JAKARTA — Pemerintah memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga saat Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, meskipun tekanan inflasi diperkirakan meningkat secara musiman. Berbagai langkah terkoordinasi antara otoritas moneter dan kementerian/lembaga terus diperkuat untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga.
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi tahunan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 sedikit melampaui 3 persen, setelah pada Januari 2026 tercatat 3,55 persen (year on year). Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan kenaikan tersebut dipengaruhi faktor _base effect_ kebijakan diskon tarif listrik 50 persen pada awal 2025, sehingga secara statistik mendorong angka inflasi tahun ini.
“Bagaimana kondisi untuk di bulan Ramadan dan Lebaran ini? Semuanya masih terjaga. Memang ada dampak administered prices akibat diskon listrik tahun lalu, sehingga kami perkirakan angkanya sedikit di atas 3 persen. Namun ini sifatnya sementara,” ujar Aida.
Aida menegaskan, dari sisi fundamental, inflasi inti tetap rendah di kisaran 2,45 persen (yoy), sementara inflasi _volatile food_ terjaga 1,14 persen (yoy). Pasokan pangan juga aman seiring berlangsungnya panen hortikultura seperti bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. BI melakukan pemantauan harga secara mingguan dan memastikan seluruhnya masih dalam kisaran proyeksi.
Ke depan, BI meyakini inflasi 2026–2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa ruang penurunan suku bunga tetap terbuka setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen, dengan tetap mempertimbangkan dinamika global dan stabilitas nilai tukar rupiah. Dukungan pengendalian inflasi juga diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian.
Di sisi pangan, pemerintah mengoptimalkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi Badan Pangan Nasional. Hingga pertengahan Februari 2026, GPM telah menjangkau 1.218 titik di 497 kabupaten/kota dengan realisasi 447 titik pelaksanaan, mendistribusikan 16,2 ribu kilogram bahan pokok strategis.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat dan pelaku usaha diminta mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
“Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun pun terkadang ada kenaikan, (hanya) satu atau dua pangan komoditas strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya," ucap Kepala Bapanas Amran.
Pelaksanaan program pemerintah yang diperuntukan untuk menjaga stabilitas harga pangan telah dilaksanakan secara serentak pada Februari 2026, dan kini telah meningkat mencapai angka 69%.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews