Pilkada Sidoarjo: Berebut Dukungan Ormas Nahdliyin, FK3-I Tetap Bambang Haryo!

Dalam istilah umum, khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha, itu banyak kaum wanita.

Minggu, 25 Oktober 2020 | 19:07 WIB
0
72
Pilkada Sidoarjo: Berebut Dukungan Ormas Nahdliyin, FK3-I Tetap Bambang Haryo!
Gus Haris Nukman (dua dari kiri) bersama Relawan BHS-Taufiq. (Foto: Istimewa)

Akhirnya Ketua Umum Forum Komunikasi Kiai Kampung Indonesia (FK3-I) Gus Maftuh mengklarifikasi pencabutan dukungan FK3-I yang disampaikan Korda FK3-I Sidoarjo Gus Haris Nukman atas paslon Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

Belakangan, statement Gus Haris Nukman itu memantik amarah tim sukses paslon nomor urut 03 yang diusung PDIP dan PAN ini. Buntutnya, Gus Haris terpaksa harus meminta maaf.

Informasi yang berkembang, permintaan maaf Gus Haris atas pencabutan dukungannya itu  karena desakan, dan konon akan dilaporkan ke Polisi jika tidak memberikan pernyataan maaf di media.

Sehari setelah ramainya perdaran video Gus Haris memberikan pernyataan maaf itu, tiba-tiba Gus Haris berfoto dengan tim relawan paslon 01 Bambang Haryo Sukartono – Taufiqulbar seraya memberikan kode dukungannya ke paslon 01 ini.

Mereka menunjukkan kode satu jari, sebagai bukti dukungnnya pada paslon 01, BHS-Taufiq. Sebagai penegasan bahwa FK3-I benar-benar mengalihkan dukungannya dari paslon 03 ke paslon 01 itu, pengurus FK3-I memberikan klarifikasinya.

Pada Juma'at (23/10/2020), jajaran kepengurusan FK3-I kembali melakukan jumpa persnya, yang memberikan pernyataan kalau yang disampaikan Gus Haris Mukman meminta maaf ke Kelana Aprilianto adalah pernyataan pribadi.

Dalam pernyataannya, Ketua Umum FK3-I Gus Maftuh menegaskan kalau pernyataan maaf kepada Kelana karena mencabut dukungannya, yang disampaikan Gus Haris Nukman adalah pernyataan pribadi, bukan atas nama organisasi, FK3-I.

Gus Maftuh menambahkan, kalau hal demikian adalah biasa dalam dinamika politik. “Namun ini perlu saya tegaskan, saya sebagai Ketua Umum FK3-I tetap mencabut dukungan kepada Kelana Aprilianto dan akan mengarahkan dukungan ke paslon 01,” tegasnya.

Menurut Gus Maftuh, FK3-I adalah organisasi yang telah lama berdiri dan kini telah mempunyai 6 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), yaitu Jawa Tinur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Sementara itu, Gus Hamdi, Pembina FK3-I, yang juga hadir mendampingi acara jumpa pers itu mengatakan, akan siap mendampingi jika Gus Haris benar-benar akan dilaporkan ke polisi, terkait adanya pernyataan kembali FK3-I yang ternyata tetap kekeh menarik dukungannya dari Kelana.

Seperti dilansir JatimOnline.net, terkait alasan mengalihkan dukungannya ke paslon 01, Gus Maftuh menegaskan, itu sudah melalui proses kajian yang panjang.

“Kita sudah ketemu beberapa calon untuk berdiskusi. Dan hasilkan kami memantabkan diri untuk.mendukung pasangan 01. Itu sesui dengan visi perjuangan kani,” tegas Gus Maftuh.

Sebelumnya diberitakan, Korda FK3-I Sidoarjo Gus Haris Nukman menyatakan permintaan maaf secara terbuka khususnya kepada paslon Cabup-Cawabup Sidoarjo nomor urut 3 Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

Pernyataan Gus Haris tersebut disampaikan usai acara silaturahmi Tim Bintang Sembilan Berkelas bersama kiai kampung, tokoh masyarakat, dan warga Nahdlatul Ulama (NU) Balongbendo, Sidoarjo, Selasa (20/10/2020).

“Saya Haris Nukman. Dengan ini saya menyatakan, bahwa saya kemarin membacakan rilis tentang FK3. Dan saya mohon maaf, ini atas ketidaktahuan saya sebenarnya, bagaimana sebenarnya komunikasi antara FK3 ini dengan Pak Kelana,” katanya.

“Untuk itu, saya mohon maaf kepada Bapak Kelana dan tentu kepada seluruh masyarakat Sidoarjo atas tindakan yang telah saya lakukan. Demikin pernyataan (ini) yang bisa saya sampaikan, terima kasih,” ujarnya, dikutip Petisi.co, Rabu (21 Oktober 2020 | 16:47).

Sebelumnya, Gus Haris Nukman membacakan pernyataan FK3 Sidoarjo terkait pencabutan dukungannya kepada Kelana-Astutik pada Pilkada Sidoarjo di Rumah Makan Asap-Asap, Taman Pinang, Senin (19/10/2020).

Pencabutan itu, menurut Haris, didasarkan pada terputusnya komunikasi antara FK3 dengan Kelana, yang dinilai tidak menindaklanjuti program-program kesejahteraan FK3 yang pernah disepakati dalam deklarasi di Fave Hotel Sidoarjo, 8 Maret 2020.

Apakah pencabutan dukungan itu paksaan dari pihak tertentu? “Ehm, saya memang tidak tahu, sejauh mana komunikasinya FK3 itu dengan Pak Kelana. Jadi saya tidak tahu memang. Apa yang saya lakukan, ya wis,” ujarnya.

Jadi cuma ikut-ikutan, bukankah Anda koordinator? “Saya memang tidak tahu ya,” elaknya, termasuk saat ditanya apakah 12 orang lainnya ada yang mengerahkan, inisiatif sendiri, atau dalam koordinasi FK3.

Gus Haris memastikan, tak ada yang membuatkan naskah dalam pernyataan pencabutan. “Itu oret-oretan sendiri saja karena ketidaktahuan kami saat itu. Yang bikin saya, bukan suruhan orang lain,” tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Kelana-Astutik, Haji Masnuh menyesalkan langkah Gus Haris yang mengatasnamakan kiai kampung, karena kiai-kiai kampung jumlahnya banyak dan tak cukup hanya diwakili 12 orang.

“Ini tanpa berpikir panjang, menamakan dirinya kelompok kiai kampung. Saya sendiri tidak jelas, ini kiai kampung yang mana. Komunitas kiai kampung itu ada, tapi tidak semacan ini,” kata Haji Masnuh.

Soal pengakuan Gus Haris bahwa pernyataan ini atas inisiatifnya sendiri, menurut Masnuh, itu kesalahan besar. Meski demikian, karena sudah tabayyun dan minta maaf, pihak Kelana-Astutik menegaskan persoalan ini sudah selesai.

“Mereka sudah minta maaf, ya harus kita maafkan, tapi jangan diulangi lagi. Kalau sampai diulangi lagi, ini kan bisa pencemaran nama baik paslon dan pendukungnya,” ujar Masnuh.

Apakah tim Kelana-Astutik sudah melakukan langkah hukum terkait pernyataan Gus Haris? “Belum, kita mengklarifikasi dulu, kita pakai bahasa NU, tabayyun. Kalau memang sudah bisa diselasaikan ya sudah, untuk apa kita sampai ke ranah hukum,” tandasnya.

Dukungan Muslimat

Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2020), puluhan ibu-ibu Muslimat NU dari berbagai desa di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, mendatangkan paslon nomor urut 1 BHS-Tauiq. Mereka ingin mendengar komitmennya dalam membangun Sidoarjo.

Hadir dalam pengajian rutin di kediaman Bu Nyai Eva Masruroh itu, Cawabup Taufiqulbar yang berpasangan dengan Bambang Haryo Sukartono (BHS). “Mohon maaf! Karena suasana pandemi, yang datang terbatas. Mohon diperhatikan protokol kesehatan,” jelas Bu Nyai Eva.

“Terus terang Pak Cawabup, setelah mencermati kabar soal Pilkada, pasangan nomor urut satu ini terasa paling unggul, paling siap, paling meyakinkan untuk membangun Sidoarjo ke depan,” lanjut Bu Nyai Eva.

Taufiq pun menjelaskan program BHS-Taufiq (BAIQ) dari masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi sampai pada kebijakan-kebijakan menyangkut pemberdayaan perempuan.

Menurut Taufiq bahwa soko guru ekonomi Sidoarjo adalah Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Sektor ini belum tergarap maksimal. “Pelaku UMKM di Sidoarjo ini masih sangat kecil,” ungkap Taufiq, seperti dikutip Duta.co, Sabtu (17/10/2020).

Padahal, lanjut Taufiq, ia lah yang memberikan kontribusi besar dalam proses pembangunan. “Sekarang hanya ada 248 ribu pelaku UMKM. Ini harus dinaikan menjadi dua kali lipatnya,” tegas alumni Teknik Geofisika ITS Surabaya ini.

Begitu juga untuk sektor pendidikan. Sidoarjo perlu bergerak cepat, mengejar ketertinggalan. Jumlah Madrasah di Sidoarjo masih sangat kurang. Begitu juga madrasah yang sudah ada, belum tersentuh secara maksimal.

“Kita harus perbanyak jumlahnya, sekaligus perkuat madrasah yang sudah ada. Problem mereka harus kita selesaikan. Pemkab harus hadir,” tambahnya.

Sidoarjo, jelas Taufiq, harus menjadi daerah unggulan dalam semua sektor. Soal pendidikan, Sidoarjo tidak boleh kalah dengan Surabaya. Pemimpin daerah ini harus mampu membuat kampus-kampus hebat di kota udang.

Yang ada, dinaikkan grade-nya, yang belum harus segera diisi. “Kita bisa membuat Kampus (cabang) Unair dan ITS hadir di Sidoarjo,” terangnya.

Menurut Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Kota Surabaya Reny Widya Lestari, saat mendampingi ibu-ibu muslimat Buduran bertemu Cawabup Taufiq itu, aspirasi ibu-ibu Muslimat harus diprioritaskan. Jangan asal janji.

“Kalau setelah menjadi bupati dan wakil bupati, ibu-ibu Muslimat sulit menemui beliau, WA saya! Saya akan datang, saya siap melabrak demi Muslimat. Jangan takut! Podo gedene,” tegas Ketua OK OCE SYAM (Syariah Adil Makmur) Pusat ini.

Menurut Reny, kontribusi ibu-ibu muslimat, sangat penting dalam mendongkrak ekonomi daerah. Apalagi dalam kondisi pandemi, di mana roda ekonomi terseok-seok.

“Anda dengar sendiri, betapa ibu-ibu muslimat terlibat langsung memperkuat soko guru ekonomi keluarga. Mereka ini bukan hanya pengajian, tetapi, juga menjadi pelaku usaha,” jelasnya.

Dunia Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), jelasnya, banyak diisi pengusaha wanita. Dalam istilah umum, khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha, itu banyak kaum wanita.

“Tadi ibu-ibu bertanya, bagaimana cara BHS-Taufiq (BAIQ) ini membantu bisnis ibu-ibu. Mereka ini pulang ngaji bukan tidur, tetapi  bekerja di rumah, di warung untuk membantu pendapatan suami,” ungkap Reny.

“Di sini, pemda tidak boleh diam. Harus ada pendampingan. Mereka ini menghadapi pasar yang liberal, belum lagi maraknya barang impor. Pemerintah harus hadir mendampinginya,” lanjutnya.

Reny lagi-lagi memberi garansi. “Ibu-ibu muslimat, fatayat jangan khawatir. Begitu dilantik jadi bupati dan wakil bupati, pasangan BAIQ harus peduli terhadap nasib UMKM, serius mendampingi usaha ibu-ibu agar memiliki prospek yang bagus,” ujarnya.

“Kalau ada kesulitan, Reny siap demo di depan,” kata wanita yang dikenal blak-blakan ini, disambut tepuk tangan ibu-ibu muslimat.

***