Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan menghadirkan inovasi menu kering tanpa kandungan _Ultra-Processed Food (UPF)_ guna memastikan kualitas asupan tetap terjaga bagi para penerima manfaat. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan gizi masyarakat meski pola konsumsi mengalami penyesuaian selama bulan puasa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sudah menegaskan bahwa program MBG tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadan. Kebijakan itu dilakukan guna memastikan asupan gizi anak-anak dan kelompok rentan lainnya tetap terpenuhi di tengah ibadah puasa.
Ia mengakui bahwa selama Ramadan ada penyesuaian mekanisme pemberian makanan. Penyesuaian ini khusus ditujukan bagi siswa-siswa beragama Muslim untuk menghormati siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan makanan siap santap di siang hari bagi siswa yang berpuasa. Sebaliknya, siswa akan diberikan makanan kering untuk dibawa pulang dan disantap saat waktu berbuka puasa.
“Jadi nanti kalau makan bergizi, di bulan suci Ramadan, bagi siswa yang beragama muslim, ya, nanti disediakan makanan kering. Telur gitu, yang kering, roti, kurma, nanti dibawa pulang," ujar Zulhas.
Zulhas menegaskan bahwa meskipun terjadi perubahan jenis menu menjadi makanan kering bagi siswa Muslim, kualitas gizi dan lauk MBG tetap terjamin dan tidak akan berubah. Dengan penyesuaian ini, pemerintah berharap kebutuhan gizi anak-anak Indonesia dapat terus terpenuhi secara konsisten selama bulan Ramadan.
Di level daerah seperti Kota Tangerang, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Banten memastikan bahwa program MBG terus dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan sesuai dengan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN).
"Meski ada penyesuaian terkait teknis dan jenis menu, komitmen pemerintah dalam menjaga asupan gizi pelajar tetap menjadi prioritas," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar.
Wahyudi menjelaskan saat ini terdapat 52 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah aktif dan beroperasi di seluruh wilayah Kota Tangerang. Terkait mekanisme pembagian makanan selama bulan puasa, pihaknya juga mengikuti instruksi dari pusat.
“Kita mengikuti arahan pusat. Namun, prinsipnya 52 SPPG di Kota Tangerang sudah siap dan berjalan," ujar Wahyudi.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews