungan kerja di Batang.

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:04 WIB
0
107
Tafsir Politik Satu Mobil Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo dan Presiden Jokowi (Foto: detik.com)

Presiden Jokowi melakukan "ground breaking" di Kawasan Industri Terpadu, Batang Jawa Tengah, pabrik pipa Wavin.

Saat kunjungan kerja tersebut, gubernur Ganjar Pranowo sebagai kepala daerah mendampingi presiden Jokowi.

Namun ada pemandangan yang menarik, yaitu presiden Jokowi minta gubernur Ganjar Pranowo ikut dalam satu mobil kepresidenan.

Dan publik pun menghubungkan dengan tafsir politik. Satu mobil kepresidenan antara presiden Jokowi dan gubernur Ganjar Pranowo bukan suatu kebetulan semata. Namun, ada sesuatu pesan atau komunikasi politik.

Dan tafsir politik publik itu wajar dikaitkan dengan komunikasi politik antara presiden Jokowi dan gubernur Ganjar Pranowo. Apalagi sekarang suhu politik mulai menghangat terkait pilpres 2024.

Dalam dunia politik, pertemuan tokoh politik tidak ada yang kebetulan. Segala sesuatu sudah diatur atau disetting sedemikian rupa atau senatural mungkin. Supaya publik tidak terlalu curiga atau penasaran.

Dan, jawaban yang gampang yaitu pertemuan itu hanya kebetulan semata.

Kilas balik tahun 2014, saat Jokowi sudah ditetapkan sebagai capres oleh partai PDIP dan koalisinya, dan sedang mencari pasangan sebagai cawapres, Jokowi bertemu dengan ketua KPK saat itu yaitu Abraham Samad.

Pertemuan itu terjadi awal bulan Maret 2014 di ruangan  VIP Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Dan mereka berdua ngobrol dalam ruangan VIP Bandara Adi Sucipto tersebut.

Abraham Samad waktu itu beralasan atau alibi, pertemuan dengan Jokowi tidak diduga-duga atau direncanakan sebelumnya. Karena Abraham Samad habis mengisi kuliah umum UGM tentang korupsi.

Dan Jokowi beralasan sedang dari museum Taman Siswa.

Jadi menurut mereka berdua, pertemuan itu hanya kebetulan semata dan tidak ada sangkut-pautnya dengan politik.

Sebelum pertemuan antara Jokowi dengan Abraham Samad waktu itu, Jokowi juga bertemu dengan Ketua PMI Jusuf Kalla di ruangan VIP Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Baik Jokowi dan Jusuf Kalla sama-sama memakai kemeja putih.

Jusuf Kalla juga beralasan, pertemuan tersebut tidak direncanakan dan kebetulan saja.

Sampai akhirnya, Jusuf Kalla menjadi pasangan cawapres Jokowi pada 2014.

Saat Jokowi terpilih menjadi presiden dan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden, Jokowi mau mengangkat Budi Gunawan sebagai Kapolri. Dan surat penunjukan sudah diterima oleh DPR.

Ee... tiba-tiba ketua KPK mengeluarkan Sprindik menjadikan Budi Gunawan sebagai tersangka.

Dan rupanya, dijadikannya Budi Gunawan sebagai tersangka, ada kaitannya rasa kecewa tidak terpilihnya yang bersangkutan sebagai cawapres Jokowi.

Ini diketahui dari keterangan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. Dan dari keterangan Hasto Kristiyanto pula, pertemuan Jokowi dengan Abraham Samad di ruangan VIP Bandara Adi Sucipto bukan kebetulan, tetapi sudah direncanakan dan disetting sedemikian rupa. Karena sebagai ketua KPK tidak boleh bertemu dengan tokoh politik terkait capres dan cawapres.

Dari dua kejadian di atas, wajar saja kalau publik punya tafsir politik, terkait presiden Jokowi mengajak gubernur Ganjar Pranowo dalam satu mobil kepresidenan saat kunjungan kerja di Batang.

***